Berita Viral
WAKIL Dekan UIN Sulthan Saifuddin Jambi yang Digerebek di Indekos Oleh Istrinya Resmi Diberhentikan
Wakil Dekan digerebek bareng mahasiswi di indekos resmi diberhentikan. Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Saifuddin (STS) Jambi
TRIBUN-MEDAN.com - Wakil Dekan digerebek bareng mahasiswi di indekos resmi diberhentikan. Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Saifuddin (STS) Jambi telah mengeluarkan surat pemberhentian kepada DK.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat malam, 1 Mei 2026, langsung menghebohkan publik setelah video penggerebekan tersebut viral di media sosial.
Menurut informasi yang dihimpun, DK digerebek di sebuah kos yang berlokasi di Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Kejadian ini memunculkan sorotan tajam terhadap perilaku dosen yang seharusnya menjadi panutan bagi mahasiswa dan masyarakat.
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H Kasful Anwar, M.Pd, dalam siaran pers yang dikeluarkan Sabtu (2/5/2026), menyatakan sangat menyesalkan insiden tersebut dan berkomitmen untuk mengambil langkah tegas dalam menanggapi peristiwa ini.
"Kami akan melakukan penelusuran lebih mendalam dan mengambil tindakan tegas untuk menjaga marwah institusi, integritas akademik, serta nilai-nilai etika yang menjadi landasan kehidupan kampus," ujar Kasful Anwar.
Baca juga: 2 Nelayan Asal Aceh Dituntut 16 Tahun di PN Medan Perkara Kepemilikan 1 Kilo Kokain
Baca juga: DPRD Medan akan Sosialisasi Pancasila, Wong Cun Sen Soroti Lunturnya Nasionalisme Generasi Muda
Sebagai langkah awal, UIN STS Jambi memutuskan untuk menonaktifkan DK dari jabatan tambahan sebagai wakil dekan.
Langkah ini diambil untuk menjaga objektivitas proses pemeriksaan dan kondusivitas di lingkungan kampus.
Pihak universitas juga menyatakan bahwa DK akan menjalani pemeriksaan etik terkait kejadian tersebut.
"Jika terbukti ada pelanggaran kode etik atau aturan yang berlaku, maka kami akan mengambil langkah sesuai dengan regulasi dan mekanisme yang ada," tambah Rektor.
Selain itu, DK juga dihentikan sementara dari segala aktivitas yang mewakili UIN STS Jambi, baik di tingkat internal maupun eksternal, serta dari kegiatan mengajar, pengabdian, dan penelitian.
Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa institusi tetap menjaga integritas dan kredibilitasnya di mata publik.
Melalui siaran pers yang ditandatangani oleh Rektor, pihak UIN STS Jambi juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa terganggu akibat beredarnya informasi ini.
Mereka menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum dosen tersebut tidak merepresentasikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh UIN STS Jambi dalam membangun lingkungan akademik yang berintegritas dan bermartabat.
Pihak kampus juga mengimbau agar tidak ada spekulasi atau penyebaran informasi yang dapat memperburuk situasi yang tengah berlangsung.
Saat ini, pihak kampus tengah melakukan penelusuran dan verifikasi internal untuk memperoleh informasi yang lebih utuh dan akurat terkait insiden ini.
UIN STS Jambi berharap proses penyelidikan dapat segera memberikan gambaran yang jelas dan dapat memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Baca juga: Polres Pelabuhan Belawan Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Tawuran
Baca juga: Kapolda Sumut Apresiasi Buruh dan Aparat, May Day 2026 Berlangsung Aman dan Damai
(*/tribun-medan.com)
Artikel sudah tayang di tribun-lampung.com
| KRONOLOGI LENGKAP Pembunuhan Dumaris Sitio, 4 Pelaku Juga Berniat Habisi Anak Korban di Luar Rumah |
|
|---|
| Motif Anisa Tumanggor Dalangi Bunuh dan Rampok Dumaris Mertuanya, Ngaku Karena Sakit Hati |
|
|---|
| Anisa Tumanggor Cs Ternyata Pakai Narkoba Sebelum Rampok dan Bunuh Sang Mertua Dumaris Sitio |
|
|---|
| Kain Kasa Tertinggal di Ketiak, Yayuk Laporkan RS, Pilu Bekas Operasi Membengkak Hingga Pecah |
|
|---|
| Kronologi Eks Menantu Otak Pembunuh Nenek Dumaris, Awalnya Cuma Mau Ngerampok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dosen-UIN-Jambi-penga.jpg)