Berita Viral
Pesan Terakhir Nurlela Guru SD Korban Tewas Tabrakan Kereta di Bekasi, Sempat Minta Tolong
Sebelum menjadi korban dalam insiden tabrakan kereta KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur, Nurlela seorang guru SD sempat mengirim pesan terakhirnya
TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah pesan terakhir Nurlela guru SD korban tewas tabrakan kereta di Bekasi Timur.
Sebelum menjadi korban dalam insiden tabrakan kereta KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur, Nurlela seorang guru SD sempat mengirim pesan terakhirnya.
Dimana ia meminta tolong kepada penjaga sekolah.
Kini Nurlela yang menjadi korban tewas tabrakan kereta pun berhasil diidentifikasi.
Seorang perempuan terdata menjadi korban yang tewas dalam kecelakaan maut tersebut.
Ia adalah Nurlela, Guru SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur.
• SOSOK dan Kekayaan Rafid Lubis, Hakim Sekaligus Pemilik Daycare Little Aresha, Lagi Kuliah S2
Diketahuinya identitas korban bermula dari rekan kerja korban yang datang ke RSUD Bekasi.
Saat itu, mereka diperlihatkan foto dan memastikan jika Nurlela merupakan korban tewas dalam insiden kecelakaan maut ini.
Endang, penjaga SDN Pulogebang 11 mengatakan awalnya ia melihat wanita yang akrab disapa Bu Ela itu pulang malam dari sekolahnya pulang ke rumahnya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Tak lama kemudian, Endang mendapat kabar soal insiden kecelakaan maut itu.
Sontak, ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Nurlela, namun pesannya tak berbalas.
"Assalamualaikum Bu Ella. Lihat berita ini enggak? Saya kaget Bu Ella, gitu. Kan Bu Ella pulang malam gitu, saya kaget," kata Endang saat ditemui di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam.
Karena Nurlela tak kunjung membalas pesan, maka kepala sekolah memintanya mengecek ke lokasi kejadian.
Namun, pencariannya tak berbuah hasil karena semua korban sudah dievakuasi.
"Makanya kita sama pihak keluarga, sama orang tuanya, sama suaminya suruh nyebar, gitu," tuturnya.
Baca juga: 8 Daerah di Sumut Beri Dana Hibah ke Daerah Bencana Aceh Total 260 M, BKAD: Sesuai Arahan Mendagri
Nurlela, kata Endang, sempat mengirimkan pesan kepadanya meminta tolong setelah keluar dari sekolah.
Kala itu, Nurlela sempat membeli sebuah jus buah.
Namun, karena tertinggal, ia meminta Endang membuang agar tidak mengundang semut datang.
"Jam 20.16 WA saya nih, 'Mang, saya lupa, kan ada jusnya itu ketinggalan di sini(sekolah), takut ada semut gitu, mau minta tolong buangin mungkin', gitu," ucap Endang sambil menunjukkan pesan di ponselnya.
Baca juga: Ibu Muda Baru 1 Hari Masuk Kerja Usai Cuti Lahiran Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Kemudian, nomor telepon Bu Ela pun sudah tidak bisa dihubungi setelah adanya kabar kecelakaan tersebut.
Saat ini, sejumlah pihak keluarga sudah mulai berdatangan ke RSUD Bekasi.
Jenazah pun langsung dibawa pulang sekira pukul 02.00 WIB.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa telah terjadi gangguan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB.
Hingga Selasa (28/4/2026) siang, sebanyak 14 orang tewas dan 81 dilarikan ke rumah sakit.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Bangkapos
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kereta-api-Bekasi-Timur.jpg)