Berita Viral

KRONOLOGI Oki Setiana Dewi Diteror Usai Jadi Saksi Kunci Dugaan Syekh Ahmad Al Misry Lecehkan Santri

Oki Setiana Dewi yang disebut sebagai saksi kunci, kini dikabarkan menjadi korban teror setelah membantu mengungkap kasus ini.

Instagram/Oki Setiana Dewi
SAKSI KUNCI - Beginilah kronologi Oki Setiana Dewi diteror usai jadi saksi kunci dugaan Syekh Ahmad Al Misry lecehkan santri. Syekh Ahmad Al Misry pun kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap lima santri laki-laki. 

TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah kronologi Oki Setiana Dewi diteror usai jadi saksi kunci dugaan Syekh Ahmad Al Misry lecehkan santri.

Syekh Ahmad Al Misry pun kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap lima santri laki-laki.

Penetapan tersangka terhadap Syekh Ahmad dilakukan setelah Bareskrim Polri melakukan gelar perkara oleh penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO).

Baca juga: Temani Perjalanan Ibadah, Posko Siaga Haji Telkomsel Hadir di Medan dan Aceh

Sedangkan Syekh Ahmad Al Misry masih membantah dugaan pelecehan tersebut. 

Belakangan diketahui nama Ustazah Oki Setiana Dewi terseret dalam pusaran kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santri yang melibatkan Syekh Ahmad Al Misry (SAM).

Oki Setiana Dewi yang disebut sebagai saksi kunci dalam kasus ini. 

Baca juga: Di Tengah Protes Keras Iran soal Blokade AS, Trump Malah Tambah Kapal Induk di Timur Tengah

Kini ia dikabarkan menjadi korban teror setelah membantu mengungkap dugaan perilaku menyimpang yang dilakukan oleh Syekh tersebut terhadap korban yang dibawa ke Mesir.

Hal itu diungkap oleh HB Mahdi, perwakilan para korban, saat konferensi pers pada Rabu (22/4/2026).

Habib Mahdi mengungkapkan pelecehan yang terjadi di Mesir menimpa seorang santri berprestasi yang merupakan hafiz Al-Qur'an juara dua nasional.

Foto Ilustrasi: Aktris dan pendakwah Oki Setiana Dewi menyatakan tidak mendukung kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Foto Ilustrasi: Aktris dan pendakwah Oki Setiana Dewi menyatakan tidak mendukung kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). (Instagram/Oki Setiana Dewi)

Kejadian tersebut berlangsung sangat intens selama kurun waktu 14 hari di sekitar bulan Agustus hingga September 2025.

"Karena kasus yang di Mesir dia (Oki) ungkap. Kasus yang di Mesir ini kejadiannya pada minggu terakhir bulan Agustus sampai dengan minggu pertama bulan September, artinya selama 14 hari," ujar HB Mahdi dilansir dari kanal YouTube Seleb On Cam News, Kamis (23/4/2026).

Seperti dikabarkan sebelumnya, kasus dugaan pelecehan ini disebut telah mencuat sejak 2021 berdasarkan laporan sejumlah korban.

Baca juga: Dihamili Ayah Kandung, Remaja di Sumsel Pakai Identitas Ibu Saat Melahirkan, Rumah Dikepung Massa

Saat itu, upaya klarifikasi sempat dilakukan melalui forum internal yang melibatkan tokoh agama dan korban, namun tidak menghasilkan penyelesaian tuntas.

Kasus kembali mencuat pada akhir 2025 setelah muncul informasi baru, termasuk dari luar negeri.

Dalam perkembangannya, disebut ada dugaan pola pendekatan terhadap korban melalui iming-iming pendidikan ke Timur Tengah.

Oki Setiana Dewi disebut telah bertemu langsung dengan korban untuk mengonfirmasi peristiwa tersebut. 

DILAPORKAN- Syekh Ahmad Al Misry dilaporkan ke Bareskrim Polri atas kasus dugaan pelecehan terhadap sejumlah santri.
DILAPORKAN- Syekh Ahmad Al Misry dilaporkan ke Bareskrim Polri atas kasus dugaan pelecehan terhadap sejumlah santri. (Instagram @ahmad_almisry2)

Meskipun awalnya korban tidak berani mengungkap 100 persen, namun adanya dugaan pelecehan dipastikan benar terjadi.

