Kematian Anak Gajah

Kronologis Gajah Bernama Tari yang Mati Mendadak di Taman Nasional Tesso Nilo

Anak gajah Sumatera bernama Kalistha Lestari atau Tari ditemukan mati di Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I .

Editor: Array A Argus
Instagram @btn_tessonilo
SATWA LANGKA- Satu diantara satwa langka gajah Sumatera yang menghuni Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Pada Selasa (9/9/2025), anak gajah bernama Tari ditemukan mati mendadak. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Seekor anak gajah berjenis kelamin betina yang diberi nama Kalistha Lestari atau Tari ditemukan mati pada Rabu (10/9/2025) kemarin.

Bangkai anak gajah itu ditemukan di camp Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I Lubung Kembang Bunga Balai, sekira pukul 08.00 WIB.

Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I Lubung Kembang Bunga Balai adalah sebuah kamp konservasi gajah Sumatera yang berada di wilayah Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Indonesia.

Baca juga: SOSOK Jane, Bule Jerman Tiap Pagi Lewat Rumah Ferdy Sambo, Sindir Gaya Pejabat Indonesia bak Raja

Kamp ini merupakan pusat konservasi dan pembiakan (breeding) gajah Sumatera yang termasuk dalam kategori satwa yang sangat dilindungi dan terancam punah.

Di lokasi ini, telah lahir beberapa anak gajah dari induk-induk gajah seperti Lisa dan Ria, yang merupakan hasil perpaduan antara gajah jinak dan liar.

Saat ini, total populasi gajah di Elephants Flying Squad Camp TNTN lebih dari delapan ekor, terdiri dari gajah dewasa, remaja, dan anak-anak.

Baca juga: Profil Edy Rahmayadi, Eks Gubernur Sumut yang Didorong Jadi Menhan Prabowo, Pantaskah?

Warga memberikan makanan kepada Gajah Sumatera di Medan Zoo Jalan Bunga Rampai IV, Kelurahan Simalingkar B, Ujung Labuhen, Kota Medan, Senin (15/1). Kebun binatang yang dibangun pada tahun 1952 dan memiliki luas 30 hektare tersebut kini kondisinya terbengkalai dengan koleksi hewan yang semakin berkurang.
Warga memberikan makanan kepada Gajah Sumatera di Medan Zoo Jalan Bunga Rampai IV, Kelurahan Simalingkar B, Ujung Labuhen, Kota Medan, Senin (15/1). Kebun binatang yang dibangun pada tahun 1952 dan memiliki luas 30 hektare tersebut kini kondisinya terbengkalai dengan koleksi hewan yang semakin berkurang. (TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO)

Kronologis kematian gajah Tari

Berdasarkan keterangan resmi Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Pelalawan, Riau, pada 9 September 2025, Tari masih menunjukkan kondisi sehat.

"Pagi hari sekitar pukul 07.43 WIB, Tari tampak aktif, bermain seperti biasa, dengan nafsu makan normal, feses baik serta tanpa tanda kelemasan," tulis Balai TNTN dalam laman Instagram-nya, dikutip dari Kompas.com, Kamis (11/9/2025).

Meski dalam keadaan aktif dengan nafsu makan normal, tapi intensitas menyusui dilaporkan sedikit berkurang.

Baca juga: SOSOK Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Ponakan Presiden Prabowo, Mundur dari DPR RI

Jelang sore hari sekira pukul 17.00 WIB, Tari tampak stabil tanpa menunjukkan gejala sakit apa pun.

"Namun pada Rabu, 10 September 2025, sekitar pukul 08.00 WIB, mahout yang bertugas mendapati Tari dalam keadaan berbaring tanpa gerakan dan segera dinyatakan mati," papar Balai TNTN.

Mahout atau pawang gajah kemudian menghubungi dokter hewan untuk memeriksa fisik anak gajah tersebut.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada luka tau trauma pada tubuh, tetapi perut terlihat sedikit menggembung.

Baca juga: DETIK-DETIK Menteri Keuangan Nepal Dikejar Dipukuli hingga Ditendang di Jalanan Oleh Pendemo Gen Z

Lakukan tindakan nekropsi

Setelah gajah Tari dinyatakan mati, dokter kemudian melakukan tindakan nekropsi yakni bedah bangkai.

Tujuan nekropsi untuk memastikan penyebab kematian gajah Tari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved