Tudingan Ijazah Palsu
Pengakuan Terbaru Rismon Sianipar soal Ijazah Jokowi, Selama Ini Disembunyikan Watermark dan Emboss
Pernyataan terbaru Rismon Sianipar terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Ia menjelaskan, watermark tersebut membentuk pola bintik dan memunculkan tulisan “Universitas Gadjah Mada”.
Watermark tersebut, menurutnya, tidak dapat dilihat secara kasat mata dan hanya muncul melalui proses analisis digital.
Emboss dan Perbandingan Ijazah
Selain watermark, Rismon juga menemukan adanya emboss pada ijazah Jokowi.
Emboss tersebut terlihat di dekat kolom tanda tangan rektor Universitas Gadjah Mada.
Ia juga membandingkan ijazah Jokowi dengan empat ijazah lulusan Fakultas Kehutanan tahun 1985.
Dari hasil perbandingan tersebut, Rismon menyimpulkan bahwa ijazah Jokowi identik dan asli.
Dalam proses ini, ia menggunakan metode translasi, rotasi, serta analisis visual berbasis K-Means Clustering.
Baca juga: Satlantas Polrestabes Medan Selidiki Penyebab Kecelakaan Brigjen Pol Purn Raziman Tarigan
Koreksi soal Skripsi dan Font
Tak hanya ijazah, Rismon juga menyoroti skripsi Jokowi yang dibuat pada 1985.
Ia mengakui bahwa analisis sebelumnya keliru karena mengira dokumen tersebut menggunakan font Times New Roman yang baru populer pada 1990-an.
Setelah ditelusuri ulang, ia menemukan bahwa pada era 1980-an sudah ada font digital bernama Times Roman, yang digunakan sejak 1984—setahun sebelum Jokowi lulus.
“Ternyata sebelum Times New Roman muncul di Windows 3.1, sudah ada Times Roman sejak 1984,” jelasnya.
Berdasarkan temuan tersebut, Rismon kemudian merekonstruksi ulang lembar pengesahan skripsi menggunakan font Times Roman.
Ia menyebut penggunaan font tersebut juga lazim di berbagai fakultas lain di UGM pada masa itu.
Selain itu, ia menambahkan bahwa pada era 1980-an, tidak semua lembar pengesahan skripsi dilengkapi tanda tangan penguji karena keterbatasan biaya percetakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jokowi-dilaporkan-Rismon-Sianipar-Terbaru.jpg)