Berita Viral

Kelakuan 4 Pelaku Setelah Habisi Nyawa Dumaris, Tanpa Penyeselan hingga Lanjut Pesta Narkoba

Yang mengejutkan, usai menghabisi korban, keempat pelaku justru tidak menunjukkan penyesalan.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Anisa Florensia Tumanggor (21), Dumaris Sitio (60), dan Lisbet Barasa (22). 

Para pelaku sampai ke Medan pada Kamis (29/4/2026) malam.

Malam harinya, mereka masuk ke salah satu tempat hiburan malam. 

"Mereka belum sempat membagi hasil merampok. Malam Jumat itu sampai di Medan, mereka cari kelab malam. Di situ mereka pesta narkoba menggunakan pil ekstasi. Mereka happy-happy," ungkap Hasyim.

Pada Jumat (30/4/2026) pagi, mereka berpisah.

Sepasang pelaku, EW dan L, diturunkan di Binjai, Sumatera Utara.

Sementara pelaku eksekutor, SL dan otak pelaku, AFT, kabur ke Aceh Tengah, Aceh. 

Pasangan nikah siri ini sembunyi di sebuah kos-kosan milik saudara SL.

"Jadi semua barang bukti hasil merampok dipegang oleh AFT. Dalam tas itu ada perhiasan emas, uang, laptop, hingga jam tangan," sebut Hasyim.

Positif konsumsi narkoba

Dari hasil pemeriksaan urine, keempat pelaku positif mengkonsumsi narkoba.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita lansia bernama Dumaris (60), tewas dibunuh perampok di rumahnya di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (29/4/2026) pagi.

Aksi pembunuhan dan pencurian itu terekam kamera pengawas (CCTV) di luar dan dalam rumah korban. 

Pelaku diduga berjumlah empat orang. Dua orang lelaki dan dua perempuan.

Adapun, pelaku yang mengeksekusi korban adalah seorang pria. Pelaku memukul kepala korban dengan kayu balok secara berulang kali.

Pria tersebut sadar aksi terekam kamera CCTV, lalu merusaknya dengan dipukul kayu balok.

Mirisnya, dalam kasus ini salah satu pelaku wanita adalah menantu korban yang diketahui berinisial AFT.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved