Berita Viral

RESPONS Kepala BGN Soal Protes Gaji Pencuci Piring MBG Rp3,5 Juta dan Guru Cuma Rp800 Ribu

inilah respons Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana soal protes gaji pencuci piring MBG Rp3,5 juta dan guru hanya Rp800 ribu

Tayang:
Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut bakal menambah jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Kamis (30/1/2025). Penambahan SPPG diperlukan untuk menjangkau lebih banyak sasaran Makan Bergizi Gratis (MBG). (Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan) 

TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah respons Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana soal protes gaji pencuci piring MBG Rp3,5 juta dan guru hanya Rp800 ribu.

Adapun Kepala BGN Dadan Hindayana mengakui dirinya menerima protes termasuk soal upah kerja pencuci piring MBG dan guru.

“Makanya kita diprotes oleh banyak pihak karena lebih tinggi gaji karyawan, pencuci piringnya, omprengnya lebih tinggi dibanding guru honorer.

Mereka (pencuci piring) bergaji Rp2,4 hingga Rp3,5 juta per bulan, guru mungkin hanya rata-rata Rp600-Rp800 ribu,” kata Dadan.

Padahal Dadan mengungkapkan BGN merekrut para relawan SPPG dari masyarakat yang tergolong dalam kategori desil 1 hingga 4.

Mereka terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca juga: Mantan Menantu Ternyata Jadi Perampok Dimaris Sitio, Sang Anak Sempat ke Rumah Ibunya Sebelum Tewas

Artinya, kelompok ini sebelumnya memiliki riwayat penghasilan rendah.

Bahkan berada di bawah angka Rp1 juta per bulan.

Pihaknya mengeklaim kebijakan pengupahan ini secara efektif mampu mendongkrak pendapatan masyarakat ekonomi lemah.

Menurutnya, program MBG kini berkontribusi langsung pada penurunan angka kemiskinan ekstrem di berbagai daerah.

“Alhamdulillah mereka sekarang sudah mulai meningkat pendapatannya, angka kemiskinan ekstrem mulai turun karena hampir 40 persen relawan yang bekerja di SPPG berasal dari desil 1-4,” katanya.

Di Sulsel, ada sebanyak 836 SPPG kini aktif beroperasi di 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Setiap unit SPPG menerima dana operasional sebesar Rp1 miliar per bulan. Dana tersebut digunakan menopang aktivitas dapur.

Mulai dari pengadaan bahan baku pangan hingga operasional produksi.

"Beli apa? Sebanyak 70 persen atau sekitar Rp600 miliar untuk membeli produk pertanian, peternakan, dan perikanan," katanya.

Sejak program MBG mulai bergulir, jumlah SPPG di Sulsel terus bertambah secara bertahap.

Baca juga: Teriakan Prabowo Saat Pidato Momen Hari Buruh: Manfaat MBG, Potongan Ojol, hingga Pertaruhkan Nyawa

Dadan Hindayana menyebutkan, total anggaran yang telah dikucurkan sejauh ini mencapai angka fantastis.

"Sampai bulan ini uang Badan Gizi di Sulsel sudah Rp1,9 triliun, ini uang besar beredar di masyarakat," kata Kepala BGN.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto sendiri meminta keterlibatan aktif perguruan tinggi di Sulsel dalam program ini.

Khususnya dalam aspek riset dan pengembangan.

"Siapa yang mengambil data kalau bukan dari dosen dan mahasiswa. Dari MBG sudah sibuk urus manajemen dan tata kelola. Yang riset kita," jelas Prof Brian Yuliarto.

Ia membuka peluang bagi kampus berperan langsung sebagai bagian dari ekosistem SPPG sekaligus pusat penelitian.

"Ini karenanya kalau memungkinkan kampus menjadi SPPG dan untuk riset gizi, pangan, sirkular ekonomi, sampahnya. Ahli gizi akan trace. Kita harap 2-3 tahun sekarang muncul kajian," lanjutnya.

Saat ini di Sulsel, sedang dalam pengusulan 454 unit SPPG.

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Tribunjatim

 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved