Berita Viral

Sepupu Ungkap Chat Terakhir Brigadir Arya, Polisi yang Tewas Ditembak Pencuri di Lampung

Brigadir Arya Supena gugur setelah menjadi korban penembakan oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Bandar Lampung

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
Jovita istri Brigadir Arya Supena saat keluar dari kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara, Sabtu (9/5/2026). Ia tampak tak bisa membendung kesehidahannya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pihak keluarga Brigadir Arya Supena (32), anggota Direktorat Intelkam Polda Lampung yang tewas ditembak pelaku curanmor di depan toko kue di Bandar Lampung, mengungkap pesan terakhir korban sebelum peristiwa tragis tersebut.

Brigadir Arya Supena gugur setelah menjadi korban penembakan oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Bandar Lampung, Sabtu pagi, 9 Mei 2026.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di depan sebuah toko roti, Toko Yussy Akmal, di Jalan ZA Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung.

Saat kejadian, korban memergoki dua pria yang tengah berupaya mencuri sepeda motor milik seorang karyawan toko.

Ketika Brigadir Arya memberikan teguran kepada pelaku, salah satu pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan menembak korban dari jarak dekat.

Tembakan tersebut mengenai bagian kepala korban.

Ia segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan perawatan intensif, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Brigadir Arya dinyatakan meninggal dunia pada siang hari.

Sosok Korban

Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Jovita serta dua orang anak yang masih kecil.

Keluarga yang beralamat di Jalan Mata Intan, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, tersebut kini tengah diliputi duka mendalam.

Di tengah suasana duka, keluarga dan kerabat mengenang Brigadir Arya Supena sebagai sosok yang rendah hati, hangat, dan berdedikasi.

Galung (31), sepupu almarhum, mengaku kehilangan sosok yang bukan hanya keluarga, tetapi juga sahabat sejak kecil.

Menurut Galung, Brigadir Arya dikenal sebagai pribadi yang sederhana meski berprofesi sebagai anggota Polri.

Saat berada di kampung halaman, ia kerap berusaha tampil seperti warga biasa tanpa menunjukkan atribut kedinasan.

“Dia kalau pulang ke Metro biasanya cepat ganti pakaian biasa. Tidak suka menonjolkan dirinya sebagai anggota polisi, meski orang-orang sebenarnya sudah tahu,” ujar Galung saat ditemui di rumah duka di Jalan Piagam Jakarta, Metro Barat, Sabtu malam (9/5/2026).

Galung juga menggambarkan almarhum sebagai sosok yang aktif berolahraga dan mudah bergaul.

Di tengah kesibukan sebagai aparat kepolisian, Brigadir Arya tetap meluangkan waktu untuk berolahraga seperti lari, bulu tangkis, hingga futsal.

Ia juga kerap bersepeda bersama istrinya saat pulang ke daerah asal.

“Dia orangnya mudah bergaul, humoris kalau sudah dekat. Tapi di awal memang terlihat pendiam,” kata Galung.

Selain itu, almarhum juga dikenal sering memberikan dukungan kepada keluarga, termasuk kepada Galung yang sedang merintis kanal YouTube.

Dukungan tersebut, menurut Galung, masih membekas hingga kini.

“Beberapa waktu lalu dia sempat memberi semangat lewat WhatsApp, mengucapkan selamat karena kanal YouTube saya mulai berkembang. Kami saling menyemangati dalam bekerja,” ujarnya.

Di balik sifatnya yang hangat, Brigadir Arya dikenal memiliki prinsip tegas terhadap tindakan kejahatan.

Galung menyebut karakter tersebut sudah terlihat sejak masa remaja.

“Arya bukan tipe yang mencari masalah, tetapi kalau melihat sesuatu yang tidak benar, dia pasti bersikap. Sejak dulu dia tegas dan tidak mudah mundur,” ungkapnya.

Brigadir Arya meninggalkan dua anak yang masih kecil, masing-masing masih berada di usia PAUD dan balita.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar.

Galung mengaku masih sulit menerima kenyataan tersebut.

“Rasanya seperti mimpi. Kami masih berharap ini tidak benar. Tapi melihat pengabdiannya sampai akhir, kami percaya itu memang jalan hidupnya,” ujarnya.

Sementara itu, istri almarhum, Jovita, tampak terpukul atas kepergian suaminya yang dikenal sebagai sosok penyayang keluarga.

Kepergian Brigadir Arya Supena meninggalkan duka tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan kerja dan lingkungan sekitarnya.

Sosoknya dikenang sebagai pribadi sederhana, tegas, dan berdedikasi dalam menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian.

INTEL POLISI - Brigadir Arya Supena semasa hidup. Arya gugur saat menjalankan tugas. Ia ditembak ketika memergoki terduga pelaku curanmor di Jalan ZA Pagar Alam.
INTEL POLISI - Brigadir Arya Supena semasa hidup. Arya gugur saat menjalankan tugas. Ia ditembak ketika memergoki terduga pelaku curanmor di Jalan ZA Pagar Alam. (TribunBengkulu.com/Tribun Lampung)

Rekaman CCTV

Rekaman kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) menangkap detik-detik polisi meninggal ditembak pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Bandar Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menyebut, awalnya anggota Polda Lampung tersebut mengendarai sepeda motor Honda Beat Street warna hitam Nopol BG 6138 ACY.

Korban melihat ada dua orang laki-laki dan salah satu di antaranya terlihat sedang merusak kunci stang sepeda motor Honda Beat warna biru putih BE 2826 NBM.

Lantas Brigadir Arya menegur dua pria yang diduga sebagai pelaku curanmor tersebut.

Namun, teguran itu justru membuat salah satu pelaku mengeluarkan senjata api (senpi) dan menembak ke arah korban.

Berdasarkan rekaman CCTV berdurasi 1 menit 42 detik, korban dan pelaku tampak sempat berduel.

Namun, tak berselang lama korban tersungkur diduga setelah ditembak pelaku dari jarak dekat.

Korban Brigadir Arya terkena tembakan di kepala bagian samping sebelah kanan tembus ke bagian kiri.

Saat pelaku akan melarikan diri, senjata api sempat terjatuh dan pelaku mengambilnya kembali.

Kemudian, pelaku melarikan diri berboncengan dengan pelaku lainnya sambil menodongkan senjata api ke arah tukang sapu.

Korban Brigadir Arya Supena merupakan warga Jalan Mata Intan 1 RT 02 Lingkungan I, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung.

Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna visum et repertum.

Petugas kepolisian langsung turun ke lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.

Sementara itu, polisi juga berjaga di Rumah Sakit Bhayangkara.

Karyawan Diperiksa

Mira, salah satu karyawan di Yussy Akmal, mengatakan sejumlah pegawai telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait kasus penembakan di lokasi tersebut.

Mira mengaku tidak mengetahui secara rinci kronologi kejadian karena dirinya bersama beberapa rekan kerja baru mulai bertugas pada shift siang.

Menurutnya, sebagian besar karyawan yang bertugas pada shift pagi sudah pulang, sementara beberapa pegawai lainnya masih beristirahat.

Ia menambahkan, sejumlah pekerja saat ini masih dimintai keterangan oleh pihak berwenang untuk kepentingan penyelidikan sebagai saksi.

Namun, saat ditanya jumlah pasti karyawan yang dipanggil, Mira mengaku belum mengetahui secara detail.

“Kurang paham juga berapa orang yang dipanggil,” ujarnya.

Polda Bentuk Tim Khusus

Sementara itu, Kepolisian Daerah Lampung membentuk tim khusus untuk kejar pelaku curanmor yang menembak anggota Polda Lampung Brigadir Arya Supena hingga meninggal dunia. 

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, pimpinan telah menginstruksikan untuk membentuk tim khusus untuk mengejar pelaku.

"Polda Lampung membentuk tim khusus untuk mengejar pelaku dan mohon doanya agar pelaku segera ditangkap," ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Sabtu (9/5/2026). 

Keluarga besar Kepolisian Daerah Lampung mengucapkan turut berduka cita yang mendalam dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta ketabahan. 

Korban pada saat kejadian menggunakan baju preman karena merupakan intel. 

"Kami mengimbau agar semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan, baik masyarakat ataupun polisi agar berhati-hati, karena pelaku tak pandang buru," tukas Yuni. 

Korban merupakan pahlawan Bhayangkara yang gugur dalam bertugas dan akan ada prosesi upacara pemakaman secara kedinasan.

Artikel sudah tayang di Tribun Lampung

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved