Medan Terkini

Sri Rezeki, Sosok Perempuan Menuju Sejarah, dari Kegagalan Pemilu ke Kursi Pimpinan DPRD Medan

Jalan panjang penuh liku akhirnya akan mengantar Sri Rezeki ke kursi pimpinan DPRD Kota Medan.

|
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Sri Rezeki kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) jadi sosok perempuan yang akan mengisi kursi pimpinan DPRD Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jalan panjang penuh liku akhirnya akan mengantar Sri Rezeki ke kursi pimpinan DPRD Kota Medan.

Sosok perempuan berhijab dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini tinggal selangkah lagi mencatatkan titik bersejarah dalam karier politik di kursi pimpinan DPRD Medan

Jika tak ada gejolak politik melintang, ia akan diumumkan sebagai Wakil Ketua DPRD Medan dalam sidang paripurna 27 April 2026 mendatang, menggantikan Rajudin Sagala. Momen ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi juga menjadi catatan penting bagi keterwakilan perempuan di kursi pimpinan legislatif Kota Medan.

Bagi Sri Rezeki, capaian ini bukan datang tiba-tiba. Dua kali gagal dalam kontestasi pemilu sebelumnya, tak membuatnya mundur. Justru dari kegagalan itu, ia menguatkan langkah.

Pada Pemilu 2024, ia akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD Medan periode 2024–2029 dengan raihan 8.168 suara. Torehan dan catatan angka yang bukan hanya mencerminkan dukungan, tetapi juga kepercayaan publik atas perjuangan yang ia bawa, khususnya untuk perempuan dan pelaku UMKM rumahan.

“Perjuangan perempuan itu nyata. Saya ingin menghadirkan kebijakan yang benar-benar menyentuh mereka," katanya. 

Kata-kata itu menjadi semangat yang kerap ia gaungkan dalam perjalanan politiknya.

Di internal partai, Sri Rezeki bukan sosok baru. Ia pernah menjabat Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Medan periode 2015–2020, lalu dipercaya sebagai Bendahara DPD PKS Medan 2020–2025. 

Pengalaman itu pula yang menjadi bekal hingga akhirnya dipercaya mengisi posisi strategis.

Ketua DPD PKS Medan, Anton Simarmata, menyebut penunjukan Sri Rezeki bukan keputusan instan. Prosesnya melalui musyawarah berjenjang, mulai dari tingkat daerah hingga pusat.

“Ini hasil kesepakatan bersama. Beliau punya pengalaman dan kapasitas,” ujarnya.

Anton juga menegaskan, pergantian ini bukan sekadar dinamika politik, melainkan bagian dari proses regenerasi kader.

“Di PKS, pergantian adalah hal biasa. Ini ruang belajar bagi kader, agar yang berpengalaman bisa membimbing yang lain,” katanya.

Jika resmi dilantik, Sri Rezeki akan menjadi perempuan kedua yang menduduki kursi pimpinan DPRD Medan. Sebelumnya, sejarah mencatat nama Djanius Djamin sebagai perempuan pertama yang pernah menjadi Ketua DPRD Medan pada periode 1969–1971.

Kini, lebih dari setengah abad berselang, tongkat estafet kepemimpinan perempuan kembali hadir di Gedung DPRD Medan.
Di tengah dominasi dewan laki-laki dalam politik lokal, kehadiran Sri Rezeki membawa harapan baru, bahwa ruang-ruang pengambilan keputusan semakin terbuka bagi perempuan.

Sementara itu, komposisi pimpinan DPRD Medan saat ini diisi oleh Wong Chun Sen Tarigan sebagai Ketua, bersama para wakil ketua yakni Zulkarnaen dan Hadi Suhendra.

Bagi Sri Rezeki, jabatan baru nanti bukan sekadar posisi, melainkan amanah besar.

"Dari Kegagalan saya belajar bertahan. Dari kepercayaan, kini bersiap membuktikan, bahwa perempuan juga mampu berdiri di garis depan pengambilan keputusan di Kota Medan," pungkasnya.

(Dyk/Tribun-Medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved