Medan Terkini
Jasa Reparasi Tas Diminati Jemaah di Asrama Haji Medan, Tambahan Tali Pinggang Buat Nyaman Beribadah
Jasa reparasi dan modifikasi tas milik calon jemaah haji mulai ramai diminati di kawasan Asrama Haji Medan.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jasa reparasi dan modifikasi tas milik calon jemaah haji mulai ramai diminati di kawasan Asrama Haji Medan.
Perbaikan yang paling banyak diminta mulai dari jahitan rusak, penguatan rangka tas, hingga penambahan tali pinggang agar lebih nyaman digunakan.
Heri, staf koperasi di Asrama Haji, mengatakan layanan tersebut awalnya dibuka karena banyak jemaah yang menanyakan tempat memperbaiki tas mereka.
“Banyak yang tanya, di mana bisa memperbaiki tali tas. Beberapa tahun lalu,” ujarnya.
Dari kebutuhan itu, pihak koperasi kemudian berinisiatif membuka jasa reparasi agar mempermudah jemaah yang kesulitan mencari tempat perbaikan.
Menurut Heri, banyak jemaah merasa tas bawaan yang digunakan untuk perjalanan ibadah rentan mengalami kerusakan, terutama pada bagian jahitan dan tali.
Selain itu, dalam beberapa tahun belakangan tas yang dibagikan juga tidak lagi dilengkapi tali tambahan di bagian pinggang.
Karena itu, penambahan tali pinggang menjadi salah satu layanan yang paling banyak diminati. Fitur tersebut dinilai membuat tas lebih nyaman dipakai serta membantu jemaah saat beraktivitas dan beribadah.
Selain pemasangan tali pinggang, tas juga diperkuat menggunakan paku dan pengencang tambahan agar mampu menahan beban lebih berat. Namun, kapasitas tas tetap disesuaikan agar tidak cepat rusak.
Untuk tarif, jasa penguatan tas dipatok mulai Rp15 ribu. Sementara paket perbaikan lengkap berkisar Rp35 ribu. Adapun jasa reparasi ringan dibanderol sekitar Rp20 ribu.
Tak hanya tas, jasa perbaikan aksesori seperti gelang juga tersedia. Gelang yang penyok, terlalu besar, atau perlu disesuaikan ukurannya bisa diperbaiki dengan biaya sekitar Rp5 ribu.
Heri menyebut pelanggan yang datang beragam, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak.
“Sama saja, yang datang ibu-ibu ada, bapak-bapak juga ada. Siapa saja yang merasa perlu diperbaiki,” jelasnya.
Salah seorang jemaah haji asal Asahan, Aisyah, mengaku sengaja mereparasi tas miliknya agar lebih mudah dibawa ke mana-mana. Ia juga menambahkan tali pinggang agar tas tetap bisa dipakai saat menunaikan salat.
“Jadi salat tidak perlu dibuka. Biar nggak tercecer. Maklum lah kalau orang tua ini kan,” ungkapnya.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Asrama Haji Medan
| Mahasiswa Teknik USU Ditangkap Diduga Edarkan Ekstasi |
|
|---|
| Polrestabes Medan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di 18 Titik Kota Medan Besok, Berikut Rinciannya |
|
|---|
| Diduga Jadi Korban Malapraktik, Ibu Rumah Tangga Laporkan RSU Muhammadiyah ke Polda Sumut |
|
|---|
| Mantan Rektor Unimed Prof Syawal Gultom Meninggal, Dikenang sebagai Guru Besar Teladan |
|
|---|
| Pesawat Rusak di Kualanamu, Ratusan Jemaah Calon Haji asal Malang Tunggu Kepastian Keberangkatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jemaah-haji-memanfaatkan-layanan-reparasi-tas-di-kawasan-Asrama-Haji-Medan-Senin.jpg)