Berita Viral

PILU Kematian dr. Myta Aprilia Azmy, Dokter Magang yang Selalu Disuruh Piket Malam Meski Sakit

Kasusnya memicu sorotan nasional karena diduga terkait beban kerja berlebih hingga 12 jam per hari dan tetap bertugas meski dalam kondisi sakit

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Kasus kematian dr. Myta Aprilia Azmy memicu sorotan nasional karena diduga terkait beban kerja berlebih hingga 12 jam per hari dan tetap bertugas malam meski dalam kondisi sakit. dr. Myta Aprilia Azmy adalah dokter muda lulusan Universitas Sriwijaya yang meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026), saat menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi. 

TRIBUN-MEDAN.COM - dr. Myta Aprilia Azmy adalah dokter muda lulusan Universitas Sriwijaya yang meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026), saat menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi.

Kasus kematiannya memicu sorotan nasional karena diduga terkait beban kerja berlebih hingga 12 jam per hari dan tetap bertugas malam meski dalam kondisi sakit.

Biodata dr. Myta Aprilia Azmy

  • Nama Lengkap: dr. Myta Aprilia Azmy
  • Tanggal Lahir: 13 April 2001
  • Usia: 25 tahun (saat meninggal dunia)
  • Asal Daerah: Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumatera Selatan
  • Pendidikan: Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang
  • Profesi: Dokter internship (Program Internship Dokter Indonesia)
  • Penugasan: RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi
  • Tutup Usia: Jumat, 1 Mei 2026
  • Tempat Wafat: RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH), Palembang, Sumatera Selatan

Kontroversi

  • Agustus 2025: dr. Myta mulai menjalani program internship di RSUD Kuala Tungkal bersama tiga dokter lain.
  • Maret 2026: Kondisi kesehatan mulai menurun (sesak napas, demam tinggi, saturasi oksigen <80>
  • 30 April 2026: Ikatan Alumni FK Unsri mengirim surat ke Kemenkes, menyoroti beban kerja berat, minim supervisi, dan fasilitas yang tidak memadai.
  • 1 Mei 2026: dr. Myta meninggal dunia setelah dirawat intensif di ICU RSMH Palembang.
  • 2 Mei 2026: Jenazah dimakamkan di TPU Rengas, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.

Reaksi Keluarga dan Publik

  • Keluarga: Menyebut almarhumah sebagai tumpuan keluarga, yang sebentar lagi akan menyelesaikan internship dan menjadi dokter umum penuh.
  • Universitas Sriwijaya: Menyatakan duka cita dan menegaskan bahwa pengaturan kerja berada di bawah kewenangan Kemenkes, bukan kampus.
  • Kemenkes RI: Membentuk tim investigasi terpadu, bahkan mengancam pembekuan wahana internship jika terbukti melanggar aturan.
  • Publik: Kasus ini viral di media sosial, memicu perdebatan tentang sistem kerja dokter internship di Indonesia yang dinilai terlalu berat dan berisiko.
Profil dan Biodata dr. Myta Aprilia Azmy adalah dokter muda lulusan Universitas Sriwijaya yang meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026), saat menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi.
Profil dan Biodata dr. Myta Aprilia Azmy adalah dokter muda lulusan Universitas Sriwijaya yang meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026), saat menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi. (IST/Dok Pribadi)

Baca juga: Dokter Myta Aprilia Baru Rayakan Ultah Sebelum Meninggal Dunia, Unggahan Ibu Viral: Panjang Umur Nak

Masih Meninggalkan Duka bagi Keluarga dan Sahabat

Kepergian selamanya dr. Myta Aprilia Azmy (25) masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekannya.

Myta Aprilia Azmy merupakan seorang dokter internship atau dokter magang yang sedang bertugas di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.

Dokter muda ini mengembuskan napas terakhir pada Jumat (1/5/2026) di RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, setelah berjuang melawan kondisi kesehatan yang terus menurun.

Sekadar informasi, dokter internsip adalah program pemahiran wajib selama 1 tahun (6 bulan di Puskesmas, 6 bulan di RS) bagi lulusan baru untuk transisi menuju praktik mandiri, yang diatur oleh Kemenkes berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 13 Tahun 2025. Peserta dokter internsip mendapatkan bantuan biaya hidup (BBH) dari pemerintah bergantung pada klasifikasi daerah. Namun, beban kerja dan kewenangan dokter magang seringkali menjadi sorotan karena tingginya intensitas kerja. 

