Berita Viral

Merasa Ketipu Beli HP di Toko Ps Store Medan, Wanita ini Sandera Pegawai Pakai Parang

Dalam video yang beredar luas, terlihat pelaku yang mengenakan baju warna merah muda membekap wanita berbaju hitam dari belakang.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
ANCAM PAKAI PARANG - Tampang Adinda Putri (28) warga Kecamatan Medan Marelan, menodongkan senjata tajam ke Adel, karyawan toko handphone Ps Store, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (18/4/2026). Ia nekat mengancam karena kesal merasa ditipu, sudah transfer uang beli handphone, tapi barang tak dikirim - kirim. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beredar di media sosial seorang pekerja wanita toko handphone Ps Store, Jalan Sisingamangaraja Medan, tepatnya di depan kampus UISU Medan disandera oleh seseorang perempuan.

Dalam video yang beredar luas, terlihat pelaku yang mengenakan baju warna merah muda membekap wanita berbaju hitam dari belakang.

Tangan kiri pelaku membekap leher, dan tangan kanannya sambil menempelkan parang ke arah leher pegawai toko.

Namun aksi penyanderaan ini tak berlangsung lama karena pihak sekuriti, maupun pegawai lainnya sigap menyelamatkan korban.

Pelaku dilumpuhkan, terduduk dan berhasil ditangkap, lalu diserahkan ke polisi.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Poltak Tambunan mengatakan penyanderaan karyawan toko handphone terjadj pada Jumat (17/4/2026) kemarin, sekira pukul 11:30 WIB, siang.

Pelaku bernama Adinda Putri (28) warga Kecamatan Medan Marelan datang ke toko berbicara dengan korban, Adel.

Tak lama kemudian terjadi keributan di depan toko, dan pelaku langsung mengeluarkan parang dari dalam tasnya.

Ia juga berteriak, kalau mereka yang berada di toko handphone Ps Store Medan sebagai penipu, sambil meminta uangnya dikembalikan.

"Selang berapa menit di depan toko ada keributan. Di situlah pelaku langsung mengambil parang yang telah di simpan dalam tas, langsung mengancam korban dengan berkata penipu kalian semua kembalikan uang aku," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Poltak Tambunan, Sabtu (18/4/2026).

Ketika diinterogasi, pelaku mengaku nekat mengancam pegawai toko handphone menggunakan parang karena kesal merasa ditipu.

Sebab, sebelumnya ia sempat melihat diduga akun Tiktok Ps Store memberikan harga promo untuk handphone iPhone 13, seharga Rp 2 juta.

Kemudian pelaku langsung mentransfer uang sebesar Rp 2 juta.

Namun setelahnya, diduga pihak Ps Store malah meminta jaminan uang lagi sebesar Rp 3,5 juta kepada pelaku.

Bahkan, kerugian pelaku atau uang yang sudah ditransfer pelaku mencapai Rp 10 juta.

"Pelaku pun mentransfer, dan terus dimintai lagi sampai kerugian pelaku sampai Rp 10 juta."

Karena sudah mengirim uang sebesar Rp 10 juta, tapi handphone tak dikirim, pelaku kesal, merasa ditipu sehingga ia nekat datang ke toko.

Kedatangannya ke toko untuk meminta uangnya dikembalikan, sambil mengancam pakai parang karena merasa tidak menemukan titik terang.

"Karena merasa kesal handphone yang sudah dipesan tidak kunjung datang, tidak dikirim oleh pihak toko hp ke pelaku, pelaku datang ke toko untuk meminta balik uang yang telah dikirimnya dan langsung melakukan pengancaman."


(cr25/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved