Berita Medan
Sarah Saing, Puteri Remaja Indonesia Sumut 2026, Gaungkan Generasi Cerdas Tanpa Pergaulan Bebas
Dengan gaya penyampaian yang lugas dan penuh semangat, Sarah menekankan pentingnya kesadaran generasi muda dalam menjaga pergaulan.
Penulis: Joy Silvana Aritonang | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.co, MEDAN- Suasana di Hotel Karibia Medan tampak semarak dengan hadirnya para finalis ajang Puteri Remaja Indonesia Sumatera Utara 2026.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Sarah Carolyn Suntiur Saing, remaja 17 tahun yang berhasil meraih dua gelar sekaligus, yakni Puteri Remaja Indonesia Sumatera Utara 2026 dan Puteri Remaja Indonesia Sumatera Utara Favorite 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Sarah mengangkat advokasi bertajuk “Generasi Cerdas Tanpa Pergaulan Bebas”, sebuah isu yang dinilai semakin relevan di kalangan remaja masa kini.
Dengan gaya penyampaian yang lugas dan penuh semangat, Sarah menekankan pentingnya kesadaran generasi muda dalam menjaga pergaulan.
“Adapun visi misi untuk menjalankan advokasi saya, yaitu generasi cerdas tanpa pergaulan bebas. Saat ini sudah banyak remaja yang terjebak pergaulan bebas, jadi saya ingin mengedukasi remaja tentang bahayanya,” ujarnya saat diwawancarai Reporter Tribun Medan (06/05/26).
Perjalanan Sarah menuju ajang ini bukanlah sesuatu yang instan.
Ia telah membangun kemampuan sejak dini melalui berbagai kegiatan pengembangan diri, seperti kursus modeling dan musik.
“Jadi sebenarnya persiapan Sarah itu nggak instan. Dari dulu Sarah sudah ikut kursus-kursus seperti modeling dan musik yang menunjang ajang ini. Jadi Sarah sudah terbiasa membagi waktu untuk disiplin,” katanya.
Tak hanya itu, Sarah juga menunjukkan bakat di bidang seni musik. Ia mampu memainkan berbagai alat musik seperti keyboard, gitar, saxophone, hingga drum. Ketertarikannya terhadap musik bahkan telah ia tekuni sejak duduk di bangku SMA.
Meski kini tampil percaya diri, Sarah mengaku sempat merasa gugup di awal perjalanannya. Namun, dukungan dari orang tua menjadi faktor penting yang membantunya bangkit.
“Awalnya Sarah itu nervous. Tapi karena support dan bimbingan orang tua, Sarah jadi termotivasi untuk maju ke depan,” ungkapnya.
Dalam ajang tersebut, Sarah bersaing dengan tujuh finalis lainnya dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Ia mengaku telah melakukan berbagai persiapan, khususnya dalam hal catwalk.
“Sarah banyak latihan di bagian catwalk. Pesaingnya ada tujuh orang termasuk saya dari berbagai daerah di Sumatera Utara,” jelasnya.
Kategori favorit yang ia menangkan ditentukan melalui sistem voting dari masyarakat, di mana Sarah berhasil meraih suara tertinggi.
Lebih lanjut, Sarah menjelaskan bahwa advokasi yang ia usung tidak hanya sebatas kampanye, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kondisi remaja saat ini.
Ia menyoroti berbagai dampak negatif dari pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Bahayanya itu banyak. Seperti prestasi bisa menurun, ikut-ikutan hal negatif, bahkan bisa meninggalkan sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu faktor penting dalam mencegah hal tersebut adalah lingkungan pertemanan yang sehat.
Sarah menilai bahwa circle pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter remaja.
“Menurut Sarah, circle pertemanan itu penting. Karena dari sana kita tahu bagaimana kualitas diri kita, mengetahui hal yang benar dan salah,” tuturnya.
Dalam ajang ini, Sarah juga mengusung nilai beauty with purpose, yang menurutnya memiliki makna lebih dari hanya sekadar penampilan fisik.
“Beauty with purpose itu kecantikan yang tidak hanya dilihat dari fisik saja, tapi juga dari cara berpikir, memperlakukan orang lain, dan membawa dampak positif bagi orang lain,” jelasnya.
Di balik pencapaiannya, Sarah tidak menampik pernah mengalami masa sulit, seperti kelelahan dan rasa putus asa. Namun, ia memilih untuk segera bangkit melalui refleksi diri.
“Sarah pernah merasakan capek dan down. Tapi Sarah tidak mau berlarut-larut. Saya langsung merefleksikan diri, mencari tahu apa yang salah dan apa yang harus diperbaiki lagi,” katanya.
Ke depan, Sarah tengah mempersiapkan diri untuk melangkah ke tingkat nasional. Ia menyadari pentingnya meningkatkan kemampuan komunikasi, khususnya dalam public speaking.
“Untuk persiapan ke nasional ini, Sarah ingin mengembangkan public speaking. Karena sejauh ini Sarah merasa masih perlu ditingkatkan,” tutupnya.
Dengan semangat dan komitmennya, Sarah diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkembang dan menjadi contoh untuk remaja seusianya.
(Cr33/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Zamatra AI Fest 1, Angkat Restorasi Hulu-Hilir Sumut Lewat Teknologi Kecerdasan Buatan |
|
|---|
| Rampas Hak Publik, Dewan Kritisi Alih Fungsi Trotoar Gerai JCO di Jalan Adam Malik Medan |
|
|---|
| Pesta Ulang Tahun ke-10 HKBP Ressort Tapian Nauli Sunggal Sukses: Bernyanyilah Untuk Kemuliaan Tuhan |
|
|---|
| Bedah 500 Rumah di Medan, Harapan Warga Miliki Hunian Layak Kian Nyata |
|
|---|
| Pemko Medan Percepat Pembebasan Lahan Sei Kera Hilir, Kejar Target Proyek NUFREP Atasi Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sarah-Saing-17-remaja-asal-Medan-yang-meraih-dua.jpg)