Baca juga: Curhat Terakhir Dokter Myta yang Meninggal Dunia di Palembang, Keluarga Dukung Investigasi Kemenkes

Inilah sosok dr. Myta Aprilia yang meninggal dunia karena diduga dipaksa tetap jaga meski sedang sakit

Dokter muda kelahiran 13 April 2001 ini baru saja merakayan ulang tahun ke-25 pada bulan lalu.

Sang ibu, Okta Yusri, sempat mengunggah ucapan ulang tahun yang kini viral dan menyisakan kesedihan mendalam bagi siapa pun yang membacanya. 

"Selamat ulang tahun yang ke-25 tahun Kakak Myta semoga panjang umur sehat murah rezeki dan bahagia serta sukses selalu nak. Selalu jadi kebanggaan kami aamiin 13 April 2001" tulis sang ibu dalam unggahan media sosialnya, pada 13 April 2026 lalu.

Unggahan itu menjadi doa ulang tahun terakhir yang dipanjatkan sang ibu untuk dr. Myta sebelum berpulang pada Jumat lalu. 

Perwakilan keluarga, dr. Pebri Mahardika, menyatakan dr. Myta sudah hampir satu tahun menjalani program internship di Kabupaten Kuala Tungkal, Provinsi Jambi. 

Program magang yang dijalani dr. Myta pun hampir berakhir dalam beberapa bulan ke depan.

Ia dijadwalkan menyelesaikan magangnya pada pada Agustus 2026.

“Almarhumah ini menjadi tumpuan keluarga. Sebentar lagi seharusnya menyelesaikan program internship dan menjadi dokter umum sepenuhnya,” ungkapnya.

Baca juga: dr Myta Aprilia Meninggal 3 Bulan Jelang Program Internship Selesai, Diduga Dipaksa Kerja Saat Sakit

Tetap Tugas Jaga Malam Meski Kondisinya Sakit

Sementara, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) mengungkap bahwa dr. Myta diduga tetap harus menjalani tugas jaga malam meski kondisi fisiknya sudah drop sejak Maret 2026. 

Dalam surat yang dikirimkan kepada Kementerian Kesehatan, IKA FK Unsri membeberkan fakta memprihatinkan.

“dr. Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi,” tulis IKA FK Unsri dalam surat tersebut. 

Selain dipaksa bekerja saat sakit, dr. Myta diduga menjalani jam kerja yang tidak manusiawi di instalasi gawat darurat (IGD).

Alih-alih bekerja 8 jam sehari atau maksimal 48 jam seminggu sesuai aturan Kemenkes, ia dikabarkan bekerja hingga 12 jam per hari.

Ketua IKA FK Unsri, dr. Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa sistem operan tugas yang tidak berjalan semestinya sering kali memperpanjang durasi kerja dokter magang. 

”Kalau ada pasien yang belum beres penanganannya, jam kerjanya bakal diperpanjang. Padahal, mestinya penanganan itu bisa dioper ke dokter jaga berikutnya,” kata Ahmad.

Kondisi Myta Kritis sebelum Meninggal Dunia

Kelelahan yang berkepanjangan membuat daya tahan tubuh dr. Myta merosot tajam.

Sebelum dirujuk ke ruang ICU di Palembang, saturasi oksigen dokter muda ini dilaporkan anjlok hingga di bawah 80 persen. 

Ia meninggal dunia hanya terpaut tiga bulan sebelum masa pengabdian 12 bulannya berakhir.

KA FK Unsri kini mendesak audit menyeluruh terhadap fasilitas kesehatan terkait guna mengevaluasi supervisi dan ketersediaan obat bagi para dokter magang.

(*/Tribun-medan.com)

Diolah dari artikel sebelumnya Baca: Sebelum Meninggal Dokter Myta Curhat Jadwal Padat, Direktur RSUD: Kalau Dibully Itu Tidak Benar Baca juga: Sosok Myta Aprilia Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kerja Sampai 12 Jam Sehari

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved