Berita Viral
SOSOK Pengeroyok Prajurit TNI AD di Stasiun Depok Ternyata Sedang Mabuk, 2 Pelaku Ditangkap
Adapun pelaku memang kesehariannya berada di Stasiun Depok Baru lantaran salah satu pelakunya merupakan juru parkir di sana.
TRIBUN-MEDAN.com - Inilah sosok pengeroyok prajurit TNI AD di stasiun Depok.
Ternyata pelaku diketahui sedang dalam kondisi mabuk.
Kini 2 pelaku sudah ditangkap sementara sisanya masih dalam pengejaran.
Baca juga: KESAL Sering Diejek, Pemuda Bunuh Bocah 12 Tahun, Tusuk Korban Lalu Ditinggalkan di Kebun Karet
Polisi menangkap dua pelaku pengeroyokan terhadap prajurit TNI AD di Stasiun Depok Baru, Jawa Barat.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Made Gede Oka Utama mengatakan saat itu, pelaku tengah mabuk saat melakukan pengeroyokan.
"Dapat kami sampaikan memang para pelaku terpengaruh minuman beralkohol," kata Made, kepada wartawan, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Momentum Hari Otonomi Daerah Tekankan Pengelolaan Potensi Lokal untuk Kemandirian Daerah
Adapun pelaku memang kesehariannya berada di Stasiun Depok Baru lantaran salah satu pelakunya merupakan juru parkir di sana.
"Kebetulan para tersangka ini adalah orang yang memang biasa sehari-hari ada di Stasiun Depok. Salah satu tersangka merupakan juru parkir," ujarnya.
Ia memastikan jika pengeroyokan yang dilakukan hanya menggunakan tangan kosong.
Saat ini, korban mengalami sejumlah luka akibat penganiayaan dan kondisinya sudah berangsur membaik.
Baca juga: Momentum Hari Otonomi Daerah Tekankan Pengelolaan Potensi Lokal untuk Kemandirian Daerah
"Untuk ancaman pasal, Pasal 262 KUHP dan atau Pasal 466 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara," tuturnya.
Sebelumnya, Polres Metro Depok telah mengamankan dua orang pelaku pengeroyokan anggota TNI AD berinisial EY yang terjadi di Terminal Depok Baru, Jumat (24/4/2026).
Kasatreskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, mengungkapkan identitas ketiga pelaku sudah dikantongi. Dua pelaku sudah ditahan, sementara satu orang lainnya masih dalam pengejaran.
"Dari hasil penyelidikan dapat kami ungkap ataupun dapat kami lakukan penelusuran, dilakukan oleh tiga orang. Dan dua orang di antaranya sudah kami tangkap dan dilakukan upaya penahanan. Jadi masih satu orang kami lakukan DPO (Daftar Pencarian Orang)," kata Made Gede kepada awak media, Senin (27/4/2026).
Berawal Ingin Lindungi Anak
Beginilah duduk perkara anggota TNI dihajar ramai-ramai di Terminal Depok.
Penganiayaan ini berawal ingin melindungi seorang anak yang tengah dimarahi ibunya.
Wanita itu diduga memprovokasi hingga korban mengalami penganiayaan.
Baca juga: Sikap Ammar Zoni di Persidangan Disorot Eks Staf Ahli Kapolri: Coba dari Awal Dia Terus Terang
Akibat penganiayaan itu, korban mengalami sejumlah luka-luka.
Korban yang diketahui prajurit TNI AD berinisial EY (47) juga merupakan pegawai Kemenhan.
Ia menjadi korban pengeroyokan di kawasan Terminal Depok Baru, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026) malam.
Baca juga: Iran Ajukan Proposal Baru ke AS, Rencana Buka Kembali Selat Hormuz dan Akhiri Perang
Awalnya EY hendak menjemput anaknya di sekitar Stasiun Depok Baru.
EY melihat seorang ibu diduga tengah memarahi anaknya dengan keras.
Merasa prihatin, korban kemudian menegur perempuan tersebut agar tidak melakukan kekerasan terhadap anak.
Namun, teguran itu justru memicu ketegangan.
Perempuan tersebut tidak terima dan langsung menaikkan nada bicara hingga terjadi cekcok dengan korban.
Suami Terpancing Emosi
Situasi semakin memanas ketika suami dari perempuan tersebut, berinisial Y, datang dan langsung melakukan pemukulan terhadap korban.
Di tengah keributan, perempuan itu diduga turut memprovokasi warga sekitar dengan menyebut korban sebagai pihak yang memukul terlebih dahulu.
Baca juga: Wali Kota Binjai Tak Bisa Jumpai Pengunjuk Rasa karena Tugas ke Luar Kota, Pedagang Kecewa
"Ibu itu memberikan provokasi ke orang-orang di sekitar situ. Katanya si korban ini dibilang memukul duluan katanya," ujar Petugas Pengelolaan Terminal Terpadu Depok Baru, Bergas Fajar, dikutip dari Kompas.com, Senin (27/4/2026).
Tudingan tersebut memancing emosi sejumlah orang di lokasi, termasuk sopir angkot yang berada di sekitar terminal.
Korban pun sempat didorong sebelum akhirnya dikeroyok secara bersama-sama oleh pelaku dan warga yang terprovokasi.
Korban Babak Belur
Akibat pengeroyokan tersebut, EY mengalami sejumlah luka di bagian wajah.
"Luka terparah itu di mata, pelipis mata sebelah kanan, sama bibir sebelah kanan," ucap Bergas.
Selain itu, korban juga mengalami luka lecet di bagian telapak kaki akibat insiden tersebut.
Baca juga: HASAN NASBI Kembali Dilantik Masuk Kabinet Prabowo, Dulu Bikin Geram Publik Soal Teror Kepala Babi
Situasi semakin tak terkendali ketika korban sempat mengaku sebagai anggota.
Namun pengakuan tersebut justru dianggap mengada-ada oleh warga, sehingga amukan semakin brutal.
Petugas terminal kemudian berupaya melerai dan mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anggotaTNIdikeroyokksdf.jpg)