Berita Viral

PILU Bocah 3 Tahun Tewas Tenggelam Dalam Bencana Banjir di Muratara Sumsel dan 5 Jembatan Putus

Banjir di Muratara Sumsel menyisakan korban jiwa. Seorang bocah 3 tahun tewas tenggelam banjir besar ini. 

Tayang:
TRIBUN MEDAN
BANJIR DI MURATARA : Banjir yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mulai berangsur surut di sejumlah wilayah. Meski demikian, dampak bencana masih dirasakan warga dengan ribuan rumah terendam dan sejumlah infrastruktur rusak. 

TRIBUN-MEDAN.com - Banjir di Muratara Sumsel menyisakan korban jiwa. Seorang bocah 3 tahun tewas tenggelam banjir besar ini. 

Curha hujan cukup tinggi selama sepekan ini di Muratara Sumsel. 

Pada hari ini Sabtu (9/5/2026), banjir mulai perlahan surut. 

Meski demikian, dampak bencana masih dirasakan warga dengan ribuan rumah terendam dan sejumlah infrastruktur rusak.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara, banjir menyebabkan empat unit rumah hanyut, satu rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak ringan.

Selain kerusakan bangunan, seorang bocah berusia tiga tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat banjir merendam rumah warga di Desa Beringin Rupit.

Baca juga: TRAGIS, Pelajar SMP di Palembang Terkapar Dalam Aksi Tawuran, Korban Alami Luka Tusuk di Leher

Baca juga: Tuding Prabowo Fasis dan Rasis, Rhoma Irama Sebut Habib Rizieq Berbahaya untuk Agama dan Bangsa

BPBD mencatat sebanyak 2.867 rumah terdampak banjir dengan total 16.156 kepala keluarga atau sekitar 64.624 jiwa terdampak.

Banjir juga mengakibatkan lima jembatan gantung putus, masing-masing berada di Desa Tanjung Beringin, Desa Terusan, Desa Sukamenang, Desa Noman, dan Desa Batu Gajah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, mengatakan debit air di sejumlah wilayah mulai menurun.

“Air di Kecamatan Karang Jaya sudah mulai surut. Air di Kecamatan Rupit bagian hulu juga mulai menyurut,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).

Namun demikian, air justru mulai meningkat di wilayah hilir Kecamatan Rupit, Kecamatan Karang Dapo, dan Kecamatan Rawas Ilir akibat kiriman air dari daerah hulu.

Menurut Mugono, banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Muratara sejak Kamis (6/5/2026) malam hingga Jumat pagi.

“Sejak Maghrib hujan turun sampai pukul 08.00 WIB pagi sehingga Sungai Rupit meluap dan merendam sejumlah wilayah,” katanya.

Saat ini, Kabupaten Muratara masih berstatus siaga banjir karena hujan berpotensi kembali turun dan memperluas genangan.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera mengamankan barang-barang penting apabila debit air kembali meningkat.

“Masyarakat diminta menyiapkan langkah evakuasi jika air terus naik,” tambah Mugono.

Wilayah terdampak banjir tersebar di Kecamatan Karang Jaya, Rupit, Karang Dapo, dan Rawas Ilir dengan puluhan desa terdampak genangan air. 

Baca juga: Lirik Lagu Karo La Senang Orang Tua Dipopulerkan oleh Agusninto Tarigan

Baca juga: SINDIKAT Penadah Ponsel Curian Dibongkar, 183 iPhone Ditemukan Termasuk Milik Istri Pelatih Persija

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di sripoku

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved