Berita Viral

JOSEPHA Dapat Beasiswa ke China, TikToker Bima Sarankan Tak Ambil, Singgung Kejanggalan: Jangan Mau!

Josepha Alexandra dapat beasiswa ke China, konten kreator TikTok Bima sarankan tak ambil dan dianggap janggal

Tayang:
Youtube MPR.GO.ID
TAWARAN KE CHINA- Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang mendapat perlakuan tidak adil dalam acara cerdas cermat di Kalimantan Barat kini mendapat tawaran belajar ke China. 

TRIBUN-MEDAN.COMJosepha Alexandra dapat beasiswa ke China, tiktoker Bima sarankan tak ambil.

Adapun tawaran beasiswa ke China yang diberikan kepada Josepha Alexandra siswi SMAN 1 Pontianak yang berani protes juri Final Lomba Cerdas Cermat dianggap janggal.

TikToker Bima menyarankan untuk Josepha tidak mengambil beasiswa tersebut.

Dimana sebelumnya Josepha mendapat beasiswa setelah keberaniannya memprotes juri Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI.

Saat itu juri yang menilai jawaban Ocha salah adalah Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita Widya Budi dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR Indri Wahyuni.

Keputusan keduanya kemudian dikukuhkan MC Shindy Lutfiana.

Baca juga: JURI Lomba Cerdas Cermat Belum Minta Maaf, Kini Beri Pengakuan: Ada Masalah Pengeras Suara

Atas kejadian itu Anggota MPR Rifqinizamy Karsayuda memberika beasiswa ke China untuk Ocha.

"Kalau Josepha berkenan, abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China," katanya.

Selain itu Rifqi juga memberi tawaran pekerjaan setelah Ocha lulus.

"Nanti begitu selesai SMA, Josepha akan berikan beasiswa sekolah kuliah gratis di China dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China," katanya.

Konten kreator TikTok Bima Yudho mencium adanya kejanggalan terkait beasiswa yang diberikan anggota MPR untuk Josepha Alexandra.

"Kalau kata gua hati-hati jangan langsung lu ambil atau jangan lu ambil," katanya.

Sebab menurutnya ketika beasiswa tersebut diambil, sama saja seperti Josepha membuat perjanjian dengan MPR.

"Karena ibaratnya kalau lu ambil beasiswa ini lu bikin perjanjian dengan iblis, dengan setan, dengan dajjal karena yang ngasih beasiswa ke lu juga orang dari MPR," katanya.

Baca juga: Tutupi Kepala dengan Kantong Plastik, Tiga Pria di Asahan Terekam CCTV Curi Sembako di Grosir

Bima berpendapat tawaran tersebut sebagai rangkaian dari management komunikasi untuk meredam polemik yang terjadi dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI.

"Yang mana kita tahu bahwa agenda ini itu untuk memanage communication crisis yang ada di Lomba Cerdas Cermat MPR," katanya.

Langkah itu kata Bima dilakukan agar persoalan kelalaian juri Dyastasita dan Indri Wahyuni ini tidak merembet pada masalah lain.


"Dan di Indonesia tuh kalau ada masalah satu di goverment bakal kemana-mana jadi mereka buru-buru ini cepat-cepat," katanya.

Anehnya lagi MPR RI hanya memberi beasiswa pada Josepha.

Padahal dalam kejadian Josepha tergabung di Regu C yang berisikan murid SMAN 1 Pontianak yang lain.

"Dan yang dikasih beasiswa cuma lu lagi, temen lu gak dapat, terus beasiswanya menurut gua agak janggal ke China," katanya.

Baca juga: KONDISI Nadiem Makarim Usai Dituntut Rp5,6 T dan 18 Tahun Penjara, Kini Jalani Operasi di RS

Ia meyakini Josepha lebih tertarik pada bidang komunikasi, politik, atau art.

Sedangkan negara China tidak konsen pada tiga bidang tersebut.

"Gua yakin anak kayak lu yang udah ikut cerdas cermat pasti tertariknya ke art, komunikasi, politik yang mana China gak bagus untuk bidang ini.

Kalau untuk art, komunikasi mending langsung ke US, UK, Australia. Kenapa ke China ? karena murah, budget mereka punya cuma segini," katanya.

Selain beasiswa Josepha juga dijanjikan pekerjaan.

Padahal ia pun belum mengetahui ingin menggeluti bidang apa.

"Dan lu dijanjiin dapat kerja setelah lulus, kerja apa dulu pak bu tanya. Toh lu juga belum nemu interest lu apa langsung dijanjiin kerja, kerja jadi buzzer ? Hati-hati lho ini long game lho," katanya.

Ia menyarankan agar Josepha Alexandra lebih baik mencari beasiswa sendiri ketimbang menerima pemberian dari MPR.

"Mending kalau kata gua cari eksternal beasiswa dari negara tujuannya langsung, goverment atau dari kampusnya langsung. Semangat Josepha jangan mau dijadikan alat politik," katanya.

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Tribunbogor

 

 

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved