Banjir dan Longsor di Sumut
Helikopter TNI AU Terkendala Cuaca Tangani Banjir Longsor Tapteng, Nasib 50 Orang Terjebak di Hutan
helikopter TNI AU menghadapi kendala cuaca saat hendak masuk ke sejumlah wilayah yang terdampak bencana banjir dan longsor Taput
TRIBUN-MEDAN.com - Upaya bantuan baik dari darat maupun udara dipersiapkan untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera Utara..
Data sementara dari Polda Sumut 222 warga menjadi korban 62 meninggal, 13 luka berat, 82 luka ringan, dan 65 masih hilang.
Sementara itu, 9.845 orang terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah yang tak lagi aman.
Kota Sibolga menjadi episentrum duka.
Dari 18 kejadian longsor, tercatat 33 warga meninggal dan 56 lainnya hilang.
Petugas yang dikerahkan 100 personel terus menyisir lereng dan perkampungan yang berubah menjadi ladang lumpur.
Polres Taput menurutnya juga mencatat situasi genting 68 kejadian, mayoritas longsor dan banjir, dengan 198 pengungsi yang ditampung di lokasi darurat.
Sementara Tapsel terpukul paling berat dari sisi jumlah korban luka 77 terluka dan 18 meninggal.
Terkendala Cuaca
Pasukan Khusus TNI Angkatan Udara (TNI AU) yakni Korps Pasukan Gerak Cepat (Korps Pasgat) hingga helikopter TNI AU menghadapi kendala cuaca saat hendak masuk ke sejumlah wilayah yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utata.
Namun, Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Udara (Aster KSAU), Marsekal Muda (Marsda) TNI Palito Sitorus mengatakan KSAU Marsekal TNI M Tonny Harjono telah menunjuk Komandan Lanud Soewondo Medan sebagai Ketua Satuan Tugas untuk membantu penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Sumut.
Hingga Rabu (26/11/2025) kemarin, ungkapnya, TNI AU telah melaksanakan pemetaan lewat pemotretan udara untuk melihat daerah-daerah yang bisa dijadikan tempat pengungsian atau daerah rawan.
Hasil pemetaan itu, kata dia, akan diberikan kepada institusi yang akan melaksanakan operasi perbantuan penanganan bencana lebih lanjut.
Hal itu disampaikannya usai acara Sambung Rasa TNI AU dengan Pemred Media Massa di Balai Prajurit Ardhya Loka Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta pada Kamis (27/11/2025).
"Namun ketika akan dilakukan bantuan, memang cuaca juga cukup tidak bersahabat ya, sehingga pasukan kita belum bisa diturunkan di sana," ujar dia.
Palito mengatakan rencananya hari ini TNI AU akan mengirimkan prajurit Korpasgat dan material bantuan dari Medan ke Bandara dr Ferdinand Lumban Tobing di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Dia melanjutkan hal itu karena akses menuju daerah terdampak bencana hanya bisa diakses lewat udara.
"Mudah-mudahan hari ini, tadi pagi, sudah ada rencana dari Medan itu untuk mengirimkan bantuan, minimal pasukan bersama genset dan perangkat jaringan satelit supaya komunikasi bisa berlangsung di sana," ungkap dia.
"Nah kalau sudah ada di sana, pasukan yang di bawah bisa memberikan informasi kepada pasukan kita kira-kira apa yang dibutuhkan. Jadi saat ini mungkin pasukan pertamanya dulu, masuk dimasukkan ke sana," imbuhnya.
Ia menjelaskan TNI AU juga telah menyiagakan helikopter dari Pangkalan Udara TNI AU terdekat yang berada di Pekanbaru, Riau.
Selain itu, imbuhnya, TNI AU juga menyiagakan pesawat angkut untuk membantu distribusi bantuan.
Meski begitu, pihaknya tetap menunggu kondisi cuaca di sana hari ini untuk memutuskan alutsista mana yang memungkinkan dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di sana.
"Kita masih menyiapkan, menyiagakan (helikopter) yang dari Pekanbaru. Kebetulan kan yang ada helikopter kan di Pekanbaru. Tapi kalau sesuai kebutuhan, kalau misalnya kita lihat pesawat nanti bisa masuk, kita pakai pesawat angkut nanti. Kita lihat (kondisi) Pinang Sori hari ini," ucapnya.
TNI AU juga masih menunggu permintaan bantuan dari wilayah lain di utara Pulau Sumatera yang terdampak banjir.
Karena sejauh ini, kata dia, permintaan bantuan ke TNI AU tersebut baru datang dari Pemda Sumatera Utara.
