Berita Viral

APES Maling Kepergok di Rumah Polisi Lubuklinggau Berakhir Tangannya Putus Kena Sabetan Warga

Apes maling kepergok beraksi di rumah polisi Lubuklinggau berakhir tangannya putus permanen

IST/Polres Lubuklinggau
MALING PUTUS TANGAN -- Deni Pratama (23) saat dibawa ke rumah sakit usai gagal beraksi di rumah anggota polisi di Lubuklinggau, Rabu (26/11/2025) dini hari.Tangan Deni kini putus permanen setelah kena sabetan warga saat berupaya kabur 

TRIBUN-MEDAN.COM – Apes maling kepergok beraksi di rumah polisi Lubuklinggau berakhir tangannya putus permanen.

Nasib apes dialami Deni Pratama (23) maling yang berupaya kabur namun berakhir tangannya putus karena terkena sabetan warga.

Deni maling yang kepergok beraksi di rumah polisi itu kini menjalani operasi di rumah sakit pasca tangan kanannya putus permanen terkena sabetan warga saat berupaya kabur. 

Kini warga Desa Air Apo, Kecamatan Padang Ulang Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu itu mengalami cacat permanen.

Baca juga: Banjir Jadi Rezeki Dadakan, Ratusan Warga Serbu Kanal Marendal untuk Menangkap Ikan

Deni gagal melakukan aksi pencurian bersama temannya Riki (DPO) di Jalan Haji Matnur, RT 07 Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, pada Rabu (26/11/2025) dinihari pukul 02.00 Wib.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Adithia Bagus Arjunadi melalui Kasat Reskrim, AKP M Kurniawan Azwar menyampaikan bila kini tersangka masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Alhamdulillah sudah kita amankan, sekarang masih menjalani perawatan," ungkapnya pada wartawan, Rabu (26/11/2025).

Kurniawan mengatakan bila tersangka mengalami cacat permanen meski sudah dilakukan operasi, karena tangannya terputus dari pergelangannya.

Kurniawan mengungkapkan, kejadian bermula saat korban Puput sedang tidur tiba-tiba mendengar anaknya yang sedang menangis karena memiliki firasat yang tidak enak.

"Kemudian korban melihat rekaman CCTV dan ternyata terlihat di luar pagar 2 orang laki-laki salah satu sedang berdiri dan salah satu sedang berusaha membongkar atau merusak gembok kunci pagar rumah korban," ujarnya.

Melihat kejadian itu korban menghubungi keluarganya, Tedi untuk memberitahu petugas jaga malam dan juga warga lalu bersama-sama warga langsung berusaha mengamankan kedua pelaku.

Tetapi saat akan diamankan salah satu pelaku bernama Deni melakukan perlawanan dengan membawa pisau sehingga warga yang sudah kesal dan emosi secara beramai-ramai mengejar kedua pelaku.

"Salah satu pelaku bernama Deni Pratama berhasil diamankan warga," ungkapnya.

Baca juga: 3 Sungai Meluap di Kota Binjai, Masyarakat Paling Terdampak yang Tinggal di Pinggiran Aliran

Menurut Kurniawan tangan tersangka Deni putus saat dikejar warga, namun tidak diketahui secara pasti penyebab tangan tersangka putus.

"Dengan kondisi pergelangan sebelah kanan terputus sedangkan pelaku bernama Reki berhasil melarikan diri," ungkapnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved