Berita Medan
Launching Buku Panduan Lupus di Medan, dr. Andi Raga Perkuat Edukasi bagi Odapus dan Keluarga
Dalam kesempatan itu, dr. Andi juga membagikan sejumlah pesan penting bagi Odapus agar dapat mencapai kondisi remisi.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Minimnya pemahaman masyarakat mengenai lupus serta maraknya informasi kesehatan yang belum tentu benar di internet mendorong Dr. dr. Andi Raga Ginting, M.Ked(PD), Sp.PD, Subsp.R (K) seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi di Medan, meluncurkan sebuah buku panduan khusus bagi penyandang lupus atau Odapus dan keluarga.
Buku tersebut diperkenalkan dalam kegiatan yang berlangsung di RS Regina Maris Medan, Minggu (21/6/2026).
dr. Andi mengatakan, buku tersebut disusun sebagai sumber informasi yang mudah dipahami pasien dan keluarga dalam menghadapi lupus, penyakit autoimun kronis yang hingga kini masih sering disalahpahami masyarakat.
“Buku ini saya tulis memang sebagai panduan pasien. Lupus masih belum banyak yang mengetahui secara detail. Saya ingin informasi yang didapat pasien tidak simpang siur dari internet dan sumber lainnya,” katanya.
Menurutnya, konsultasi langsung dengan dokter tetap menjadi hal utama. Namun dalam praktiknya, waktu konsultasi sering kali terbatas sehingga tidak semua informasi dapat dijelaskan secara rinci kepada pasien.
Karena itu, buku tersebut dirancang layaknya materi konsultasi yang memuat penjelasan mengenai lupus, pilihan pengobatan, perawatan, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan pasien selama menjalani terapi.
“Di dalam buku ini dijelaskan mengenai penyakit lupusnya, obat-obat yang digunakan, apa yang perlu dilakukan pasien, bagaimana penanganannya, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Tidak hanya ditujukan bagi pasien, buku tersebut juga ditujukan untuk para pendamping atau caregiver yang selama ini turut berperan dalam mendukung penyandang lupus menjalani pengobatan.
Dalam kesempatan itu, dr. Andi juga membagikan sejumlah pesan penting bagi Odapus agar dapat mencapai kondisi remisi atau fase ketika gejala penyakit tidak lagi muncul.
Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan pasien adalah memahami penyakit yang dialami.
“Karena istilahnya, tidak kenal maka tidak sayang. Kalau kita mengenal penyakitnya, tentu kita bisa lebih menyayangi tubuh kita walaupun ada masalah lupus,” katanya.
Selain menjaga kesehatan fisik, pasien juga diminta memperhatikan kesehatan mental dengan mengelola stres dan tetap memiliki semangat menjalani pengobatan.
“Tujuannya adalah menuju remisi, yaitu kondisi ketika pasien tidak memiliki keluhan lagi dan bisa beraktivitas seperti orang normal,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengobatan menjadi bagian penting dalam pengendalian lupus selain penerapan pola hidup sehat.
Menurutnya, obat yang diberikan dokter berfungsi mengontrol aktivitas penyakit sehingga dapat mencegah munculnya komplikasi yang berisiko merusak berbagai organ tubuh.
| Gadaikan Mobil Rental Rp 5 Juta, Ibu Rumah Tangga jadi Terdakwa di PN Medan |
|
|---|
| Dibangun Puluhan Miliar, Pasar Induk di Marelan Rusak Parah, Pedagang Desak KPK Turun Tangan |
|
|---|
| Diduga Dipukul Suami dan Ipar, Seorang Ibu di Medan Laporkan KDRT ke Polrestabes |
|
|---|
| Medan Vegan Event Jadi Ruang Edukasi Gaya Hidup Nabati dan Perlindungan Hewan |
|
|---|
| Hampir 3.000 Orang Tua Ikuti Seminar Parenting Adzkia Medan, Soroti Peran Keluarga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Penandatanganan-Buku-Dokter-spesialis.jpg)