Berita Medan
Berawal Curhat Mau Merantau Tak Punya Uang, Dua Sekawan di Medan Rampok 3 Penumpang Angkot
Tersangka Sony terpaksa dilumpuhkan karena usai ditangkap, dan proses pencarian barang bukti melawan, serta mencoba melarikan diri.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, dan Polres Pelabuhan Belawan mengungkap kasus perampokan 3 penumpang angkutan kota (Angkot) Morina 81, yang terjadi 7 April lalu.
Dua pelaku bernama Erikson Napitupulu (44), warga Jalan P. Ternate Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan dan Sony Liston Siringgo-ringgo (35), warga Jalan Dusun IV Timur, ditangkap.
Keduanya ditangkap tim khusus MIT, secara terpisah, yakni tersangka Erikson ditangkap pada Sabtu 25 April 2026, di Desa Siboro, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.
Sedangkan tersangka Liston Siringgo-ringgo, ditangkap pada 30 April, di sebuah perkebunan Dusun Muara Kilis, Desa Lubuk Madarsyah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Tersangka Sony terpaksa dilumpuhkan karena usai ditangkap, dan proses pencarian barang bukti melawan, serta mencoba melarikan diri.
Dalam perampokan 3 penumpang ini, dua tersangka berpura-pura tidak saling mengenal, padahal bersekongkol.
Tersangka Erikson Napitupulu berperan sebagai sopir, dan tersangka Sony berperan sebagai eksekutor.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengungkap diduga motif pelaku nekat merampok penumpang dalam angkot.
Perampokan diduga karena tersangka Sony hendak merantau, tapi tak punya uang.
Sebelum kejadian, Selasa 7 April, kedua pelaku bertemu di pangkalan Angkot Morina 81, sekira pukul 09:00 WIB.
Saat itu, tersangka Sony Liston Siringgo-ringgo mencurahkan isi hatinya kepada tersangka Erikson Napitupulu, kalau dirinya hendak merantau ke Jambi, tapi tak punya uang.
Disini, ia mengajak Erikson untuk bekerjasama merampok penumpang angkot, dengan peran Erikson sebagai sopir, dan Sony eksekutor.
Dalam skenarionya, Sony juga akan menodongkan parang ke leher Erikson seolah-olah menyanderanya.
Apabila berhasil, barang maupun uang hasil merampok akan dibagi dua.
Sekira pukul 10:00 WIB, mereka menjalankan skenarionya dari pangkalan dengan posisi Erikson sebagai sopir, Sony duduk di samping.
Begitu di Jalan Yos Sudarso, tersangka Sony berpindah duduk ke belakang, sambil menyembunyikan senjata tajam.
Di persimpangan Sungai Mati, penumpang pertama jenis kelamin perempuan naik, kemudian disusul perempuan lagi.
Kemudian penumpang ketiga kali ini berjenis kelamin laki-laki yang naik, dan sudah berumur.
Selanjutnya, seorang perempuan dan seorang laki-laki naik berbarengan, dengan total penumpang 5 orang.
Begitu penumpang laki-laki yang terakhir naik, pelaku Sony langsung beraksi menodongkan parang ke leher penumpang perempuan, sambil meminta sopir menambah kecepatan.
"SLS mengeluarkan parang dari pinggangnya dan mengancam dengan menodongkan parangnya kepada penumpang perempuan dan berteriak, sopir jangan berhenti. Tambah kecepatan,"kata Kombes Ferry Walintukan, menirukan, Jumat (15/5/2026).
Begitu sopir tancap gas, Sony mulai bergantian menodong penumpang sambil meminta handphone agar diserahkan.
Namun aksinya nyaris gagal karena salah satu korban sempat melawan, dan melompat keluar.
Korban pun sempat dibacok sebelum melompat keluar.
"SLS kembali mengancam penumpang perempuan yang pertama naik ke angkot dengan menodongkan parang dan meminta HP. Tetapi korban melawan meronta, sehingga korban mengalami luka bacok, dan akhirnya korban menyelamatkan diri melompat keluar dari angkot."
Karena satu korban sudah lompat, pelaku kembali mendatangi korban perempuan lainnya dan berhasil meminta handphone.
Namun, korban kali ini malah didorong keluar dari angkot yang melaju kencang.
"Penumpang perempuan tersebut menyerahkan handphone, dan setelah handphone korban dikuasai, tersangka mendorong korban keluar dari angkot yang sedang berjalan kencang."
Korban ketiga juga ditodong parang agar menyerahkan handphonenya.
Namun setelah memberikan handphone, korban kembali melompat sebelum didorong keluar.
"Penumpang yang ketiga kembali diancam dan memberikan handphone kepada tersangka SLS. Karena ketakutan, melompat menyelamatkan diri dari Angkot."
Karena ketiga penumpang perempuan sudah dirampok, dan keluar dari angkot, hanya tersisa 1 penumpang, pria tua.
Kemudian para tersangka menghentikan laju kendaraan, dan meminta pria tua tersebut turun tanpa dirampok.
Tak lama kemudian, seorang pengendara sepeda motor mengikuti dari belakang sambil merekam.
Tersangka Erikson, langsung menyuruh tersangka Sony meletakkan parang ke lehernya seolah-olah disandera, disuruh terus tancap gas.
Sehingga pengendara motor melambatkan laju kendaraannya, dan pelaku lolos.
"Pada saat melanjutkan perjalanan, EN melihat dari kaca spion ada pengendara motor yang mengejar sambil merekam. Lalu EN menyuruh SLS meletakkan parang di bagian leher agar terlihat bahwa sopir juga diancam sambil menyuruh terus berjalan."
Setelah situasi aman, parang dibuang dari dalam angkot ke parit, dan mereka lanjut ke Simpang Jalan Rumah Potong Hewan.
Disini tersangka Sony Liston Siringgo-ringgo memberikan 1 handphone hasil merampok ke tersangka Erikson, yang berperan sebagai sopir.
Selanjutnya tersangka Erikson meninggalkan angkot ke sebuah lahan kosong, dan mereka berpencar.
"SLS menyampaikan kepada EN berhasil mengambil 2 handphone lalu memberikan 1 kepada EN,"ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Polisi, tersangka Erikson Napitupulu merupakan mantan narapidana yang sudah 4 kali keluar masuk penjara.
Ia pernah dihukum kasus pencurian dan penyalahgunaan narkoba.
Sedangkan tersangka Sony Liston Siringgo-ringgo, merupakan daftar pencarian orang (DPO) Polrestabes Medan sejak tahun 2020, kasus pencurian kendaraan bermotor.
Saat ini dua tersangka sudah ditahan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
(Cr25/Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Heboh Penemuan Potongan Kaki Berpen di Sungai Deli, Polisi Lakukan Penyelidikan |
|
|---|
| Tim Jatanras Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pelaku Perampokan di Angkot Morina 81 |
|
|---|
| XTEP Buka Store di Medan, Dukung Tren Active Lifestyle |
|
|---|
| Kader HIPMI PT USU Tolak Mandat Ketua Baru, Dinilai Sepihak dan Abaikan Hasil Musyawarah |
|
|---|
| Warga Pekan Deli Geger, Temukan Potongan Kaki Manusia dalam Kantung Plastik di Pinggir Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Momen-personel-Subdit-III-Jatanras-Ditreskrimum-Polda-Sumut-dan-Polres-Pelabuhan.jpg)