Berita Viral

Sebelum Meninggal Dokter Myta Curhat Jadwal Padat, Direktur RSUD: Kalau Dibully Itu Tidak Benar

Selama bertugas, dokter Myta disebut sempat mengeluhkan padatnya jadwal jaga di RSUD

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
IST/Dok Pribadi
DOKTER MUDA MENINGGAL - Dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship meninggal di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang (RSMH). Penyebab meninggalnya dr Myta dalam pengustan Kementerian Kesehatan. dr Myta bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. 

 

Baca juga: DUDUK Perkara Korban KA Argo Anggrek Gugat KAI Rp100 M Terkait Tragedi Bekasi, Geram Isi SMS KAI121

IKA FK Unsri menyebut terdapat informasi awal terkait dugaan infeksi paru-paru, tetapi hal itu belum bisa dikonfirmasi secara medis.

"Informasinya ada dugaan infeksi paru-paru, tetapi kami tidak tahu persis karena tidak menangani langsung," ucapnya.

Selain faktor medis, investigasi juga akan menyoroti kemungkinan adanya tekanan atau perundungan di lingkungan kerja selama almarhumah menjalani masa magang. 

"Adanya dugaan itu (perundungan) nanti biar diinvestigasi oleh Kemenkes," katanya.

Ia memastikan IKA FK Unsri akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, meski kewenangan penuh berada di bawah Kementerian Kesehatan sebagai penyelenggara program internship.

"Kami siap mengawal sampai selesai. Namun. karena program ini berada di bawah Kementerian Kesehatan, mereka yang akan melakukan investigasi dan menentukan hasil akhirnya," ujarnya.

 Sementara itu, perwakilan keluarga, dr Pebri Mahardika, menyebut dr Myta merupakan harapan besar keluarga yang tinggal selangkah lagi menyelesaikan program internship.

Jenazah dr Myta telah dimakamkan di TPU Rengas, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, Sabtu (2/5/2026).

"Kami masih sangat terpukul. Dari mulai sakit sampai meninggal itu sangat cepat," ungkapnya.

Keluarga berharap kasus ini menjadi perhatian serius agar ke depan ada perbaikan sistem, khususnya terkait perlindungan serta beban kerja dokter internship.

"Kasus ini harus diungkap jelas, jangan sampai ada Myta yang lain," tegasnya.

Keterangan RSUD

Di tengah proses investigasi, pihak RSUD KH Daud Arif memberikan klarifikasi terkait dugaan perundungan. 

Direktur RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, menyatakan pihaknya telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.

"Kalau di-bully, itu tidak benar. Saya sudah panggil dokter. Komite medik juga sudah saya panggil. Semua saya panggil," katanya, dikutip dari Tribun Jambi, Sabtu.

Curhat Jadwal Padat

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved