Medan Terkini

Dari Tembung Sampai Pakpak Bharat, Perjuangan Orangtua Antar Anak Ikut UTBK di USU

Halaman kampus Universitas Sumatera Utara dipenuhi wajah-wajah tegang sekaligus penuh harap saat pelaksanaan UTBK SNBT 2026.

TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
CERITA UTBK - Kartini Berutu menunggu putrinya mengikuti UTBK-SNBT 2026 di sekitar Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara, Selasa (21/4/2026). Kartini datang dari Kabupaten Pakpak Bharat demi mendampingi anaknya mengejar cita-cita masuk perguruan tinggi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Halaman kampus Universitas Sumatera Utara dipenuhi wajah-wajah tegang sekaligus penuh harap saat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026, Selasa (21/4/2026).

Di balik ribuan peserta yang mengikuti ujian, ada cerita perjuangan para orangtua yang rela datang dari berbagai daerah demi mendampingi anak-anak mereka menjemput masa depan.

Dewi (38), warga Tembung, datang bersama keluarga untuk mengantar putri sulungnya, Iliyin Syahfitri (17), yang mengikuti UTBK dengan pilihan jurusan Kedokteran Gigi.

Ia mengaku seluruh keluarga antusias menunggu momen penting tersebut. Anak pertamanya itu menjadi harapan keluarga untuk meraih pendidikan tinggi.

“Yang ikut ujian ini anak pertama. Kami semua datang mengantar, mama, papa, adik juga. Ramai kami ke sini,” ujarnya sambil menunggu di sekitar lokasi ujian.

Dewi mengatakan keinginan sang anak menjadi dokter gigi mulai tumbuh sejak duduk di bangku SMA. Awalnya, cita-cita itu muncul setelah Iliyin memakai behel dan tertarik melihat profesi dokter gigi.

“Dia perhatikan dokter gigi, terus jadi termotivasi. Kami juga kasih gambaran kalau nanti kerjaannya bagaimana. Memang kuliahnya lama, tapi kalau anak mau, kami dukung,” katanya.

Sebagai orangtua, Dewi mengaku ingin anak-anaknya memiliki pendidikan lebih tinggi darinya. Ia dan suami sehari-hari menjalankan usaha keluarga di Tembung.

“Kalau bisa anak lebih dari ibunya. Semua harus kuliah, harus sukses,” ucapnya.

Cerita serupa datang dari Udur Siahaan (46), warga Martubung, yang mengantar keponakannya Lestari Siahaan (18). Lestari memilih jurusan Kedokteran Gigi dan juga mencoba beberapa jalur masuk perguruan tinggi lain.

Menurut Udur, keponakannya yang datang dari Balige itu sudah mempersiapkan diri sejak setahun terakhir lewat bimbingan belajar.

“Namanya dia mau sekolah tinggi, ya kami dukung. Mana yang terbaik nanti, itulah jalannya,” ujarnya.

Udur sudah menunggu selama 2 jam, untuk jadwal ujian Lestari yang masuk pada sesi kedua hari ini.

Meskipun sudah lama menunggu, antusiasnya memberi semangat kepada ponakan tak surut. Ia yakin ponakannya bisa berjuang dengan maksimal dengan semua persiapan yang sudah dibuat.

“Kami juga sudah siapkan bontot ini untuk makan siang. Lengkap lah persiapan,” ungkapnya.

Bertepatan dengan hari Kartini di 21 April ini, Tribun Medan bertemu langsung dengan sosok Kartini masa kini.

Kartini Berutu (44) namanya, ia datang jauh-jauh dari Kabupaten Pakpak Bharat untuk mendampingi putrinya menuju pendidikan tinggi, Yessia Anak Ampun (18), yang memilih Kedokteran Gigi dan Ilmu Keperawatan.

Perjalanan panjang ditempuh menggunakan travel demi bisa hadir di hari ujian sang anak. Kartini mengaku sempat khawatir soal biaya kuliah, namun tetap memilih mendukung cita-cita anaknya menjadi dokter.

Dikampung Kartini dan suami bertani kopi, penghasilan yang tak menentu sempat membuat mereka ragu untuk memberi dukungan kepada putrinya.

“Ada kekhawatiran soal biaya, tapi kalau memang itu cita-citanya, kami usahakan. Yang penting lulus dulu,” katanya.

Tetapi, Kartini merasa sedih jika harus mematahkan semangat anaknya untuk menggapai cita-cita.

Kartini menyebut putrinya sejak kecil memang bercita-cita menjadi dokter. Karena itu, keluarga terus memberi semangat meski harus berjuang dari daerah yang jauh.

Rektor Muryanto Amin mengatakan pelaksanaan UTBK Panitia Lokal USU tahun ini diikuti 36.771 peserta di Sumatera Utara dan berlangsung dalam 20 sesi, termasuk di titik ujian Nias.

USU sendiri membuka kuota penerimaan jalur SNBT 2026 sebanyak 3.008 kursi, terdiri dari 2.534 kursi sarjana, 274 vokasi terapan, dan 200 diploma.

“Kami juga memastikan pelaksanaan berjalan jujur dan bebas kecurangan, termasuk memeriksa setiap anomali data peserta,” ujarnya.

Di tengah ketatnya persaingan itu, semangat para orangtua di luar ruang ujian menjadi pemandangan tersendiri.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved