Kecelakaan Bus ALS di Muratara

KLAIM Gubernur Sumsel Jalan 90 Persen Mulus, Tapi Faktanya Kecelakaan Bus ALS Dipicu Jalan Berlubang

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengklaim jalan lintas sumatera di Sumsel mulus 90 persen. 

Tayang:
TRIBUN MEDAN
Tinjau Keluarga Korban ALS - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru meninjau langsung keluarga korban kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki PT Seleraya di RS Bhayangkara Moh Hasan, Kamis (7/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Gubernur Sumsel, Herman Deru mengklaim jalan lintas sumatera di Sumsel mulus 90 persen. 

Ia mengklaim ini setelah insiden kecelakaan Bus ALS vs mobil tangki BBM di Muratara, Sumsel, Rabu (6/5/2026) kemarin. 

Padahal dalam keterangan Polisi, kecelakaan ini dipicu karena Bus ALS yang datang dari Lubuklinggau menuju Pekanbaru menghindari lubang di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jayo, Kabupaten Muratara, Rabu (6/5/2026) siang.

Bus ALS yang menghindari lubang ternyata masuk kejalur kanan dan menabrak truk tangki BBM yang datang dari arah berlawanan. 

Kecelakaan ini mengakibatkan 16 orang tewas dan 4 orang selamat. 

Gubernur Sumsel Herman Deru membantah terkait lubang di jalan Muratara penyebab kecelakaan. 

Katanya jalan di Sumsel 90 persen mulus. 

Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung keluarga korban kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki milik PT Seleraya di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026).

Dalam keterangannya, Herman Deru meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.

“Kita belum tahu penyebabnya, jadi belum bisa menyimpulkan. Saat ini yang utama adalah keselamatan korban yang masih hidup dan penanganan para korban,” kata Deru, Kamis (7/5/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa data penumpang bus masih belum pasti karena kemungkinan ada penumpang yang naik di tengah perjalanan sehingga manifest penumpang belum tentu lengkap.

“Belum tentu ada manifest yang lengkap karena ada kemungkinan penumpang naik di jalan, tidak semuanya dari terminal,” katanya.

Mengenai dugaan kecelakaan disebabkan jalan berlubang, Deru menegaskan hal tersebut belum dapat dipastikan.

Ia menyebut berbagai kemungkinan masih didalami, mulai dari faktor pengemudi hingga kondisi jalan.

"Kita belum bisa memastikan apakah karena pengemudi mengantuk, jalan berlubang, atau ada pelanggaran lalu lintas lainnya. Tunggu hasil penyelidikan polisi,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa lokasi kejadian merupakan jalan nasional sehingga penjelasan lebih lanjut terkait kondisi jalan menjadi kewenangan instansi terkait dan hasil investigasi kepolisian.

“Secara umum kondisi jalan di Sumatera Selatan dalam keadaan baik, dengan tingkat kemantapan jalan di atas 90 persen,” katanya.

TABRAKAN - Bus ALS terlibat tabrakan maut versus truk tangki pengangkut BBM di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Insiden ini menimbulkan kebakaran hebat dan menewaskan 16 orang. (Istimewa/tribunmedan.com)
TABRAKAN - Bus ALS terlibat tabrakan maut versus truk tangki pengangkut BBM di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Insiden ini menimbulkan kebakaran hebat dan menewaskan 16 orang. (Istimewa/tribunmedan.com) (Istimewa)

Koordinasi dengan Gubernur Sumut Terkait Pemulangan Jeanzah

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru meninjau langsung keluarga korban kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki PT Seleraya di RS Bhayangkara Moh Hasan, Kamis (7/5/2026).

Kedatangan Deru dilakukan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban yang masih menunggu proses identifikasi jenazah.

 Ia menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang menewaskan sejumlah penumpang tersebut.

"Kami hadir atas dasar kemanusiaan untuk menjenguk keluarga yang ditinggalkan yang sedang mengikuti proses identifikasi,” kata Deru.

Ia juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, terkait musibah tersebut. Menurutnya, Bobby Nasution turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

"Saya ingin mengabarkan kepada sahabat saya, Pak Bobby. Semalam kami sudah bertelepon dan beliau menyampaikan belasungkawanya,” katanya.

Deru mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan turut merasakan duka mendalam karena kecelakaan terjadi di wilayah Sumsel. Selain itu, sopir dan kernet bus diketahui merupakan warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

“Kita sebagai wilayah yang menjadi lokasi kecelakaan ini tentu merasa prihatin dan berduka. Bukan hanya karena terjadi di Sumsel, tetapi juga karena sopir dan kernet merupakan warga Sumsel, dari Muratara,” katanya.

Terkait penyebab kecelakaan, Herman Deru menegaskan hal tersebut sepenuhnya menjadi ranah penyelidikan kepolisian. Ia meminta masyarakat menunggu keterangan resmi dari aparat penegak hukum.

“Saya tidak ikut dalam pembahasan penyebab kecelakaan karena itu ranah hukum polisi. Nanti Kapolda yang akan memberikan keterangan secara tuntas setelah mendapatkan data yang akurat,” tegasnya.

Deru menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan membantu proses pemulangan jenazah korban ke daerah asal masing-masing.

“Setelah teridentifikasi, saya dan Pak Bobby akan membantu pemulangan jenazah ke kediaman masing-masing atas dasar kemanusiaan dan solidaritas,” katanya.

Ia menambahkan, selama proses identifikasi berlangsung, keluarga korban yang berada di Palembang akan difasilitasi kebutuhan dasar oleh Pemprov Sumsel, termasuk konsumsi dan tempat tinggal sementara.

"Untuk keluarga korban di sini sampai selesai identifikasi, makan, minum, dan tempat tinggal akan difasilitasi oleh Pemprov Sumsel,” katanya.

Kronologi
 
Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terbakar hangus setelah menabrak truk tangki BBM milik PT Seleraya di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, diduga menghindari lubang sehingga mengambil lajur sebelah kanan.

Hal itu terungkap berdasarkan hasil penyelidikan sementara Satlantas Polres Musi Rawas Utara (Muratara) bersama Ditlantas Polda Sumatera Selatan seusai melakukan olah TKP.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, pengemudi bus diduga kehilangan jalur ketika mencoba menghindari kerusakan jalan.

"Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga karena faktor human error, di mana pengemudi bus ALS berupaya menghindari lubang di badan jalan, lalu mengambil jalur kanan," kata Nandang, Kamis (7/5/2026).

Saat bus masuk ke jalur kanan, dari arah berlawanan, melaju truk tangki BBM milik PT Seleraya yang dikemudikan sopir bernama Hariyanto alias Yanto.

 Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindarkan.

Benturan keras memicu kebakaran hebat hingga menghanguskan bus dan truk tangki beserta sejumlah korban di dalamnya.

"Dari insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Tiga orang dilaporkan mengalami luka berat dan satu orang mengalami luka ringan," ungkap Nandang.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-sumsel.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved