Berita Viral
Isi Pernyataan Lengkap Rudy Masud soal Kursi Pijat Rp 125 Juta: Saya Tidak Mencari Alasan
Gubernur Rudy Masud mengaku membutuhkan kursi pijat setelah letih mengemudi mobil sendiri.
TRIBUN-MEDAN.com - Lagi-lagi Gubernur Kaltim Rudy Masud tuai kontroversi.
Gubernur Kaltim Rudy Masud belakangan kerap jadi sorotan karena kontroversinya.
Mulai dari mobil dinas Rp8,5 miliar hingga rumah dinas Rp25 miliar.
Tak berhenti sampai disitu, kali ini ia justru meminta kursi pijat Rp125 juta.
Gubernur Rudy Masud mengaku membutuhkan kursi pijat setelah letih mengemudi mobil sendiri.
Hal ini jelas membuat Rudy Masud kembali menuai sorotan karena anggaran kursi pijat di rumah jabatan yang fantastis yakni Rp 125 juta.
Jumlah tersebut dianggap cukup besar untuk sebuah kursi pijat.
Terlebih Pemerintah Pusat tengah menggaungkan efisiensi anggaran.
Kini Rudy Masud sudah membuat pengakuan soal permintaan kursi pijat.
Melalui video yang diunggahnya di akun Instagramnya, Rudy Masud langsung meminta maaf kepada masyarakat Kaltim, Minggu (26/4/2026).
Tak hanya itu, ia juga langsung mengambil tindakan terkait keluhan-keluhan masyarakat.
Di antaranya, Rudy Mas'ud akan mencoret nama adiknya, Hijrah Mas’ud dari jabatan Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).
Rudy juga berjanji akan meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Terkait renovasi rumah jabatan yang menjadi sorotan publik, Rudy juga menegaskan akan menanggung biayanya sendiri yang tak terkait dengan tugas kedinasan.
Ia akan menggunakan uang sendiri untuk kursi pijat dan akuarium air laut serta hal-hal yang tidak terkait dengan tugas kedinasan.
Untuk ketersingunggan Gerindra Kaltim, Rudy juga memohon maaf atas pernyataannya.
Ia mengaku tak bermaksud membandingkan dengan siapapun.
Terakhir, Rudy Mas'ud berjanji akan akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata, agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru.
"Saya berkomitmen untuk bekerja lebih teliti, lebih peka, dan lebih mendahulukan apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat Kalimantan Timur," tutur Rudy Mas'ud.
Berikut ini pernyataan lengkap Gubernur Rudy Mas'ud yang ia unggah di akun Instagramnya, Minggu (26/4/2026).
ISI PERNYATAAN RUDY MAS'UD
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Ayahanda, ibunda, dan adik-adik masyarakat Kalimantan Timur yang saya hormati.
Beberapa hari terakhir saya mengikuti, berbagai perhatian, masukan dan juga kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat.
Sebagai gubernur saya memahami.
Ketika menyangkut kebijakan dan penggunaan fasilitas publik wajar jika muncul pertanyaan bahwa kritik yang keras itu adalah bentuk kepedulian masyarakat pada daerah yang kita cintai bersama.
Beberapa hari ini saya banyak merenung.
Saya menyadari ada hal-hal yang perlu saya perbaiki, baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi.
Untuk itu dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi.
Saya juga memahami di tengah masyarakat masih banyak kebutuhan dasar yang harus kita benahi.
Oleh karena itu ketika muncul informasi terkait renovasi rumah jabatan dengan nilai yang cukup besar, termasuk di dalamnya beberapa item yang menjadi sorotan seperti kursi pijat dan akuarium air laut.
Wajar jika hal tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman dan pertanyaan di masyarakat.
Perlu kami sampaikan secara jujur, bahwa perencanaan paket renovasi rumah Rp25 miliar tersebut memang sudah ada sebelum kami menjabat.
Namun saya menyadari, sebagai gubernur saat ini tanggung jawab tetap ada pada saya.
Saya juga harus meneliti lebih dalam, memilah dan memastikan prioritasnya benar-benar sesuai dengan rasa keadilan masyarakat.
Karena itu saya tidak mencari alasan.
Ini adalah tanggung jawab saya.
Sebagai bentuk komitmen saya akan mengambil langkah:
Yang pertama: Saya akan menanggung secara pribadi item renovasi rumah dinas yang di luar fungsi kedinasan termasuk kursi pijat dan akuarium air laut.
Seluruh item dalam paket renovasi akan kami evaluasi dan audit ulang secara terbuka agar masyarakat dapat melihat dengan jelas dan ikut mengawasi.
Ke depan kami juga akan melakukan penyesuaian agar penggunaan anggaran fasilitas pimpinan lebih sederhana dan lebih berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
Kedua: Sebagai bentuk kepercayaan publik, mulai besok (Senin (27/4/2026) saya juga akan meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Termasuk Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).
Kami juga akan membuka ruang transparansi yang lebih luas agar setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama.
Masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat, saya terima sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap Kalimantan Timur.
Terkait dengan pernyataan saya sebelumnya, yang dikaitkan dengan pimpinan di tingkat nasional dan menimbulkan penafsiran yang kurang tepat, saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya.
Saya menegaskan tidak ada maksud sedikitpun untuk membawa atau membandingkan pihak manapun ke dalam konteks yang tidak semestinya.
Ke depan, saya akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata, agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru.
Saya berkomitmen untuk bekerja lebih teliti, lebih peka, dan lebih mendahulukan apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Mohon doa dan dukungan, untuk meneruskan program-program kita dan memastikan setiap manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Timur.
Terima kasih, akhirul kalam wabillahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Artikel sudah tayang di Tribun Kaltim
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Kisah Nenek Sofiah, Guru Mengaji Bisa Naik Haji dari Hasil Menabung di Bawah Kasur |
|
|---|
| Rafid Ihsan Lubis, Nama Pemilik Daycare Aresha yang Diduga Aniaya 53 Anak di Jogja |
|
|---|
| Tanggapan Kadispora Sumut, Dewa United Akan Bermarkas di Sumatera Utara |
|
|---|
| Kronologi Awal Terungkapnya Penganiayaan 53 Balita di Penitipan Daycare, 13 Orang Jadi Tersangka |
|
|---|
| Kecelakaan di Jalan Sumarsono, Seorang Ibu Tewas, Mobil yang Menabrak Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rudy-masud-gubernur-kaltim.jpg)