"Kelihatannya yang kemarin baru meminta (bantuan) itu dari Sumatera Utara. Nah mungkin ini nanti akan, pasti kita akan tempatkan di Aceh, mungkin Sumatera Barat juga. Tapanuli Selatan. Tapanuli Tengah. Semuanya," kata dia.
'Ya kita mohon doanya lah ya supaya kita bisa sama-sama, minimal pasukan kita bisa cepat masuk ke sana," pungkasnya.
Akses Jalur Darat Putus
Terkini, Basarnas melaporkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Tapteng masih terdampak banjir hingga Rabu (26/11/2025).
Sejumlah kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Tapteng antara lain Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, dan Kolang.
Sedangkan sejumlah kecamatan yang terdampak longsor di Kabupaten Tapteng antara lain di Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, dan Tapian Nauli.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Nias, Putu Arga Sudjarwadi mengatakan akses jalur darat yang putus akibat banjir dan longsor menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam operasi SAR di wilayah tersebut.
"Faktor penghambat operasi SAR bencana banjir dan tanah longsor yakni listrik padam dan jaringan komunikasi terputus, cuaca ekstrem dan gelombang tinggi menghambat pergerakan tim, serta jalur darat ke lokasi putus," ungkap Putu dalam keterangan resmi Basarnas yang terkonfirmasi pada Rabu (26/11/2025) malam.
Operasi Modifikasi Cuaca
Pemerintah melalui BNPB rencananya akan mengerahkan dua pesawat untuk mendukung penanganan darurat di Sumatera Utara yakni helikopter jenis airbus untuk melakukan evakuasi dan pesawat jenis caravan guna melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan telah menerima perintah dari Presiden Prabowo untuk mendampingi daerah dalam penanganan darurat serta memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas.
"Saya juga akan berangkat besok pagi (ke Sibolga), saya akan menggeser satu pesawat helikopter airbus yang cukup besar untuk membantu evakuasi menjaga transportasi dan mengirimkan satu pesawat fixed-wings jenis caravan untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca," jelas Suharyanto dalam Siaran Pers BNPB pada Rabu (26/11/2025).
Viral Puluhan Orang Terjebak di Hutan
Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan sekitar 50 warga terjebak di tengah hutan di Kelurahan Huta Nabolon, Kelurahan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, viral di media sosial.
Mereka terpaksa berlindung di hutan untuk menghindari longsor dan banjir bandang yang melanda daerah
Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat puluhan warga berada di tengah hutan, dengan beberapa di antaranya mengenakan jaket hujan dan payung. Seorang pria yang merekam video tersebut meminta bantuan kepada Bupati.
“Pak Bupati tolong kami di sini, Pak Bupati. Kami sudah di tengah hutan ini. Kiri kanan sudah longsor Pak Bupati. Gak ada lagi jalan keluar Pak Bupati. Ada sekitar 50 orang kami ini Pak Bupati,” ujarnya.
Keluarga korban, Rosmawati (30) Zebua saat dihubungi, terdengar Suara berat sambil menahan tangis, karena dirinya sedang cemas dan menanti kabar dari keluarganya yang terkena musibah bencana banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Diceritakan warga Asal Tapteng yang berdomisili di Jakarta ini menceritakan, dirinya merupakan keluarga dari video korban banjir yang terjebak di hutan yang viral di sosial media.
Melalui via sambung telpon, Rosmawati bercerita, ia terakhir menghubungi keluarganya, melalui video call pada Selasa (25/11/2025) pukul 10.00 WIB kemarin.
Saat video call itu, tujuh keluarganya sudah berada di perbukitan dan hutan-hutan dekat Aek Saeli, Desa Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Namun karena kondisi cuaca hujan, dan sinyal tidak memadai serta handphone keluarganya sudah kena air hujan, membuat suara dari keluarganya tak begitu jelas.
Selain itu, telpon dengan keluarganya pun terputus secara tiba-tiba membuat rasa khawatirnya semakin menjadi-jadi.
Sambil menahan tangis, Rosma mengatakan, itulah videocall terakhirnya bersama keluarga.
Dalam Penanganan
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Herianto mengatakan, 50 warga yang berada di tengah hutan di Kelurahan Huta Nabolon, Kelurahan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sudah dalam penanganan.
Dijelaskannya, seluruh video viral warga baik itu bayi yang terjebak banjir hingga 50 warga yang terjebak di hutan sedang dalam penanganan.
Dikatakannya, saat ini sedang dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak BPBD yang bertugas di sana.
"Sudah ( 50 warga di hutan, dan video viral lainnya) sedang dalam penanganan," jelasnya, Kamis (27/11/2025).
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Sumber: tribunmedan/jun/ tribunnews.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Viral-di-Medsos-korban-Banjir-dan-Longsor-di-Tapteng_.jpg)