Berita Viral

Kiai Ashari Cabul Sempat Keliling Cari Makam Keramat dan Petilasan Jadi Tempat Pelarian

Kiai Ashari yang cabuli 50 santriwati di Pati sempat keliling cari makam keramat untuk jadi tempat pelarian

Tayang:
Tribunjateng.com
POLISI TANGKAP ASHARI: Polisi pada Kamis (7/5/2026) berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan. Sosok kiai yang diduga mencabuli puluhan santriwati itu ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jakarta, hingga Jawa Barat. (Dok. Kasat Reskrim Polresta Pati) 

TRIBUN-MEDAN.COM Kiai Ashari yang cabuli 50 santriwati di Pati sempat keliling cari makam keramat untuk jadi tempat pelarian.

Adapun pelarian kiai Ashari akhirnya berakhir setelah sempat berkeliling mencari makam keramat.

Tersangka kasus pencabulan ini diringkus setelah berpindah-pindah kota dan kerap menyambangi lokasi-lokasi keramat di berbagai wilayah.

Pengejaran dilakukan secara intensif karena yang bersangkutan tidak kooperatif terhadap proses hukum.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, menjelaskan bahwa langkah pengejaran diambil setelah tersangka mangkir dari panggilan pemeriksaan.

Pihak kepolisian menduga kuat bahwa Ashari mencoba melarikan diri untuk menghindari tanggung jawab hukum.

Baca juga: Peserta Rekrutmen Kopdes Merah Putih Bongkar Kejanggalan Ujian, Jawaban Berubah dan Terisi Sendiri

"Karena yang bersangkutan tidak datang dan kami menduga akan melarikan diri, setelah kami cek memang keberadaannya sudah tidak ada di Pati," ujar Kompol Dika.

Setelah menyadari tersangka sudah meninggalkan wilayah Pati, tim penyidik mulai mempelajari pola perilaku dan kebiasaan Ashari.

Berdasarkan penelusuran, Ashari terdeteksi bergerak secara acak melintasi berbagai kota besar di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Selama masa pelariannya, Ashari diketahui berpindah-pindah mulai dari Kudus, Bogor, Jakarta, Solo, hingga akhirnya ke Wonogiri.

Menariknya, tersangka memiliki pola khusus dalam pelariannya, yakni selalu menyempatkan diri mengunjungi tempat-tempat bernuansa spiritual.

Kompol Dika mengungkapkan bahwa tersangka sering mendatangi lokasi petilasan, pemandian, hingga pemakaman keramat.

Baca juga: SIASAT Licik Kiai Cabul di Pati Saat Dikejar Polisi, Pindah-pindah Kota Bahkan Sampai ke Jakarta

Jejak-jejak di lokasi spiritual inilah yang kemudian menjadi petunjuk vital bagi kepolisian untuk mempersempit ruang geraknya.

"Setiap tempat yang didatangi, kami selalu mendapatkan petunjuk terkait ciri-ciri tersangka," ucap Kompol Dika.

"Sampai akhirnya kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan sempat bertemu dan mengobrol dengan seseorang," sambungnya.

Rute pelarian Ashari tergolong tidak terjadwal secara rapi.

Baca juga: Tragis Nenek 87 Tahun di Sumsel Tewas Dibunuh Anak Kandung dan Cucunya Karena Dendam Sejak Kecil

Ia cenderung bergerak secara spontan dan sering bertanya kepada warga setempat mengenai lokasi makam yang bisa diziarahi. 

Di wilayah Jawa Barat, ia tercatat sempat beberapa kali bolak-balik ke area Sentul.

Ia juga terdeteksi sempat berada di kawasan Gunung Muria, Kudus.

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Tribunbogor

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved