Berita Viral

Korban Serudukan Mobil Kepala Dinas di Banten Bertambah, 2 Orang Meninggal Dunia

Korban tewas akibat serudukan mobil kepala dinas di Kabupaten Pandeglang, Banten, bertambah jadi dua orang

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
IST
TABRAK SISWA SD: Sebanyak delapan orang siswa sekolah SDN Sukaratu 5 di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Majsari, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi korban kecelakaan tunggal, Kamis (29/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Korban tewas akibat serudukan mobil kepala dinas di Kabupaten Pandeglang, Banten, bertambah jadi dua orang.

Korban kedua yang meninggal adalah Dewi Handayani, yang merupakan pedagang di depan SD Sukaratu 5, Kecamatan Majasari.

Inisiden ini terjadi saat Ahmad Mursidi (58), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, mengemudikan mobil Toyota Innova warna hitam bernomor polisi A 1633 BF pada Kamis (30/4/2026) pagi. 

Mobil itu menabrak pedagang dan kerumunan siswa yang sedang jajan di depan SDN Sukaratu 5. 

Sebanyak 9 orang jadi korban, di mana satu siswa meninggal dunia bernama Tubagus Muhammad (10). 

Baca juga: Modus Minta Dikawankan Tidur, Guru Diduga Lakukan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati

Kasatlantas Polres Pandeglang AKP Surya Muhammad menyebut korban meninggal karena peristiwa tersebut bertambah jadi dua orang.

“Innalilahi wainnailaihi rojiun, iya betul (jadi dua orang),” ujar Surya dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Sabtu (2/5/2026). 

Korban kedua yang meninggal adalah Dewi Handayani, yang merupakan pedagang di depan SD Sukaratu 5.

Dewi sempat dalam kondisi kritis, sebelum dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang. 

Ia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 14.00 WIB setelah mengalami luka serius akibat ditabrak saat berjualan di depan sekolah. 

Dewi diketahui sehari-hari berjualan takoyaki di depan SDN Sukaratu 5. Ia tinggal di Komplek Perumahan Ciputri, Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang. 

Ketua RT setempat, Endang, membenarkan kabar meninggalnya Dewi yang merupakan warganya. 

“Betul, beliau warga kami yang mengontrak di Blok C5. Orangnya baik dan ramah,” kata Endang saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu. 

Ia menjelaskan, korban baru beberapa waktu tinggal di wilayah tersebut setelah pindah dari Jakarta bersama suaminya. 

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Dewi berjualan di depan sekolah sambil menunggu anaknya. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved