Berita Viral
MENTERI PPPA Minta Maaf Usul Gerbong Wanita dan Dituding Tumbalkan Pria Usai Kecelakaan Kereta
Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi minta maaf usul gerbong wanita dan dituding tumbalkan pria setelah kecelakaan kereta di Bekasi
TRIBUN-MEDAN.COM – Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi minta maaf usul gerbong wanita dan dituding tumbalkan pria setelah kecelakaan kereta di Bekasi.
Adapun Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi meminta maaf terkait usulannya soal gerbong perempuan.
Arifah mengakui bahwa usulan tersebut kurang tepat dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi publik, terutama karena disampaikan saat proses evakuasi dan suasana duka masih menyelimuti keluarga 16 korban tewas.
"Terkait pernyataan saya pasca-insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat.
Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban," ujar Arifah dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Tragedi memilukan ini bermula pada Senin malam (27/4/2026), saat sebuah taksi listrik mengalami korsleting hingga mogok di perlintasan Ampera Bekasi sekitar pukul 20.47 WIB.
Baca juga: Jadi Dokter Gadungan dan Ditangkap Polisi, Gelar Puteri Indonesia Riau 2024 Dicabut dari JRF
Taksi dari Green SM tersebut tertemper KRL rute Kampung Bandan–Cikarang, yang memaksa rangkaian kereta berhenti darurat di jalur KM 28+920, sekitar 100 meter dari perlintasan Ampera.
Kondisi kian mencekam pada pukul 20.57 WIB.
Di tengah kepanikan insiden pertama, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang dari arah belakang menghantam telak bagian ekor KRL yang sedang terhenti.
Benturan hebat ini menghancurkan gerbong paling ujung dan merenggut nyawa seluruh penumpang perempuan yang berada di dalamnya.
Menanggapi kritik yang menyebut usulannya mengabaikan keselamatan penumpang pria, Arifah menegaskan bahwa keselamatan seluruh warga adalah prinsip nomor satu tanpa memandang gender.
"Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya.
Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini, yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga," tuturnya.
Baca juga: Yayasan Puteri Indonesia Resmi Cabut Gelar Puteri Indonesia Riau 2024 dari Jeni Rahmadial Fitri
Selain memastikan penanganan 90 korban luka dilakukan secara cepat sesuai arahan Presiden, Kementerian PPPA juga hadir untuk memastikan hak-hak anak yang kehilangan orang tua dalam tragedi ini terlindungi.
Pihak kementerian telah menerjunkan tim untuk memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga yang mengalami trauma mendalam.
Sebelumnya, saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi, Arifah mengusulkan agar gerbong khusus perempuan dipindah ke bagian tengah rangkaian demi keamanan dalam situasi darurat.
"Usulan tersebut kami sampaikan karena melihat gerbong ujung menjadi titik paling rawan.
Namun, saat ini mari kita fokus pada penanganan korban dan upaya perbaikan sistem keselamatan secara menyeluruh," pungkasnya.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/arifatul-fauzi-kecelakaan-kereta-tribunmedan.jpg)