Berita Medan

Proyek Sampah Jadi Listrik di Medan Dipusatkan di Marelan, Pemko Dinilai Siap untuk MoU

Lokasi tersebut dinilai memenuhi syarat untuk penerapan teknologi modern yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik.

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman rapat koordinasi fasilitasi kesiapan pemerintah daerah untuk pelaksanaan PSEL melalui Zoom Meeting dari Command Center Kantor Wali Kota Medan belum lama ini, Jumat (8/5/2026) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Pemerintah Kota (Pemko) Medan menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, saat mengikuti rapat koordinasi fasilitasi kesiapan pemerintah daerah untuk pelaksanaan PSEL melalui Zoom Meeting dari Command Center Kantor Wali Kota Medan

"Rapat menjadi langkah penting dalam memasuki fase eksekusi PSEL Batch 2, yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Program tersebut dirancang untuk mengolah sampah menjadi energi listrik guna mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," kara Wiriya Minggu (10/5/2026). 

Kata Wiriya, dalam rapat tersebut, berbagai aspek teknis dibahas secara mendalam, mulai dari kesiapan lahan, ketersediaan pasokan sampah, dukungan anggaran daerah, infrastruktur pendukung, hingga progres penyelesaian dokumen kerja sama dan perizinan.

Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara (Waskoban) Kementerian Dalam Negeri, Amran, mengatakan pemerintah pusat tengah mematangkan sejumlah poin teknis sebelum dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

“Daerah yang diundang hari ini adalah daerah yang dinilai paling siap secara dokumen dan infrastruktur untuk melangkah ke tahap penandatanganan MoU,” kata Amran.

Untuk Kota Medan, proyek ini akan berlokasi di TPA Terjun yang memiliki luas lahan sekitar enam hektare.

Lokasi tersebut dinilai memenuhi syarat untuk penerapan teknologi modern yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik.

Melalui proyek ini, Pemko Medan berharap persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar dapat diatasi secara lebih efektif, sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat.

PSEL juga diharapkan menjadi tonggak penting bagi Kota Medan dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan mandiri energi.

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Rico Waas juga mendapat dukungan terkait proyek PSEL saat bertemu dengan Anggota DPR RI, Prananda Surya Paloh dalam pertemuan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (29/4/2026).

Rico mengatakan, saat ini Medan tengah memasuki fase percepatan pembangunan melalui sejumlah program nasional yang diyakini akan berdampak besar terhadap wajah kota dan pola aktivitas masyarakat.

“Beberapa proyek nasional di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan rampung pada Juni mendatang, serta proyek PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) di kawasan Terjun, Medan Marelan,” ujarnya.

Selain itu, proyek Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang juga menjadi fokus. Program ini akan menghubungkan Medan, Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang melalui sistem transportasi massal berbasis koridor.

Sementara itu, Prananda Surya Paloh menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan.

Ia juga menyatakan siap membawa berbagai aspirasi pembangunan Kota Medan ke tingkat pusat, termasuk dukungan program dan anggaran.

“Saya siap mendorong kebutuhan Kota Medan di pusat. Tidak ada kata gagal untuk Medan,” tegasnya. 

(Dyk/Tribun-Medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved