Berita Viral
Tragis Nenek 87 Tahun di Sumsel Tewas Dibunuh Anak Kandung dan Cucunya Karena Dendam Sejak Kecil
Tragis nenek 87 tahun di Sumsel tewas dibunuh anak kandung dan cucunya karena dendam sejak kecil
TRIBUN-MEDAN.COM – Tragis nenek 87 tahun di Sumsel tewas dibunuh anak kandung dan cucunya karena dendam sejak kecil.
Nasib tragis dialami seorang nenek berusia 87 tahun bernama Palahiyah yang tewas dibunuh anak dan cucunya.
Berdasarkan keterangan polisi, pelaku menghabisi Palahiyah karena dendam lama
Awalnya, Palahiyah dilaporkan hilang oleh keluarga pada 13 April 2026 ke Polsek Gelumbang.
Lalu, pihak keluarga bersama anggota Polsek Gelumbang melakukan pencarian dan penyelidikan
hingga akhirnya pada 22 April 2026 korban ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan sekitar 200 meter dari rumah korban di Lingkungan I, RT 05/RW 01, Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang.
Korban ditemukan setelah keluarga melapor, 12 hari setelah dinyatakan hilang.
Baca juga: Pembagian Grup Piala AFF Digelar, Gubsu Bobby Pastikan Kesiapan Kualitas Stadion
"Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi," ujar Wakapolres Muara Enim Kompol Toni Arman di Aula Satreskrim Polres Muara Enim, Kamis (7/5/2026).
Setelah ditemukan, langsung dilakukan autopsi dan hasilnya menunjukkan adanya indikasi korban meninggal akibat tindak kekerasan atau pembunuhan.
Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sembilan saksi,
polisi akhirnya mengidentifikasi dua pelaku, yakni anak korban berinisial N alias E (46) serta cucu laki-laki korban berinisial MIM alias Y (20).
Kedua pelaku diketahui tinggal serumah dengan korban.
“Awalnya kedua pelaku tidak mengaku, tetapi setelah melalui penyelidikan akhirnya pelaku mengakui perbuatannya.
Saat ini keduanya sudah diamankan dan diproses di Polres Muara Enim,” tegasnya.
Baca juga: Indonesia Masuk Grup A Piala AFF U19, Erick Thohir : Tidak Boleh Takut, Kita Bangsa Besar
Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP M. Andrian mengatakan E memiliki dendam karena sejak kecil dimarahi korban.
“Pelaku E mengaku sejak kecil hingga dewasa sering dimarahi dan dicaci maki oleh korban sehingga menyimpan rasa dendam,” jelas Andrian saat jumpa pers di Mapolres Muara Enim, Kamis (7/5/2026).
Dijelaskan Kasat Reskrim, pembunuhan terjadi pada 12 April 2026 sekitar pukul 18.00 WIB saat korban pulang mencari kayu bakar.
Ketika bertemu dengan E, korban kembali memarahi pelaku sehingga memicu emosi.
Awalnya, cekcok sempat dilerai oleh pelaku Y karena korban menendang air minum ketika pelaku E sedang makan.
Namun, tidak lama kemudian, saat pelaku Y mandi, ia mendengar suara pukulan dan teriakan dari dalam rumah.
“Pelaku Y sempat keluar rumah menemui saksi M.
Baca juga: Mulan Jameela Bereaksi Usai Ahmad Dhani Masih Terus Koar-koar Serang Maia Estianty
Setelah kembali ke rumah, korban sudah tidak berdaya,” ujarnya.
Menurut Andrian, korban sempat dipukul menggunakan tangan kosong hingga akhirnya dipukul menggunakan alat kayu dan dicekik oleh pelaku E sampai meninggal dunia.
Untuk menghilangkan jejak, sekitar pukul 00.00 WIB, pelaku Y membawa jasad neneknya ke kawasan hutan di belakang rumah agar seolah-olah korban meninggal di luar rumah.
“Setelah itu, kedua pelaku membersihkan rumah dan barang bukti agar terlihat seperti tidak terjadi apa-apa,” tambahnya.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TERSANGKA-PEMBUNUHAN-Dua-tersangka-pembunuhan-seorang-lansia-di-Kabupaten.jpg)