Pasalnya, kasus ini mulai terkuak saat kakak dari salah satu korban yang berada di Mesir mendapatkan beasiswa dari Oki. 

"Si kakak ini komunikasi sama Ustazah Oki, yang akhirnya Ustazah Oki menanyakan peristiwa itu kepada si korban. Walaupun si korban saat itu tidak mengungkap 100 persen, tapi bahwa adanya pelecehan itu terungkap, jadi Ustazah Oki langsung ketemu sama korban," ungkap HB Mahdi.

Keberanian Oki dalam berdiri di sisi korban ternyata berbuntut panjang.

Habib Mahdi membeberkan bahwa Oki Setiana Dewi mendapatkan ancaman dan teror dari pihak-pihak yang diduga terafiliasi dengan Syekh Ahmad Al Misry.

"Ustazah Oki itu dapat ancaman minggu kemarin, di mana diteror oleh pihak Syekh Ahmad Al Misry," tegas Habib Mahdi.

Menanggapi hal ini, Habib Mahdi tidak tinggal diam. 

Ia memperingatkan pihak terlapor bahwa segala bentuk intimidasi terhadap saksi dan korban dapat dijerat dengan hukum pidana yang berat.

“Saya bilang, saya ingatkan, saya bisa mengenakan pasal 221, pasal 355, pasal 368, pasal 55, dan pasal 56 atas ancaman, teror kepada saksi-saksi saya atau kepada korban-korban saya,” ujarnya.

“Baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung,” imbuhnya.

Adapun bentuk ancaman yang dialami oleh Oki Setiana Dewi yakni dengan cara mencari alamat. 

“Kalau Ustazah Oki, Ustazah Oki itu melalui Alif, asisten, asisten daripada eh Syekh Ahmad Misry, itu meminta kepada orang-orang anak-anak Indonesia di mana alamatnya yang di Mesir. Ya kan, di mana alamatnya, di mana rumahnya gitu,” tutupnya.

Syekh Ahmad Al Misry Bersumpah Membantah

Syekh Ahmad Al Misry alias SAM akhirnya muncul dan menanggapi tuduhan dugaan tindak pelecehan seksual menyimpang yang ia lakukan terhadap sejumlah santri.

Syekh asal Mesir itu mengeklaim dirinya memiliki bukti telah difitnah.

"Tuduhan pelecehan kepada santri, itu tidak benar adanya. Maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya, sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang dan juga ada saksi-saksinya," jelasnya, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (23/4/2026).

Dia juga menyayangkan nama Nabi Muhammad SAW yang disebut dalam kasus ini.

Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut bukan hanya menyerang pribadinya, tetapi juga merupakan penghinaan terhadap simbol suci agama.

"Tuduhan fitnah yang sangat kejam, yang sangat melukai hati saya dan setiap orang muslim, adalah fitnah terhadap Rasulullah SAW melakukan pelecehan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Nauzubillah," tegasnya dengan nada emosional.

Ia bahkan bersumpah bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan fatwa atau pernyataan menyesatkan seperti yang dituduhkan.

"Demi Allah, saya tidak pernah berfatwa dengan hal demikian. Ini adalah dusta dan fitnah yang sangat kejam yang disebarluaskan di media sosial," tegas Syekh Ahmad.

Syekh Ahmad juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang melaporkannya serta rekan sesama dai yang ikut menyebarkan informasi tersebut tanpa melakukan klarifikasi langsung kepadanya.

Menurutnya, informasi yang beredar telah terdistorsi karena tidak adanya komunikasi dua arah.

"Orang-orang itu tidak pernah berjumpa dengan saya, berkomunikasi lewat WhatsApp pun tidak pernah. Sangat disayangkan banyak dai-dai yang menyebarluaskan fitnah ini tanpa tabayun (klarifikasi) kepada saya," sesalnya.

Menutup pernyataannya, Syekh Ahmad meminta jemaah dan seluruh kaum muslimin untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di jagat maya agar tidak terjebak dalam dosa fitnah.

"Para jemaah yang dimuliakan Allah SWT, seluruh kaum muslimin muslimat, kita harus berhati-hati ketika kita menyampaikan suatu informasi," pungkasnya.

 

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved