Berita Viral
PILU Mahasiswi Dirudapaksa dalam Rumah Mewah yang Disewa, Niat Cari Kerja Berujung Disekap 3 Hari
Korban disebut disekap selama tiga hari oleh pria yang baru dikenalnya melalui media sosial Facebook.
TRIBUN-MEDAN.com - Pilu mahasiswi dirudapaksa dalam rumah mewah yang disewa.
Ia disekap selama 3 hari oleh pelaku.
Korban ditemukan pemilik rumah yang datang mengecek kontrakannya.
Baca juga: Lebih dari 1.800 UMKM Perempuan Naik Kelas Lewat SERABI 2026
Korban berinisial MA (21) ditemukan dalam rumah mewah di kawasan perumahan elite di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
MA diketahui berasal dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Korban disekap selama tiga hari oleh pria yang baru dikenalnya melalui media sosial Facebook.
Baca juga: JOSEPHA Dapat Beasiswa ke China, TikToker Bima Sarankan Tak Ambil, Singgung Kejanggalan: Jangan Mau!
Kasus tersebut terungkap setelah korban berhasil keluar dari rumah dalam kondisi tangan masih terikat.
Warga yang melihat korban terduduk lemas di depan rumah kemudian memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian itu ke polisi.
"Petugas dari Polsek langsung mendatangi lokasi tersebut. Setelah tiba di TKP, benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat,” kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif, dikonfirmasi Rabu (13/5/2026) malam.
Korban kemudian diamankan petugas untuk mendapatkan pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar.
Berawal dari Cari Kerja di Media Sosial
Latif mengatakan, peristiwa penyekapan tersebut bermula saat korban mencari pekerjaan melalui media sosial.
“Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian dimaksud,” ujar Latif.
Latif menyebut korban bahkan diminta untuk menginap di rumah tersebut oleh pelaku yang dikenalnya melalui media sosial Facebook.
Baca juga: Pemko Siantar Ambil Sampel Air Sungai di 12 Titik, Lakukan Uji Laboratorium Kualitas Air
“Untuk jenis pekerjaan yang dilamar, kami masih belum bisa memastikan. Namun berdasarkan keterangan korban, dia melamar kerja lewat media sosial dan kemudian diminta datang serta menginap di rumah tersebut,” tuturnya.
Dalam proses pemeriksaan awal yang dilakukan petugas, muncul dugaan adanya tindak pemerkosaan yang dialami korban selama berada di rumah tersebut.
“Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah melarikan diri dan tidak berada di TKP,” beber dia.
Rumah tersebut, lanjutnya, diduga baru disewa pelaku selama kurang lebih tiga hari sebelum kasus itu terungkap.
Baca juga: Pemko Siantar Ambil Sampel Air Sungai di 12 Titik, Lakukan Uji Laboratorium Kualitas Air
Korban akhirnya dapat keluar dari rumah tersebut setelah pemilik rumah datang memeriksa rumah karena masa sewanya telah habis.
“Saat pemilik rumah mengetuk dan membuka pintu, korban kemudian muncul dari dalam rumah,” ujar Latif.
Waspada Lowongan di Medsos
Kasus lain, dijanjikan bekerja di sebuah pabrik, sepuluh orang jadi korban penipuan lowongan kerja di media sosial. Para korban merugi hingga puluhan juta rupiah.
8 Mei 2025, Polresta Tangerang mengungkap kasus penipuan bermodus calo tenaga kerja di media sosial yang dilakukan oleh dua tersangka berinisial AS dan LA.
Kasus ini bermula dari laporan korban yang dijanjikan pekerjaan di sebuah pabrik sepatu di Kabupaten Serang, Banten, dengan syarat membayar sejumlah uang.
Polisi mengungkap bahwa modus para tersangka adalah menawarkan lowongan kerja melalui media sosial Facebook, yang dilakukan oleh tersangka LA.
Sementara, tersangka AS mengaku memiliki jabatan strategis di pabrik tersebut dan memiliki kedekatan dengan pihak perusahaan.
Salah satu korban mengaku bahwa uang yang diserahkan kepada tersangka diperoleh dengan berbagai cara, seperti menjual aset pribadi dan berutang kepada rentenir.
Saat tim KompasTV tiba, tidak terlihat aktivitas apa pun di ruko tersebut. Tim KompasTV pun mencoba mencari informasi dari warga sekitar lokasi.
Di ruko tersebut, tidak terlihat papan nama atau informasi apa pun yang menunjukkan identitas perusahaan.
Penipuan lowongan kerja palsu tersebar di berbagai media sosial, menjebak banyak pencari kerja yang tengah berjuang mendapatkan pekerjaan.
Praktisi pengembangan sumber daya manusia mengatakan, lowongan kerja yang beredar di media sosial sulit diverifikasi kebenarannya.
Pengamat ketenagakerjaan menilai, banyaknya masyarakat yang terjebak penipuan lowongan kerja, baik bermodus lowongan kerja palsu maupun calo tenaga kerja, karena tingginya angka pengangguran di Indonesia.
Di tengah desakan untuk mendapatkan pekerjaan, para pencari kerja rawan menjadi korban penipuan. Untuk itu, selalu waspada dan memverifikasi setiap informasi lowongan kerja yang diterima.
Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual1.jpg)