Berita Viral
ALASAN Oknum BAIS TNI Serang Andrie Yunus dengan Siram Air Keras: Supaya Lebih Cepat dan Praktis
Terungkap alasan oknum BAIS TNI serang aktivis KontraS Andrie Yunus dengan disiram pakai air keras
TRIBUN-MEDAN.COM – Terungkap alasan oknum BAIS TNI serang aktivis KontraS Andrie Yunus dengan disiram pakai air keras.
Adapun alasan penyiraman air keras itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Terdakwa 2, Lettu (Mar) Bhudi Hariyanto Widhi (BHW), membeberkan alasan mengapa pihaknya batal melakukan aksi pengeroyokan atau memukuli korban dan justru memilih menggunakan cairan kimia.
Dalam persidangan, Oditur Militer II-07 Jakarta, Letkol Chk Iswadi awalnya mempertanyakan rencana awal Terdakwa 1, Serda (Mar) Edi Sudarko, yang ingin melampiaskan emosi kepada Andrie Yunus dengan cara memukul. Namun, rencana itu berubah total setelah adanya saran dari Terdakwa 2.
"Ya supaya lebih cepat dan praktis," ujar Terdakwa 2 saat menjawab pertanyaan Oditur Militer di persidangan.
Bhudi menjelaskan penggunaan cairan dianggap lebih efisien dalam melakukan eksekusi di lapangan dibandingkan dengan kekerasan fisik secara langsung.
"Biar lebih cepat dan mudah itu," tambahnya.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Tanjung Priok Tewaskan 4 Orang Sekeluarga, 2 ART Selamat
Dalam pengakuannya, Terdakwa 2 mengaku tidak memikirkan dampak yang akan dialami korban akibat penyiraman tersebut.
Ia mengklaim tindakan tersebut muncul begitu saja saat berada di bengkel markas Denma BAIS TNI
"Tidak ada pertimbangan. Spontanitas saja," akunya di hadapan Majelis Hakim.
Bukan hanya cairan pembersih karat, Bhudi secara "kreatif" mencampurkan air aki bekas ke dalam wadah (tumbler) yang akan digunakan untuk menyiram Andrie Yunus.
Ide mencampur bahan berbahaya tersebut diakuinya muncul karena stok air aki yang ditemukan hanya sedikit.
"Pertama air aki. Karena yang masuk itu sedikit, ya seadanya yang masuk," kata Terdakwa 2.
Ia kemudian menemukan botol lain di sebuah lemari besi yang tidak terkunci di bengkel.
"Di situ ada botol yang berisi cairan yang pernah sekiranya bulan Januari itu pernah saya lihat untuk membersihkan mesin kendaraan," ucap Bhudi.
Baca juga: Alyssa Istri Al Ghazali Bereaksi Usai Dinyinyiri Disebut Pick Me Terlalu Banggakan Pesalinan Normal
Aksi penyiraman itu akhirnya dilakukan di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, pada 12 Maret 2026 malam dengan cara membuntuti korban dan melakukan aksi putar balik melawan arah untuk melakukan penyiraman secara presisi.
Akibat campuran bahan kimia tersebut, korban dilaporkan mengalami efek panas dan gatal. Bahkan, Terdakwa 2 pun mengaku ikut merasakan dampak senjatanya sendiri saat melakukan eksekusi.
"Yang dirasakan saat itu adalah panas. Gatal keesokan harinya," pungkasnya.
Baca juga: Dirut PUD Pasar Serahkan Laporan ke Kejari Medan soal Dugaan Korupsi Pengelolaan Aset
Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Cuma Dianggap Kenakalan
Pada sidang sebelumnya di Pengadilan Militer II-08 Jakarta Kamis (7/5/2026) lalu, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Laksamana Muda (Purn) Ponto dihadirkan sebagai ahli oleh tim penasihat hukum keempat terdakwa.
Dalam persidangan, majelis hakim menanyakan pendapat Ponto terkait tindakan keempat terdakwa yakni Serda (Mar) Edi Sudarko, Lettu (Mar) Budhi Hariyanto Widhi, Kapten (Mar) Nandala Dwi Prasetia, dan Lettu (Pas) Sami Lakka terhadap Andrie.
Hal itu mengingat menurut majelis hakim, tindakan keempat terdakwa kontradiktif dengan apa yang disampaikan Ponto di awal persidangan terkait standar operasi intelijen strategis atau intelijen militer di BAIS TNI setidaknya 13 tahun lalu.
Menjawab hal itu, Ponto menyebut tindakan para terdakwa kenakalan.
"Jadi kalau dilihat ini, itu sama sekali tidak masuk operasi intelijen. Kalau saya sebagai Kepala BAIS saat itu, atau sekarang misalkan saya atasannya, ya melihat itu kenakalan. Kita akan melihat itu kenakalan. Itulah kenakalan orang-orang yang terpilih, terdidik, terlatih," kata Ponto dalam persidangan saat itu.
"Ketika dia menemukan sesuatu pemicu, kita sambung tadi apa yang disampaikan ahli 2 (psikolog forensik Reza Undragiri Amriel), kita tidak tahu di hatinya ini ada apa yang sedang bergejolak. Tetapi ketika menemukan pemicu, maka muncullah ide-ide kenakalan seperti ini," lanjut Ponto.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wajah-dua-terduga-pelaku-penyiraman-air-keras-ke-Andrie-Yunus.jpg)