Berita Viral

Korban Pelecehan FH UI Pingsan, Curhat Dikhianati Pelaku, Nasywan Ucap Jijik Padahal Anggota Grup

Dengan nada tinggi, wanita tersebut meluapkan amarah dan rasa tidak sangkanya terhadap perilaku Nasywan.

IST/YouTube/TribunnewsBogor
KASUS PELECEHAN FH UI - Tangkapan layar chat dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Korban pelecehan FH UI pingsan saat meluapkan unek-uneknya.

Ia curhat dikhianati pelaku yang bernama Nasywan.

Kasus pelecehan seksual Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) tengah menjadi sorotan.

Baca juga: Lirik Lagu Karo Minak Air Mata Duyung Dipopulerkan oleh Anta Pryma Ginting

Pada sidang terbuka, pelaku dihadirkan. 

Selain itu, korban juga turut hadir hingga membuat suasana menjadi dramatis.

Dalam video yang beredar, seorang wanita yang dinarasikan sebagai korban, maju ke depan kerumunan untuk berhadapan langsung dengan salah satu terduga pelaku.

Mengenakan kaos hitam dan celana jeans, wanita ini melakukan konfrontasi terhadap pelaku diduga bernama Muhammad Nasywan Azizullah.

Baca juga: Univa Dorong Penguatan Karakter Mahasiswa, Gelar Halalbihalal dan Seminar Nasional

Dengan nada tinggi, wanita tersebut meluapkan amarah dan rasa tidak sangkanya terhadap perilaku Nasywan.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini Nasywan kerap bercerita kepadanya mengenai keberadaan sebuah grup di kampus.

Grup tersebut berisi mahasiswa yang sering melakukan objektifikasi terhadap perempuan.

Namun, di hadapan wanita ini, Nasywan mengaku sangat tidak menyukai aktivitas grup tersebut.

"Lu tau kalau misalnya isi dari grup itu adalah, lu objektifikasi ke wanita yang dimana trus lu ngomong ke gue kalo lu tuh jijik," kata wanita tersebut.

KASUS PELECEHAN FH UI - Tangkapan layar chat dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
KASUS PELECEHAN FH UI - Tangkapan layar chat dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. (IST/YouTube/TribunnewsBogor)

Kekecewaan wanita ini semakin memuncak saat mengetahui bahwa Nasywan ternyata terlibat dalam tindakan yang sebelumnya ia kutuk sendiri.

Ia merasa dikhianati oleh sikap berpura-pura yang ditunjukkan oleh pria tersebut selama menjalin komunikasi dengannya.

"Bahkan selama ini lu ngomong ke gue kalo lu jijik tapi ternyata di belakang gue lu ngelakuin semua ini," ucapnya lagi.

Setelah menyampaikan uneg-unegnya, wanita ini sempat terdiam beberapa saat di depan massa.

Ia kemudian menyerahkan mikrofon kepada wanita lain di depannya.

Baca juga: Tim PAM BNCT Gerak Cepat, Barang Curian Kapal Kargo Berhasil Diamankan

Tak lama setelah memberikan mikrofon, tubuhnya mendadak lemas dan ia ambruk pingsan di lokasi sidang.

Mahasiswa yang berada di sekitar lokasi segera bergegas memberikan pertolongan dan mengevakuasi wanita tersebut.

Pengakuan Pelaku

Saat percakapan itu viral, salah satu pelaku sempat membantah.

Bantahan itu disampaikan oleh mahasiswa bernama Keona Ezra Pangestu.

Padahal nyatanya, ia justru yang melakukan pelcehan seksual secara verbal terhadap dosen FH UI yang diduga berjumlah tujuh orang.


Bahkan salah satu dosen yang jadi korban turut hadir dalam forum yang digelar oleh pihak FH UI pada Senin (13/4/2026) malam.

Seorang dosen berpakaian batik yang hadir di forum itu kaget saat tahu dirinya juga jadi korban.

"Pas saya lihat chatnya, saya kaget ada nama saya," kata dia.

Pelaku lainnya, Danu Priambodo bahkan disebut-sebut membiarkan kakaknya jadi korban pelecehan.

Baca juga: Polsek Nainggolan Resmi Beroperasi, Polres Samosir Gandeng Sekolah Bentuk Generasi Taat Hukum

Rupanya di grup chat tersebut, kakak Danu yang juga kuliah di FH UI dilecehkan pelaku lain.

Namun Danu tidak berusaha membela sang kakak.

Satu dari 16 pelaku, Valenza mengaku memang tidak berpikir panjang ketika melakukan perbincangan mengenai seorang mahasiswi.

"Saya mengaku saya tidak berpikir panjang atas hal yang saya sampaikan, tanpa memikirkan perasaan dari nama yang telah saya sebut," katanya.

"Oleh karena itu saya memohon maaf sebesar-besarnya karena sebenarnya dari ucapan saya tidak ada niatan di luar becanda-becanda aja, saya mengakui kesalahan," tambahnya.

Ia mengaku bahwa bahan perbincangan yang disampaikan bertujuan untuk memancing diskusi di grup chat.

"Saya tekankan kembali untuk yang sampaikan adalah untuk menimbulkan reaksi dari grup tersebut. Saya mengakui itu hal yang tidak senonoh. Saya tidak serius dengan hal itu," katanya.

Sosok Pelaku

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena latar belakang para terduga pelaku yang mencuat ke publik.

Beberapa nama yang diduga terlibat dikabarkan memiliki relasi atau latar belakang keluarga dari instansi berpengaruh.

Muhammad Nasywan Azizullah disebut-sebut memiliki hubungan kekeluargaan dengan dekan di fakultas lain.

Selain Nasywan, muncul nama Muhammad Kevin Ardiansyah yang disebut sebagai anak seorang anggota polisi.

Baca juga: Polres Siantar Hentikan Perkara Laka Lantas, Pengamat: Kasus Harusnya Tetap Diproses Hukum

Ada pula Rifat Bayuadji Susilo yang dikaitkan dengan latar belakang keluarga dari institusi TNI.

Sementara itu, Munif Taufik disebut memiliki keterkaitan dengan firma hukum ternama, ABNR Counsellors at Law.

Nama lain seperti Priya Danuputranto Priambodo disebut berasal dari keluarga pemilik firma hukum Priambodo Patria & Co.

Dari lingkup internal fakultas, Irfan Khalis dikabarkan memiliki kedekatan dengan Wakil Dekan 1 FH UI.

Bahkan, Simon Patrich Bungaran Pangaribuan disebut-sebut merupakan keponakan dari Dekan FH UI.

 

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com 

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved