Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Jenazah Praka Rico Dikabarkan Tiba Hari Ini, Sosok Prajurit TNI Asal Sergei Gugur di Lebanon

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah almarhum dijadwalkan tiba di rumah duka pada hari ini Senin (27/4/2026). 

TRIBUN MEDAN/Istimewa/UNIFIL
PENGHORMATAN - Pasukan pemeliharaan perdamaian sementara PBB yang ditugaskan di Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara penghormatan untuk almarhum Kopda (Anm.) Rico Pramudia di Bandara Beirut pada Minggu (26/4/2026). Upacara dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan Nasional Lebanon dan Angkatan Darat Lebanon Brigadir Jenderal Maroun Azzi, dan Kolonel Allan Surya Lesmana dari kontingen Indonesia UNIFIL 

TRIBUN-MEDAN.com - Keluarga Praka Rico Pramudia menanti kepulangan jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. 

Duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga Praka Rico Pramudia di Dusun VII, Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, Sabtu (25/4/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah almarhum dijadwalkan tiba di rumah duka pada hari ini Senin (27/4/2026). 

Baca juga: Gerinda Geram Pernyataan Gubernur Kaltim Bandingkan Adiknya dengan Hasyim, Rudy Masud Minta Maaf

Usai disemayamkan, jenazah akan dimakamkan di TMP Tebing Tinggi.

Suasana haru mulai terasa sejak akhir pekan, ketika kerabat dan warga berdatangan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. 

SUASANA DUKA - Warga datang mengunjungi rumah duka Praka Rico Pramudia, Prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur di Lebanon yang berada di Kampung Suka Jadi Dusun VII Desa Dolok Manampang Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (25/4/2026). Saat ini jenazahnya masih ditunggu pihak keluarga.
SUASANA DUKA - Warga datang mengunjungi rumah duka Praka Rico Pramudia, Prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur di Lebanon yang berada di Kampung Suka Jadi Dusun VII Desa Dolok Manampang Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (25/4/2026). Saat ini jenazahnya masih ditunggu pihak keluarga. (TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan)

Sosok Praka Rico Pramudia

Kepala Desa Dolok Manampang, Dedi Turnip, menyampaikan bahwa almarhum merupakan putra asli daerah tersebut.

Ia adalah anak bungsu dari sembilan bersaudara, pasangan Pairin dan ibunya Kaya. 

Baca juga: NASIB Dekan di Universitas Bengkulu Jadi Tersangka, Nekat Aniaya Guru Besar Perkara BKD

“Almarhum asli putra Dusun VII Desa Dolok Manampang. Tapi saya belum tahu persisnya kapan almarhum masuk TNI dan berapa lama bertugas di Lebanon. Karena selama ini almarhum bertugas di Aceh. Kalau jenazahnya kemungkinan tiba di rumah duka pada hari Senin,” ungkapnya dikutip dari Antara.

Dalam kehidupan pribadinya, Rico diketahui telah menikah dengan Yulia Putri pada 27 November 2019 dan memiliki seorang anak yang masih balita.

Sang istri aktif dalam organisasi Persit Kartika Chandra Kirana (KCK). Selain sebagai prajurit, Rico dikenal sebagai pribadi yang religius.

Ia kerap membagikan pesan-pesan keagamaan melalui media sosial, termasuk ajakan untuk beribadah dan berbuat kebaikan. 

Baca juga: Mantan Rektor Unimed Prof Syawal Gultom Meninggal, Dunia Akademik Berduka

Kronologi Kejadian di Lebanon

Rico Pramudia merupakan anggota Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL yang bertugas di Lebanon Selatan.

Ia menjadi salah satu dari tiga prajurit TNI yang terluka akibat serangan artileri pada Minggu (29/3/2026).

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa serangan terjadi di pos penugasan kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar. 

“Praka Rico Pramudia mengalami luka berat serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Aulia saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Dalam insiden tersebut, satu prajurit lainnya, Praka Farizal Romadhon, gugur di lokasi akibat serangan langsung.

Setelah mengalami luka berat, Rico segera dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St.

George di Beirut untuk mendapatkan perawatan intensif. Selama beberapa pekan, tim medis berupaya memberikan penanganan terbaik.

Namun, kondisi Rico tidak berhasil diselamatkan dan ia dinyatakan gugur setelah menjalani perawatan.

(tribun-medan.com)

Sumber: kompas.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved