Berita Viral

ALASAN Pilu Badut Bunuh Ibu Mertua dan KDRT Istri, Sering Diselingkuh dan Istri Tak Mau Jaga Anak

Badut penjual balon dan mainan anak di Mojokerto telah ditangkap atas perbuatannya membunuh ibu mertua dan menganiaya istri.

Tayang:
TRIBUN MEDAN
MENANTU BUNUH MERTUA - Interogasi tersangka S terkait kasus penganiayaan terhadap ibu dan anak. Perbuatan tersangka mengakibatkan ibu mertua meninggal dan istrinya mengalami luka berat dirawat intensif di rumah sakit. 

Sementara, penghasilan dari badut menjual balon dan mainan anak-anak tidak seberapa.

"Dia mau momong kalau kebutuhan terpenuhi semuanya, seperti uang belanja sendiri dan uang sekolah, uang dandan (skincare)," tutur S.

"Sedangkan, seperti saya ini penghasilan tidak tentu. Pokoknya mintanya dipenuhi, akhirnya lari cari yang beruang," sesalnya.

Sebelum kejadian itu, istri tersangka sempat meminta izin bekerja dengan cara diduga tidak benar.

Tersangka otomatis melarang keinginan istri untuk memperoleh uang secara instan dari pekerjaan tersebut.

"Dulu juga pernah izin mau terjun ke gitu (bekerja), terus saya dianggap apa. Seperti enggak ada pekerjaan lainnya saja, pokoknya maunya yang instan," tutur tersangka S.

Penghasilan jadi badut

Tersangka S menyebut, penghasilannya tidak menentu dalam sehari, terkadang mendapat uang sekitar Rp4 ribu hingga Rp25 ribu.

Dirinya juga mengamen di lampu merah dengan pakaian badut, dan pernah sesekali saat ramai mendapat uang Rp300-400 ribu sehari.

"Penghasilan tidak menentu, kalau Minggu berangkat dari rumah pukul 5 pagi pulang jam 10 malam. Kalau mengamen saya sendirian," ungkap dia.

Menurut pengakuan tersangka S, istrinya bekerja di sebuah tempat usaha sablon sepatu kawasan Brangkal, Mojokerto.

Terkadang istri bersedia merawat anak saat tidak ada kerja lembur.

"Istri kalau katanya enggak lembur, mau momong anak. Cuma kerjanya tidak menentu, tidak jelas. Saya terakhir mengantar ke pabrik sablon," beber S.

Sakit hati dibanding-bandingkan

Dari pengakuan tersangka S, dirinya menyimpan amarah yang sudah sangat lama terpendam lantaran si istri berulang kali membandingkan penghasilan yang lebih besar ketimbang suami.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved