Berita Viral

POLISI Ungkap Penyebab Video Syur di Batang Beredar di Medsos, Sang Pacar Jual Video Rp 220 Juta

Kasus video syur di Kabupaten Batang berjudul 'Bandar Bergetar' mengungkap fakta baru. Video ini beredar di media sosial. 

Tayang:
X/Twitter
MASIH DICARI- Netizen sampai hari ini masih ramai mencari link video viral Bandar yang sempat bikin heboh warga Jawa Tengah. Video itu berisi adegan dewasa pasangan kekasih. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus video syur di Kabupaten Batang berjudul 'Bandar Bergetar' mengungkap fakta baru. Video ini beredar di media sosial lantaran dijual oleh pihak laki-laki. 

Pihak laki-laki menjual video ini tanpa sepengetahuan dari perempuan yang merupakan kekasihnya. 

Pihak kepolisian masih mengembangkannya dengan menginterogasi pihak pertama yang menyebar video asusila tersebut di media sosial sehingga mengakibatkan viral.

Polisi mengungkap kronologi kasus penyebaran video asusila yang menimpa seorang perempuan asal Kabupaten Batang.  

Video tersebut awalnya dibuat korban bersama pasangannya untuk konsumsi pribadi, namun kemudian tersebar luas di media sosial tanpa sepengetahuan korban.

Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti menjelaskan, video tersebut diduga disebarkan oleh pihak laki-laki berinisial S.

“Kronologinya dari kedua pasangan membuat video tersebut dengan maksud dikonsumsi pribadi, namun disebarkan pihak laki-laki inisial S tanpa sepengetahuan pihak wanita," kata Ipda Maulidya seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (4/5/2026).  

KONDISI Lansia Pedagang Buah Ditabrak Pajero, Pengemudi Kabur, Korban Belum Bisa Dimintai Keterangan

Baca juga: TAGIH Biaya Berobat, ART yang Ngaku Dianiaya Erin Masih Sering Merasa Pusing Hingga Luka Cakaran

S diduga menduplikat dan menyimpan di folder tersembunyi dalam handphone, hingga tiba saatnya ada akun yang menawarkan untuk membeli video tersebut seharga Rp220 juta.

"Dikirimkanlah oleh inisial S tanpa adanya pembayaran,” ujar Ipda Maulidya.

Menurut dia, tindakan tersebut dilakukan tanpa persetujuan korban sehingga menyebabkan video yang bersifat privat itu akhirnya tersebar luas di berbagai platform digital.

Polisi saat ini masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri pihak yang pertama kali menyebarkan video ke publik.  

Selain itu, aparat juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ikut menyebarluaskan konten tersebut karena dapat memperparah dampak yang dialami korban serta berpotensi melanggar hukum.

"Untuk saat ini, sudah kami lakukan penyidikan," lanjutnya. 

Baca juga: Jadwal Siaran Everton vs Manchester City, Prediksi Skor Susunan Pemain

Polisi Buru Jejak Digital

Penanganan kasus video asusila yang viral dengan sebutan Bandar Bergetar memasuki babak baru.

Satreskrim Polres Batang kini memburu jejak digital dugaan transaksi konten intim yang menyeret pasangan muda asal Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Kasus yang sempat menghebohkan media sosial sejak Sabtu, 18 April 2026 itu kini resmi naik ke tahap penyidikan.

Polisi menyebut terdapat petunjuk kuat yang mengarah pada dugaan upaya jual beli konten asusila, meski transaksi disebut belum sempat terjadi.

Kanit PPA Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti mengatakan, penyidik menemukan indikasi adanya niat untuk memperjualbelikan video pribadi tersebut demi keuntungan ekonomi.

“Untuk dugaan jual beli kontennya, indikasi ke arah sana sudah ada."

"Tetapi sejauh ini belum ditemukan adanya pembayaran atau transaksi yang benar-benar terjadi. Itu masih terus kami dalami,” kata Ipda Maulidya, Kamis (23/04/2026).

Penyidik kini menitikberatkan proses penyelidikan pada pemeriksaan digital forensik terhadap telepon genggam milik pihak terkait. 

Langkah itu dilakukan untuk menelusuri rekaman percakapan, distribusi file, hingga kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam penyebaran video tersebut.

“Hari ini perkara sudah kami tingkatkan ke tahap penyidikan karena alat bukti awal sudah mengarah pada tindak pidana."

"Selanjutnya kami lakukan pemeriksaan laboratorium forensik terhadap handphone untuk mengetahui isi dan aktivitas digital di dalamnya,” jelasnya.

Sementara itu, perempuan berinisial TA (19), yang sebelumnya disebut sempat sulit dihubungi akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan di Mapolres Batang.

Dia datang bersama ibunya untuk memberikan keterangan kepada penyidik Unit PPA.

Kasus ini tetap diproses meski kedua pihak yang terlibat, yakni TA dan SE (26), diketahui telah menikah secara kekeluargaan sehari setelah video tersebut viral.

Polisi menegaskan bahwa pernikahan tidak otomatis menghentikan proses hukum, terutama jika ditemukan unsur pelanggaran pidana dalam produksi maupun penyebaran konten bermuatan asusila di ruang digital.

Selain memburu pihak yang pertama kali menyebarkan video, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak ikut membagikan ulang konten serupa.

Sebab, penyebaran video bermuatan pornografi tanpa izin dapat dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Yang menyebarkan kembali juga bisa diproses hukum. Jadi masyarakat diimbau tidak ikut menyimpan atau menyebarluaskan konten tersebut,” tutupnya.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-jateng.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved