Berita Viral
Sindiran Politisi PDIP Ribka Tjiptaning Sebut MBG Makan Beracun Gratis
Ribka yang punya latar belakang pendidikan dokter tersebut menyebut MBG sebagai "makan beracun gratis".
Mereka terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Artinya, kelompok ini sebelumnya memiliki riwayat penghasilan rendah.
Bahkan berada di bawah angka Rp1 juta per bulan.
Pihaknya mengeklaim kebijakan pengupahan ini secara efektif mampu mendongkrak pendapatan masyarakat ekonomi lemah.
Menurutnya, program MBG kini berkontribusi langsung pada penurunan angka kemiskinan ekstrem di berbagai daerah.
“Alhamdulillah mereka sekarang sudah mulai meningkat pendapatannya, angka kemiskinan ekstrem mulai turun karena hampir 40 persen relawan yang bekerja di SPPG berasal dari desil 1-4,” katanya.
Baca juga: Lirik Lagu Batak Rodo Au Marsomba Tu Jolom Dipopulerkan oleh Artha Sister
Baca juga: Lirik Lagu Batak Rodo Au Marsomba Tu Jolom Dipopulerkan oleh Artha Sister
Di Sulsel, ada sebanyak 836 SPPG kini aktif beroperasi di 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Setiap unit SPPG menerima dana operasional sebesar Rp1 miliar per bulan. Dana tersebut digunakan menopang aktivitas dapur.
Mulai dari pengadaan bahan baku pangan hingga operasional produksi.
"Beli apa? Sebanyak 70 persen atau sekitar Rp600 miliar untuk membeli produk pertanian, peternakan, dan perikanan," katanya.
Sejak program MBG mulai bergulir, jumlah SPPG di Sulsel terus bertambah secara bertahap.
Dadan Hindayana menyebutkan, total anggaran yang telah dikucurkan sejauh ini mencapai angka fantastis.
"Sampai bulan ini uang Badan Gizi di Sulsel sudah Rp1,9 triliun, ini uang besar beredar di masyarakat," kata Kepala BGN.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto sendiri meminta keterlibatan aktif perguruan tinggi di Sulsel dalam program ini.
Khususnya dalam aspek riset dan pengembangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Siswa-siswi-SD-di-Deli-Serdang-keracunan-MBG.jpg)