Berita Viral

Penyesalan Tejo Bantu Ashari Melarikan Diri, Tertipu Identitas Palsu hingga Puasa Selama 3 Tahun

Pria bernama Tejo itu mengaku menyesal karena tanpa sadar telah membantu dan memberikan tempat tinggal kepada Ashari

Tayang:
TRIBUNNEWS
KIAI CABUL DITANGKAP - Polisi berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan, Kamis (7/5/2026). 

"Saya ke sini mau napak tilas di petilasan Gusti Wali di Gedong Wiyono," kata Tejo menirukan percakapan Ashari.

Karena merasa iba, Tejo pun mempersilakan tamunya menginap. Ia bahkan menyiapkan kamar khusus untuk Kiai Ashari.

Menurut Tejo, rumahnya memang kerap menjadi tempat singgah peziarah yang datang ke kawasan tersebut sehingga ia tidak menaruh curiga sedikit pun.

2. Sempat Dipinjami Motor hingga Dibantu Cari Kendaraan

Tidak hanya memberikan tempat tinggal, Tejo juga sempat membantu kebutuhan Kiai Ashari selama berada di Wonogiri.

Ia mengaku pernah mengantar tersangka untuk membeli motor bekas. Namun, rencana pembelian batal karena harga kendaraan dianggap tidak cocok.

Sebagai gantinya, Tejo bahkan rela meminjamkan sepeda motor pribadinya kepada Kiai Ashari agar bisa digunakan beraktivitas.

Pada Kamis pagi, Ashari sempat berpamitan kepada Tejo dengan alasan ingin menemui seorang teman.

Namun, di tengah perjalanan itulah polisi berhasil menemukan keberadaan tersangka yang selama beberapa hari masuk daftar pencarian.

3. Tejo Kaget Didatangi Polisi

Tak lama setelah penangkapan, aparat kepolisian mendatangi rumah Tejo untuk meminta keterangan.

Ia mengaku sangat terkejut saat mengetahui tamu yang ditolongnya ternyata merupakan tersangka kasus dugaan pelecehan terhadap santriwati.

"Saya kaget (didatangi polisi). Apa itu masalahnya Pak. Polisi bilang sudah buron lama kasus pelecehan, santri-santri," katanya.

Peristiwa tersebut membuat Tejo mengaku kecewa dan menyesal telah percaya begitu saja kepada orang yang baru dikenalnya.

"Nyesel (menerima tamu, ternyata buronan). Omongannya tidak sesuai dengan kenyataan. Hanya berjarak 1 malam, langsung ditangkap polisi," ucapnya.

4. Warga Kini Diminta Catat Identitas Tamu

Pasca kejadian itu, pemerintah desa bersama kepolisian mulai memperketat pendataan pengunjung di kawasan petilasan Gusti Wali Gedong Wiyono.

Tejo mengatakan dirinya diminta untuk mencatat identitas tamu yang datang, termasuk nama dan kartu tanda penduduk (KTP), agar kejadian serupa tidak terulang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved