Berita Viral
UNGGAHAN Hendrikus Rahayaan Sebelum Penikaman Nus Kei Kini Viral, Singgung Kerjaan 1 M
Bersamaan dengan penangkapan tersebut, publik menyoroti jejak digital Hendrikus Rahayaan.
TRIBUN-MEDAN.com - Unggahan Hendrikus Rahayaan sebelum penikaman Nus Kei kini viral.
Warganet rama-ramai mengomentari unggahannya soal tawaran pekerjaan bernilai 1 M.
Seperti diberitakan, Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis diamankan karena diduga terlibat kasus penusukan Nus Kei di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026) pukul 11.25 WIT.
Baca juga: Pererat Sinergi Antar Daerah, Wabup Samosir Ariston Hadiri Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun
Nama Hendrikus cukup mencolok, lantaran ia dikenal sebagai atlet Mixed Martial Arts sekaligus memiliki hubungan keluarga dengan John Kei, figur yang selama ini dikenal luas di Jakarta. Sementara itu, Finis disebut sebagai warga biasa.
Di balik kasus ini, polisi mengungkap adanya motif yang tidak sederhana.
Dendam lama menjadi latar belakang utama yang mendorong aksi nekat tersebut.
Baca juga: Ketua DPD PDIP Sumut Hadiri Pemberkatan Gereja Katolik Lumban Malau di Samosir, Dukung Pembangunan
Bersamaan dengan penangkapan tersebut, publik menyoroti jejak digital Hendrikus Rahayaan.
Melalui akun Instagram pribadinya, postingan yang dibagikan Hendrikus pada Senin, (9/3/2026) jadi sorotan karena dianggap sebagai "sinyal" sebelum aksi penyerangan terjadi.
Dalam foto yang memperlihatkan dirinya sedang duduk menghadap sawah, dengan tertulis kalimat yang mengundang kecurigaan besar.
"Dikasih kerjaaan 1 M, Ambil ginjal bintang." tulisnya dalam unggahan video tersebut, dikutip Tribunsumsel.com.
Hendrikus juga mengisyaratkan bahwa dirinya masih mempertimbangkan tawaran tersebut.
"Mikir-mikir dulu," tulisnya pada keterangan postingan.
Warganet ramai-ramai mengaitkan caption tersebut sebagai bukti adanya indikasi pembunuhan berencana atau aksi pesanan kepada Nus Kei.
"Salfok sama tulisan dan caption-nya setelah terduga kasus pembunuhan," tulis akun @aka.bennington.
Baca juga: Update Daftar Harga BBM Jadi Sorotan, Kenaikan Dianggap Melampaui Batas Kewajaran
"Seperti kode dibayar untuk membunuh," timpal akun @amaris.bazoeri.
"Owh 1M gak tuh ?, Berarti ada dong di belakangnya, Kalau pe*MB**Han berencana apa itu hukumannya," kata mshodiqin21.
Diketahui Hendrikus Rahayaan lahir di Watran, Kota Tual, Maluku.
Dirinya juga tercatat sebagai keponakan dari John Kei mantan preman legendaris dengan julukan The Godfather Jakarta.
Ia kelahiran O6 Desember 1997.
Kronologi Pembunuhan
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar setempat, Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei, tewas akibat penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).
Insiden maut ini terjadi sesaat setelah korban mendarat dari penerbangan asal Ambon sekitar pukul 11.10 WIT.
Ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak kenal (OTK).
Pada momen tersebut, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora langsung membanting pelaku. Namun, pelaku berujung melawan dan melarikan diri.
"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora."
"Melihat kejadian tersebut Saudara Antonius Rumatora (kakak korban) sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri," demikian rilis resmi yang diterima dari Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, Minggu (19/4/2026) melansir Tribunnews.com.
Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi.
Nus Kei lantas dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
"Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," tuturnya.
Berdasarkan laporan yang diterima, Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.
Di sisi lain, maksud dari Nus Kei berada di Kabupaten Maluku Tenggara untuk menghadiri acara partai.
"Kedatangan Agrapinus Rumatora Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026," katanya.
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hendrikus-nus-kei-tribunmedan.jpg)