Berita Viral

MENTERENG Profesi Ayah Josepha Siswi Dicurangi Saat Lomba Cerdas Cermat, Rupanya Punya Jabatan

Mentereng profesi ayah Josepha siswi yang dicurangi saat Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat

Tayang:
Youtube MPR.GO.ID
TAWARAN KE CHINA- Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang mendapat perlakuan tidak adil dalam acara cerdas cermat di Kalimantan Barat kini mendapat tawaran belajar ke China. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Mentereng profesi ayah Josepha siswi yang dicurangi saat Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Dibalik sikap pemberani Josepha siswi SMAN 1 Pontianak saat dicurangi, kini profesi ayahnya jadi sorotan.

Ternyata ayah Josepha memiliki jabatan mentereng.

Ayah Josepha bernama Andre Kuncoro.

Dia bekerja sebagai Staf Ahli Pertanian Lembaga Gemawan.

Sosok Siswi SMAN 1 Pontianak bernama Josepha Alexandra atau akrab disapa Ocha menjadi sorotan publik belakangan ini usai memprotes keputusan juri dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Sosok Siswi SMAN 1 Pontianak bernama Josepha Alexandra atau akrab disapa Ocha menjadi sorotan publik belakangan ini usai memprotes keputusan juri dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. (TRIBUN MEDAN/YOUTUBE)

Dilihat dari akun Facebooknya, Andre pernah bekerja di :

PNPM Mandiri Pedesaan tahun 2007

Koordinator TPP Kapuas Hulu P3MD Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi tahun 2021

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa PDT dan Tranmigrasi tahun 2021

Staf Ahli Pertania Lembaga Gemawan.

Baca juga: SOSOK Rahyu Emak-emak Viral Ngamuk Bawa Sound Ingin Duet Bareng Afgan hingga Digotong Satpam

Sebelumnya, Josepha karib disapa Ocha menjadi perbincangan karena keberaniannya menyuarakan protes terhadap juri yang menyalahkan jawabannya.

Ocha sudah menjawab dengan benar namun dinilai salah oleh juri.

Tapi ketika kelompok lain yang menjawab sama persis dengan Ocha, justru dinilai benar.

Tindakan tersebut membuat banyak sekali masyarakat menaruh simpati pada Ocha.

Termasuk orang tuanya, Andre Kuncoro.

"Publik Indonesia tidak hanya dipertontonkan acara lomba, tapi bagaimana seorang anak kecil dengan gagah berani menyuarakan keadilan dan kebenaran," kata Andre.

Menurutnya menang atau kalah dalam lomba merupakan bonus, terpenting anaknya mampu melewati semua prosesnya.

"Berkah yang luar biasa dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Dalam lomba itu sportivitas harus dijunjung tinggi. Menang atau kalah itu biasa, yang penting prosesnya," katanya.

Ia berharap tindakan Ocha dapat menginspirasi untuk berani menyiarakan keadilan.

Baca juga: POLISI Tembak Mati Maling Motor yang Tewaskan Bripka Arya Supena: Bahayakan Petugas Saat Diciduk

"Kebenaran tetap harus jadi kebenaran, dan keadilan harus tetap dijaga," katanya.

Andre menceritakan sosok Ocha sebagai pribadi yang getol sekali belajar.

"Ocha itu nggak banyak bicara. Dia lebih senang berada di kamar dengan dunianya sendiri, dengan laptopnya, belajar," katanya.

Menurutnya Ocha sering kali belajar sampai larut malam.

Sang ibu bahkan selalu mengingatkan untuk istirahat.

Baca juga: Pedagang Tempe Dibegal di Hamparan Perak, Motor Miliknya Raib Digondol 4 Pelaku

"Kadang tidak kenal waktu sampai tengah malam. Ibunya sering mengingatkan, ‘Dek tidur’. Tapi kalau belum selesai, dia belum mau tidur," katanya.

Sebagai orang tua, Andre mengaku beberapa kali mencoba mengajak Ocha bersantai atau bermain bersama teman-temannya. 

Namun ajakan itu sering ditolak karena dianggap membuang waktu.

"Kita suruh main dengan temannya juga nggak mau. Katanya buang-buang waktu," katanya.

Selain aktif belajar mandiri, Ocha juga mengikuti bimbingan belajar beberapa kali dalam sepekan. 

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Tribunbogor

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved