TPPO di Kamboja
Nasib 9 Warga Indonesia Disiksa di Kamboja, Dijanjikan Gaji 9 Juta Jadi Admin Penipuan Judi 0nline
Tergiur gaji besar sebagai admin penipuan dan judi online, kerja di Kamboja berujung penyesalan. Nasib warga Indonesia (WNI) yang jadi korban TPPO
Ringkasan Berita:Korban TPPO di Kamboja
- Nasib warga Indonesia (WNI) yang jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.
- Kali ini, ada sebanyak 9 korban yang berhasil dipulangkan ke Indonesia.
- Meraka jadi disiksan dipekerjakan jadi admin judi online hingga scammer atau penipuan online
- Kesembilan korban ini awalnya tergiur dengan iming-iming gaji besar.
- Di antara korban yang dipulangkan ada wanita yang dalam kondisi hamil
TRIBUN-MEDAN.com - Tergiur gaji besar sebagai admin penipuan dan judi online, kerja di Kamboja berujung penyesalan.
Begitulah nasib warga Indonesia (WNI) yang jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.
Kali ini, ada sebanyak 9 korban yang berhasil dipulangkan ke Indonesia.
Sebelumnya mereka mengalami penyiksaan di negara tersebut.
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen M. Irhamni mengatakan kesembilan korban ini awalnya tergiur dengan iming-iming gaji besar.
Adapun modusnya yakni menjanjikan pekerjaan menjadi operator komputer di luar negeri.
"Korban dan bersama suaminya diiming-imingi oleh seseorang yang mengaku sebagai operator di sana untuk bekerja di perusahaan dengan dijanjikan gaji Rp 9 juta rupiah per bulan. Bahwa sponsor menjelaskan mereka akan dipekerjakan sebagai operator komputer," kata Irhamni dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jumat (26/12/2025).
Ditambah, para pelaku juga akan mengurus semua dokumen mulai dari paspor hingga tiket keberangkatan ke Kamboja sehingga membuat korban semakin tertarik.
"Setelah mereka sampai ke lokasi, paspornya diambil oleh sponsor tersebut dan mereka dibawa ke lokasi mereka bekerja," ucapnya.
Irhamni mengatakan ketika sampai di Bandara Phnom Penh, Kamboja, para korban ini dibawa ke tempat mereka bekerja.
Namun, mereka baru mengetahui jika para korban ini bekerja sebagai admin penipuan dan judi online.
"Kebetulan mereka baru pertama kali menuju Kamboja, mereka tidak paham lokasi itu ada di mana sehingga mereka terima-terima saja, ternyata dia dipekerjakan sebagai scammer," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-korban-tindak-pidana-perdagangan-orang-TPPO.jpg)