Berita Medan
Modus Mengaku Brimob, Pelaku Diduga Hipnotis Korban Sebelum Gasak Sepeda Motor
Dari aksi penipuan ini, korban turut kehilangan satu unit sepeda motor yang dibawa kabur oleh pelaku.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Pemilik bengkel mobil di Jalan Ngumban Surbakti, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, menjadi korban penipuan oknum yang mengaku sebagai anggota Brimob.
Dari aksi penipuan ini, korban turut kehilangan satu unit sepeda motor yang dibawa kabur oleh pelaku.
Saat dikonfirmasi, pemilik bengkel Erawadi mengaku jika peristiwa yang dialaminya ini terjadi pada Selasa (5/5/2026) kemarin sekira pukul 14.00 WIB.
Katanya, saat pelaku datang ke bengkelnya ia mengaku meminta di antarkan ke kawasan Asrama Haji karena ingin memperbaiki satu unit mobil milik pimpinannya.
"Sekitar jam 2 lah dia datang. Katanya mau memperbaiki mobil komandannya, jadi minta diantarkan," ujar Erawadi, saat ditemui di bengkelnya Jumat (8/5/2026).
Dimana, sebelum memulai pembicaraan pelaku sempat menepuk pundak korban sebanyak dua kali.
Selanjutnya, ia langsung memulai pembicaraan dengan pendekatan secara kesukuan.
"Dia ngakunya aparat, kalau perawakannya pas memang. Sudah gitu dia sempat tepuk pundak saya, terus bilang masih kenal kan sama saya, sombong sekarang ya, katanya dia sering bawa mobil Brimob ke sini, pakai bahasa Jawa dia," katanya.
Ketika ditanya apakah ia tak menaruh curiga, Erawadi mengaku cukup percaya kepada pelaku karena mengaku sebagai anggota Brimob dengan didukung perawakan pelaku yang berbadan tegap.
Selain itu, ia pun mengaku tak sempat melawan karena pikirannya saat itu seakan kosong.
"Nggak sadar. Apa yang diucapkan dia, saya turuti, gitu," ucapnya.
Saat tiba di bengkel, ia mengaku pelaku mengenakan setelan mengenakan celana jeans, memakai jaket berwarna hitam, dan juga menutupi wajahnya menggunakan masker.
Tak lama berselang, ia pun lantas meminta sang anak yakni Nanda untuk mengambil sepeda motor selanjutnya mengantarkan pelaku ke tempat yang dituju.
Bahkan, hingga akhirnya pelaku berangkat dari bengkel sampai ia mendapatkan laporan dari sang anak jika sudah menjadi korban penipuan pun masih belum sadar.
Akhirnya, setelah sekitar 1,5 jam anaknya berangkat dari bengkel, ia baru sadar sudah dihipnotis oleh pelaku.
"Sadarnya pas anak saya nelfon itulah dia sudah diturunkan di dekat Asrama Haji," katanya.
Rasa terhipnotis ternyata tak hanya dirasakan oleh Erawadi, bahkan sang anak yakni Nanda yang mengantarkan pelaku turut merasakan hal serupa.
Kata Nanda, saat di perjalanan memang ia tak merasakan ada keanehan karena ia sempat bercengkrama dengan pelaku.
"Di jalan ngobrol kami, nanya-nanya lah dia kaya biasa aja," ujar Nanda.
Namun, ia merasakan sedikit keanehan karena selama di perjalanan dimana ia yang semula membawa sepeda motor, posisi tangan pelaku selalu berada di pundaknya.
"Cuma di sepanjang jalan tangannya itu di pundak saya terus," katanya.
Ketika diturunkan di kawasan Asrama Haji, ia pun mengaku tak menaruh curiga karena pikirannya sudah kosong hingga ia menunnggu di pos satpam Kwarda Pramuka Sumatra Utara.
Akhirnya, ia sadar selama kurang lebih satu jam setengah menunggu setelah diajak komunikasi oleh satpam di sana.
"Enggak sadar, bengong aja saya. Terus Satpam di situlah baru nanya saya, itu baru sadar saya. Dia bilang saya sudah kena (tipu), sepeda motor saya sudah dibawa," katanya.
Usai sadar, ia mengaku langsung meminjam telepon seluler Satpam tersebut untuk mengabari kondisinya ke orangtuanya di bengkel.
Tak lama berselang, ia akhirnya dijemput oleh salah satu karyawan bengkel ke tempat ia diturunkan oleh pelaku.
(mns/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Pria Berbadan Tegap Ngaku Anggota Brimob Bawa Kabur Sepeda Motor Pemilik Bengkel Mobil |
|
|---|
| Hakim Vonis Bebas Junara Warga Toba Terdakwa Kasus Penganiayaan di Medan |
|
|---|
| 4 Pencurian Besi Proyek Stadion Teladan Medan Dituntut 3 Tahun Penjara |
|
|---|
| Lantik Ketua Wartawan Pemko, Rico Waas: Cobra, Edison Ginting untuk Semua |
|
|---|
| Nova Arianto Bakal Panggil Diaspora Demi Pertahankan Gelar AFF U19 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Erawadi-pemilik-bengkel-yang-menjadi-korban-aksi-Curanmor-menunjukkan-foto.jpg)