Berita Viral

Korban Serudukan Mobil Kepala Dinas di Banten Bertambah, 2 Orang Meninggal Dunia

Korban tewas akibat serudukan mobil kepala dinas di Kabupaten Pandeglang, Banten, bertambah jadi dua orang

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
IST
TABRAK SISWA SD: Sebanyak delapan orang siswa sekolah SDN Sukaratu 5 di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Majsari, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi korban kecelakaan tunggal, Kamis (29/4/2026). 

Jenazah korban, lanjut Endang, telah dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan di wilayah Kecamatan Patia, Pandeglang.

“Rencananya dimakamkan di Patia, kemarin sudah dibawa,” ujarnya.

Endang juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tragis tersebut dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan.

Kronologi

Peristiwa kecelakaan tersebut berlangsung pada Kamis (30/4/2026) siang, tepat saat jam istirahat sekolah.

Suasana sekolah yang awalnya tenang seketika berubah menjadi kepanikan saat sebuah mobil melaju tak terkendali dan menghantam kerumunan orang di depan sekolah.

Rika Novianti, salah satu guru di sekolah tersebut, menuturkan bahwa para siswa sedang berada di luar area sekolah untuk membeli jajanan saat kejadian berlangsung.

"Posisi lagi beli jajan, nah mobil itu datang menggeruduk siswa, sales, dan pedagang yang ada di depan," ujar Rika.

Menurut kesaksiannya, benturan keras terdengar jelas dari arah luar sekolah.

Guru-guru yang mendengar suara tersebut segera berlarian ke lokasi untuk mengevakuasi para korban.

Beberapa siswa ditemukan terjepit di kolong mobil, sementara yang lain terperosok ke dalam selokan.

Total sembilan orang dilaporkan menjadi korban dalam insiden kecelakaan tunggal ini, yang terdiri dari tujuh siswa sekolah dasar, seorang pedagang, dan seorang sales.

Seluruh korban segera dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, pihak rumah sakit menyatakan bahwa seorang siswa kelas 4 SD meninggal dunia akibat cedera yang dialami.

Ortu Korban Tak Mau Berdamai

Saiful Bahri, salah satu orang tua siswa yang menjadi korban, menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan kasus ini berakhir dengan jalan damai.

Ia berharap pihak berwenang melakukan proses hukum secara transparan dan adil.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved