Kecelakaan Bus ALS di Muratara
PENUMPANG ALS Sebut Bus Tak Layak Jalan, Sering Alami Masalah Mesin dan Radiator Panas
Penumpang ALS menyebut sempat melihat bus tak layak jalan saat melintas di Jalan Lintas Sumatera sebelum berakhir tabrakan maut dengan truk tangki
TRIBUN-MEDAN.COM – Penumpang ALS menyebut sempat melihat bus tak layak jalan saat melintas di Jalan Lintas Sumatera sebelum berakhir tabrakan maut dengan truk tangki.
Adapun penumpang selamat bernama Ngadiono (44) dan istrinya Jumiatun(34) mengaku melihat bus ALS itu tidak layak jalan.
Sepanjang perjalanan, ia menyaksikan mobil tersebut tidak layak jalan.
Bus sempat mengalami kendala (trouble) pada bagian mesin dan radiator yang panas.
Namun, kerusakan tersebut sempat diatasi sopir hingga kenek bus, sehingga bus terus melaju menuju Kabupaten Muratara.
"Sempat rusak bagian mesin dan radiator, sempat diperbaiki lalu jalan lagi," ujar Ngadiono saat memberikan keterangan kepada sumber kepolisian yang meminta keterangan di Puskesmas Karang Jaya, Muratara.
Kekhawatiran Ngadiono pun akhirnya terjadi. Bus tiba-tiba menghantam sesuatu, kemudian langsung disusul ledakan besar.
Baca juga: Profil Dante Sinaga, Eks Pejabat PT Inalum yang Didakwa Merugikan Negara Rp 141 Miliar
Api membesar dan membakar bus.
Ngadiono dan istrinya berupaya memanjat dan keluar melalui jendela untuk menyelamatkan diri.
Tak lama kemudian, aksi tersebut disusul oleh seorang penumpang lain.
"Saya langsung refleks melompat keluar disusul istri. Yang saya lihat, kernet juga ikut melompat keluar," ungkapnya.
Ngadiono sempat terpaku menyaksikan api melahap badan bus yang disertai api yang semakin membesar.
Ia juga mendengar jeritan penumpang, lalu suara itu hilang seketika saat api melahap seluruh badan kendaraan.
"Setelah itu saya pingsan. Begitu bangun sudah di rumah sakit," tambahnya.
Sebelumnya, polisi mengungkap penyebab kecelakaan Bus ALS dengan mobil tangki BBM milik PT Seleraya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel.
Kecelakaan ini terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Rabu (6/5/2026) siang.
Dalam laporan kepolisian, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas ini berjumlah 16 orang.
Rinciannya: 14 orang dari bus ALS dan 2 orang dari mobil tangki BBM.
Sementara itu sebelumnya kernet bus yang selamat mengaku bus ALS tersebut oleng karena menghindari sesuatu hingga menabrak mobil tangki yang sedang bongkar.
Akibat kecelakaan maut bus ALS dengan mobil tangi BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kelurahan Karang Jayo menewaskan 16 orang.
Rinciannya 14 orang dari Bus ALS orang, 2 orang dari mobil Tangki BBM .
Sementara penumpang selamat diinformasikan 4 orang, kini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya, 3 luka mengalami bakar serius, dan 1 lecet-lecet.
Ada pun identitas pengemudi Bus ALS yakni Alif (44 tahun) warga Jawa Tengah dengan kernet Saf (50) meninggal dunia dan M Fadli kondisi selamat hanya mengalami luka goresan.
Kemudian pengemudi mobil tangki BBM PT Seleraya atas nama Yanto dengan kondisi meninggal dunia dan penumpang Martini dengan kondisi meninggal dunia.
Baca juga: Penyebab Terbakarnya Bus ALS dan Truk Usai Tabrakan, Kasat Lantas Ungkap Kronologi Awal Kecelakaan
Kasat Lantas Polresta Muratara, AKP M Karim menyampaikan berdasarkan keterangan kernet bus yang selamat, ketika kejadian ini, bus oleng karena menghindari sesuatu saat melintas di lokasi kejadian.
"Bus masuk lubang akhirnya masuk jalur lainnya, mobil terjadi adu kambing, sementara mobil tangki posisinya bawa minyak mau bongkar," kata Karim pada wartawan.
Karim mengungkapkan dugaan penyebab kebakaran yakni diduga karena berasal dari minyak mentah menyambar ke mobil saat kecelakan.
"Sementara untuk ada motor, itu milik penumpang dalam bus itu, dari Bus ALS itu," ujarnya.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunsumsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bus-ALS-tabrak-truk-tangki-dan-terbakar-di-Sumsel.jpg)