Berita Viral

Polemik Paket MBG di SMA Angkasa Pattimura yang Diduga Dibawa Pulang oleh Oknum Guru

Kasus ini menjadi viral karena dugaan bahwa ratusan paket MBG justru dibawa pulang oleh oknum guru, bukan diterima oleh siswa

Editor: AbdiTumanggor
IST
Program MBG 

TRIBUN-MEDAN.COM – Polemik distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Angkasa Pattimura, Ambon, mencuat setelah sejumlah siswa kelas 12 mengeluhkan ompreng kosong yang seharusnya berisi jatah makanan mereka.

Kasus ini menjadi viral karena dugaan bahwa ratusan paket MBG justru dibawa pulang oleh oknum guru, bukan diterima oleh siswa sebagai penerima utama.

Setiap hari, sekolah menerima sekitar 230 paket MBG dari penyedia resmi, SPPG.

Namun, siswa kelas 12 mengaku kerap mendapati ompreng kosong saat mereka tiba di sekolah.

“Ini bukan baru sekali terjadi. Kami menduga paket itu dibungkus oleh guru untuk dibawa pulang,” ungkap salah satu siswa yang enggan disebutkan namanya.

Kekecewaan semakin dalam karena siswa kelas 12 tetap diwajibkan hadir ke sekolah, sementara kelas lain diliburkan.

Mereka merasa kehadiran ke sekolah tidak sebanding dengan hak yang seharusnya diterima.

“Kami datang untuk mendapatkan MBG, tapi kenyataannya tidak ada,” tambahnya.

Keluhan siswa menyoroti ketidakjelasan kebijakan internal sekolah.

Mereka menilai distribusi MBG tidak transparan dan tidak memprioritaskan siswa sebagai penerima manfaat utama.

“Kenapa guru bisa ambil, tapi siswa tidak bisa? Padahal kami semua tinggal di sekitar sekolah,” ujar seorang siswa lain.

Situasi ini semakin membingungkan ketika pembelajaran daring diberlakukan.

MBG tetap dikirim ke sekolah, tetapi siswa yang belajar dari rumah tidak mendapat jatah.

“Kami tidak ada masalah dengan SPPG. Ini soal pihak sekolah. Ini hak siswa, bukan guru,” tegas mereka.

Klarifikasi Kepala Sekolah

Kepala SMA Angkasa Pattimura, Sofia de’Lima, memberikan penjelasan terkait polemik tersebut.

Menurutnya, pada Rabu (22/4/2026), siswa memang tidak masuk sekolah karena ada agenda pengambilan Program Indonesia Pintar (PIP) di bank.

Sementara itu, guru tetap hadir untuk menjalankan tugas dan mengikuti pertemuan dengan pihak yayasan.

“Makanan datang sekitar pukul 10.00 WIT. Saat itu siswa tidak masuk, hanya guru yang berada di sekolah. Karena sudah terlanjur diantarkan, makanan kemudian dikonsumsi oleh guru setelah menyelesaikan aktivitas mereka,” jelas Sofia.

Ia menambahkan, siswa yang datang ke sekolah sekitar pukul 14.00 WIT mendapati ompreng kosong karena makanan sudah habis.

“Siswa itu singgah ke sekolah setelah dari bank. Karena tidak ada informasi dari sekolah untuk kembali, mereka melihat makanan sudah tidak tersedia,” tutupnya.

Meski klarifikasi telah disampaikan, kekecewaan siswa belum sepenuhnya terjawab.

Mereka menilai distribusi MBG harus lebih transparan dan berpihak pada penerima utama, yakni siswa.

Bahwa program bantuan bergizi, yang seharusnya mendukung kesehatan dan semangat belajar siswa, bisa kehilangan makna jika tidak dikelola dengan transparan.

Harapan siswa sederhana: evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Artikel ini telah tayang di TribunAmbon.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca juga: VIRAL di Menu MBG Ditemukan Belatung, Apa Tindakan BGN?

Baca juga: VIRAL Guru Diduga Bawa Pulang Ratusan Paket MBG, Siswa SMA Protes: Ompreng Sudah Kosong

Baca juga: VIRAL Isu Dana Himbara Digunakan untuk Program MBG, Ini Penjelasan OJK

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved