Berita Viral

PILU Siswa SD Babak Belur Dihajar 6 Teman Sekelas Gegara Tolak Ajakan Main dan Batalkan Puasa

Pilu siswa SD di Brebes, Jawa Tengah dihajar enam teman sekelasnya gegara tolak ajakan main dan tak mau batalkan puasa

Univ Airlangga
BULLYING: ilustrasi - Siswa SD di Brebes, Jawa Tengah dihajar enam teman sekelasnya gegara tolak ajakan main dan tak mau batalkan puasa. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Pilu siswa SD di Brebes, Jawa Tengah dihajar enam teman sekelasnya gegara tolak ajakan main dan batalkan puasa.

Adapun seorang siswa berinisial AN dihajar teman sekelasnya di ruangan kelas.

Siswa berinisial AN tersebut menjadi korban kekerasan fisik oleh enam orang teman sekelasnya.

Peristiwa perundungan itu bahkan dilakukan di dalam ruangan kelas tepat saat sang guru baru saja beranjak keluar usai memberikan materi pelajaran.

Suasana kelas yang semula tenang tiba-tiba berubah mencekam.

Seorang siswa berinisial D, yang menjadi otak dari perundungan tersebut, secara sigap langsung menutup pintu ruang kelas pada Jumat (10/4/2026) begitu guru keluar ruangan.

Baca juga: Gubernur Herman Deru Geram Warga Diminta Bayar Rp50 Ribu Lewat Jembatan: Bolak-balik Rp100 Ribu

Di dalam kelas yang tertutup, D lantas memaksa lima teman lainnya untuk ikut merundung AN.

Sementara itu, AN yang ketakutan hanya bisa pasrah menerima perlakuan tersebut.

Teman-teman sekelas lainnya yang berada di lokasi pun disebut tak ada yang berani melerai karena merasa takut.

Akibat tindakan brutal tersebut, AN menderita luka memar pada bagian pelipis.

Ia juga mengalami trauma psikologis yang cukup berat, bahkan tubuhnya sempat mengalami demam hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Kepala SD Negeri 3 Kubangjati, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Azzi Machawati, saat ditemui awak media pada Kamis (16/4/2026) menyebut aksi perundungan yang dialami AN bukanlah peristiwa tunggal.

Insiden serupa ternyata sudah pernah terjadi lebih dari dua kali.

Baca juga: VIRAL Pendakwah Gus Miftah Puja-puji Kerberhasilan Diplomasi Prabowo Buka Jalur di Selat Hormuz

Diketahui pelakunya tidak lain adalah D, rekan sekelas korban sendiri.

"Untuk kejadian kemarin itu hari Jumat, kebetulan saya sedang rapat di Koordinator Wilayah (Korwil) pendidikan," ungkap Azzi memulai ceritanya.

"Guru kelas setelah mengajar pada saat jam istirahat itu keluar, kemudian informasi dari guru kelas menyampaikan bahwa pintu itu kemudian ditutup.

Setelah ditutup mungkin terjadi pembullyan itu, setelah selesai tidak banyak waktunya sebentar terus pulang.

Mamahnya korban kemudian datang menyampaikan kalau AN habis dipukuli," paparnya, dikutip dari Tribun Banyumas.

Baca juga: Harta Kekayaan Hery Susanto, Ketua Ombudsman Tersingkat dalam Sejarah Indonesia

Berdasarkan pengakuan korban kepada orangtuanya, lanjut Azzi, pemicu perundungan itu ternyata didasari rasa dendam pelaku.

Saat bulan suci Ramadan lalu, AN kerap diajak oleh D untuk bermain dan membatalkan puasa, namun ajakan tersebut ditolak mentah-mentah.

Hal itulah yang membuat D menaruh rasa dendam kepada AN.

"Alasannya karena pada saat bulan puasa anak saya itu tidak mau diajak bermain, padahal dia tahu kalau bermain sama D itu sampai sore,

melupakan waktu salat, sampai dengan malah terjadi puasanya itu batal akhirnya nggak mau tidak mau berteman seperti itu," kata Azzi saat menirukan aduan dari ibu korban.

*/TRIBUN-MEDAN.COM

Artikel ini sudah tayang di Tribunjatim

 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved