Berita Medan
Perang Antar Geng Motor di Patumbak Ternyata Sudah Direncanakan, Kasat: Big Match
Diungkapkan Adrian, awal mula kasus ini saat tiga geng motor yang masih satu afiliasi sepakat untuk menyerang geng motor NKB.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perang antara geng motor yang terjadi di Jalan Setia Pasar III Desa Marendal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (22/6/2026) dini hari, menewaskan satu orang remaja.
Dalam paparan yang digelar di Polrestabes Medan, Selasa (23/6/2026), Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis menjelaskan jika tawuran ini sudah dipersiapkan.
"Jadi itu sudah direncanakan, antara tiga geng motor yaitu SL, SKM, dan Towaga, akan menyerang geng motor lawannya yaitu NKB," ujar Adrian.
Diungkapkan Adrian, awal mula kasus ini saat tiga geng motor yang masih satu afiliasi sepakat untuk menyerang geng motor NKB.
Dimana, ketiga kelompok ini mulai berkumpul di kuburan cina Delitua sekitar pukul 02.00 WIB.
Di sana, Ketua geng motor SL memberikan arahan kepada semua anggota geng SL, SKM, dan Towaga untuk menyerang geng motor NKB.
Sekira pukul 03.00 WIB langsung menuju Jalan Setia yang dimana TKP tersebut merupakan tempat kesepakatan antara seluruh geng motor untuk melakukan tawuran.
"Sudah terjadwal, jadi semacam Big Match lah. Mereka sepakat bertemu di TKP untuk melakukan tawuran," ucapnya.
Diungkapkan Adrian, adapun motif yang melatarbelakangi aksi tawuran ini ialah untuk membuktikan geng motor mana yang paling hebat.
Sehingga, terjadilah aksi saling serang yang akhrinya menewaskan satu orang remaja berinisial MN (14).
Korban yang diketahui merupakan warga Kecamatan Medan Tembung ini, mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya akibat penganiayaan.
Dimana, dari hasil penyelidikan yang dilakukan korban meninggal akibat luka tusuk dan luka lebam akibat hantaman benda tumpul.
"Secara umum yang kita dapat dari dokter, korban mengalami luka tusuk di bagian punggung. Dari pemeriksaan tim dokter, itu salah satu penyebab korban akhirnya meninggal dunia," katanya.
Sejauh ini, diketahui Polrestabes Medan telah mengamankan dan menetapkan enam orang sebagai tersangka. Dimana, dari keenam otang anggota geng motor ini rata-rata masih berusia dini.
Berdasarkan data dari Polrestabes Medan, keenam anggota geng motor pelaku penganiayaan ini yakni RDS (18), FT (17), RY (19), MOHH (17) yang berperan melempari batu ke tubuh korban. Selanjutnya IL (17) yang berperan menebas tubuh korban menggunakan parang ke punggung dan korban, dan GR (21) yang menendang kaki korban.
(mns/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Polrestabes Medan Ungkap Kasus Pengeroyokan Anggota Geng Motor, Enam Pelaku Diamankan |
|
|---|
| Temuan Ombudsman Soal SPPG: Pengawasan Keracunan Belum Jelas, Ratusan SPPG Tak Bersertifikat |
|
|---|
| Kuliah Umum di UNPRI, Jerry Sambuaga Dorong Mahasiswa Kuasai Teknologi agar Mampu Bersaing Global |
|
|---|
| Bulog Sumut Sidak Pasar di Medan, Pastikan MinyaKita dan Beras SPHP Dijual Sesuai HET |
|
|---|
| Ibu MHS Laporkan Hakim PT Militer atas Vonis 10 Bulan TNI yang Tewaskan Anaknya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PERANG-GENG-MOTOR-Kasat-Reskrim.jpg)