Berita Viral

Suami Pembakar Istri Tewas Susul Korban yang Meninggal Lebih Dulu, Alami Luka Parah

Luka bakar menyebabkan banyak cairan tubuh keluar sehingga pasien mengalami dehidrasi berat. 

Tayang:
IST/Polsek Gambiran
TERBAKAR - Polisi dari Polsek Gambiran, Banyuwangi, mendatangi pelaku dan korban yang merupakan pasangan suami istri di RSUD Genteng, Sabtu (25/4/2026) dini hari. Keduanya mengalami luka bakar ekstrem. 

Teriakan korban didengar antara lain oleh kakak kandung korban bernama Maksurin dan tetangga berjama Soleh.

Dua orang saksi itu melihat korban berteriak kesakitan dan tubuhnya terbakar.

"Mereka langsung menolong korban dengan cara menyiramkan air yang ada di kamar mandi menggunakan ember," sambung dia.

Setelah api pada tubuh korban padam, para saksi melihat adanya kobaran api di dalam kamar rumah. Mereka langsung masuk untuk melihat sumber api.

"Mereka mendapati terduga pelaku sudah dalam keadaan tengkurap dan terdapat api disekujur tubuhnya," ucap dia.

Kedua saksi langsung berusaha memadamkan api pada tubuh sang suami pembakar istri.

Kuat dugaan, sang suami menyiram sisa bensin pada tubuhnya sendiri dan membakar diri usai mencelakai sang istri.

Penjelasan Rumah Sakit

Plt Direktur RSUD Genteng Sugiyo mengatakan, Sularni meninggal pada Minggu (26/4/2026) sore.

Sementara Nur Khasanah meninggal Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Menurut Sugiyo, kedua pasien dibawa ke rumah sakit dalam keadaan luka bakar berat dan kritis. Menurutnya, kondisi luka bakar antara 80 persen hingga 100 persen membuat kemungkinan harapan selamat bagi pasien sangat rendah.

"Secara teori, angka kematian pada luka bakar sebesar itu mencapai sekitar 95 persen," kata dia, Senin (27/4/2026).

Risiko kematian tinggi sebab luka bakar berat mengancam seluruh fungsi tubuh. Luka bakar menyebabkan banyak cairan tubuh keluar sehingga pasien mengalami dehidrasi berat. 

"Maka penanganan awal adalah pemberian cairan. Dilanjutkan penanganan dilakukan berdasarkan prosedur ABC (Airway, Breathing, Circulation). Yaitu memastikan jalan napas, pernapasan, tekanan darah, dan sirkulasi tubuh tetap stabil," ujarnya.

Sugiyo menyebut, tim UGD rumah sakit sudah melakukan prosedur sesuai standar operasional, serta berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah dan anestesi.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved