Berita Internasional

Reaksi Presiden AS soal Insiden Penembakan di Washington, Ogah Kaitkan dengan Iran: Dia Orang Sakit

Bersama istri, Melania Trump, presiden langsung dievakuasi saat menghadiri acara White House Correspondents' Dinner

TRIBUN MEDAN
Pada video itu tampak, Donald Trump duduk di tengah dan sejumlah pendeta mengelilinginya dan memberi doa.   

TRIBUN-MEDAN.com - Insiden penembakan di Washington, Amerika Serikat, dikecam oleh presiden negara itu, Donald Trump.

Bersama istri, Melania Trump, presiden langsung dievakuasi saat menghadiri acara White House Correspondents' Dinner pada Sabtu (25/4/2026) waktu setempat.

Mengutip pemberitaan middleeastmonitor.com, Trump menduga pelaku tidak ada kaitannya dengan Iran.

Seperti diketahui, Iran saat ini menjadi musuh Amerika Serikat bersama Israel.

Sejak 28 Februari 2026, situasi tak kunjung kondusif meski pada akhir April 2026 ketiga negara sepakat gencatan senjata.

“Saya rasa tidak. Namun, kita tidak pernah tahu,” kata Trump ketika ditanya apakah ada kaitan insiden penembakan dengan perang yang sedang berlangsung.

Penembakan ini melukai seorang petugas, pelaku sudah berhasil ditangkap.

Laporan media menyebutkan tersangka diidentifikasi sebagai Cole Thomas Allen, 31 tahun.

“Kesan saya, dia adalah seorang penyendiri,” kata Trump.

Trump mengatakan, pelaku memiliki senjata lebih dari satu.

“Saya kira dia tinggal di California, dan dia orang yang sakit, orang yang sangat sakit,” tambahnya.

Profil Cole Allen Pelaku Penembakan yang Bikin Trump Dilarikan Saat Makan Malam 

Pelaku penembakan di acara jamuan makan Gedung Putih yang diunggah Donald Trump ke media sosialnya. (Truth Social/Donald J. Trump)
Pelaku penembakan di acara jamuan makan Gedung Putih yang diunggah Donald Trump ke media sosialnya. (Truth Social/Donald J. Trump) (TRIBUN MEDAN)

Berikut profil Cole Allen pelaku penembakan yang bikin Presiden AS Donald Trump dilarikan saat malam malam.

Adapun Cole Allen tengah menjadi sorotan setelah tembaki beruntun yang bikin Donald Trump dievakuasi.

Insiden penembakan itu terjadi di Hotel Washington Hilton, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (25/4/2026) malam.

Saat penembakan terjadi, Presiden AS Donald Trump berada di lokasi tersebut.

Setelah tembakan meletus, Donald Trump yang sedang menghadiri acara White House Correspondents' Dinner terpaksa dievakuasi.

Trump pun dilarikan dari panggung di Hotel Washington Hilton.

Terdengar bunyi tembakan di luar ruang pertemuan tempat acara gala media tahunan berlangsung. 

Lantas, siapa tersangka pelaku penembakan tersebut?

Menurut laporan CNN, pelaku penembakan di Hotel Washington Hilton Washington DC adalah Cole Tomas Allen (31). 

Dia bekkerja sebagai guru dan pengembang gim video dari California Selatan, menurut sumber catatan publik.

Allen tinggal di pinggiran kota Los Angeles, Torrance. 

Dia ditangkap setelah membawa senjata pada malam penembakan terjadi. 

Petugas kemudian menangkap dan melumpuhkannya di dekat tempat makan malam Trump dan pejabat lainnya. 

Berdasarkan profil LinkedIn yang sesuai dengan nama dan fotonya, Allen diketahui merupakan guru paruh waktu di C2 Education, sebuah perusahaan persiapan ujian dan bimbingan belajar. 

C2 sempat menobatkan Allen sebagai "guru terbaik bulan ini" pada Desember 2024. 

Namun, belum ada tanggapan resmi dari C2 atas kasus karyawannya tersebut.

Allen merupakan alumni dari California Institute of Technology pada tahun 2017.

Dia lulus dengan menyandang gelar sarjana di bidang teknik mesin dan menerima gelar master di bidang ilmu komputer dari California State University-Dominguez Hills tahun lalu.

Saat masih menjadi mahasiswa di Caltech, Allen pernah diliput dalam berita lokal pada tahun 2017 karena mengembangkan prototipe rem darurat untuk kursi roda.

Menurut catatan Komisi Pemilihan Federal, Allen menyumbangkan 25 dollar AS untuk kampanye presiden Kamala Harris pada Oktober 2024. 

Pria itu juga menyebut dirinya sebagai pengembang video game di profil LinkedIn-nya. 

Dia telah menerbitkan game indie bernama Bohrdom untuk dijual di platform game Steam seharga 1,99 dollar AS.

Allen juga mendaftarkan merek dagang untuk nama game tersebut pada 2018, menurut catatan merek dagang federal. 

Dalam akun LinkedIn-nya, Allen menulis bahwa dia "saat ini sedang mengembangkan game kedua, dengan nama sementara 'First Law'."

Sebelumnya, pejabat Kepala Kepolisian Metropolitan, Jeffery Carroll, mengatakan pihaknya telah menangkap pelaku. 

Pelaku yang kini ditetapkan sebagai tersangka itu diyakini sebagai tamu di Washington Hilton, tempat acara berlangsung. 

“Informasi awal. Kami yakin dia adalah tamu di hotel ini,” kata Carroll, dilansir CNN mengutip Kompas.com, Minggu (26/4/2026). 

Tersangka kini telah ditangkap dan ditahan. 

Dia akan menghadapi dua dakwaan, yakni penggunaan senjata api selama kejahatan atau kekerasan dan penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya.

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved