Berita Medan

Geng Motor Membabi Buta di Gaperta, Tukang Giling Bakso Kena Bacok

Katanya, saat itu ia hendak berangkat kerja ke Pasar Sei Sikambing bersama keponakannya Rizki Aji Setiawan.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
IST
GENG MOTOR BRUTAL - Kondisi Arif Nur Hidayat, korban kebrutalan anggota geng motor di Simpang Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (16/5/2026) dini hari. Diserang puluhan anggota geng motor, Arif harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bacok di kaki. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi kejahatan jalanan yang dilakukan oleh sekelompok anggota geng motor, kembali membuat resah warga Kota Medan. Kali ini, seorang warga Gang Pelajar, Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia, menjadi korban aksi membabi buta puluhan remaja tanggung itu. 

Akibat aksi keganasan kawanan geng motor itu, Korban, Arif Nur Hidayat mengalami kondisi memprihatinkan sampai harus dirawat di rumah sakit.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang giling bakso ini mengungkapkan, penyerangan yang dialaminya itu terjadi pada Kamis (16/4/2026) dini hari. 

"Hari Kamis kemarin kejadiannya di sekitar simpang Gaperta," ujar Arif, Jumat (17/4/2026). 

Katanya, saat itu ia hendak berangkat kerja ke Pasar Sei Sikambing bersama keponakannya Rizki Aji Setiawan.

Akibat kejadian ini, ia mengalami luka bacok di bagian kaki dan luka lebam di sejumlah bagian tubuhnya. 

Dikatan Arif, saat itu ia bersama Rizki sedang mengendarai sepeda motor ke arah Jalan Gatot Subroto untuk menuju Pasar Sei Sikambing.

Setibanya di sekitar simpang Gaperta, ia melihat segerombolan anggota geng motor

"Sekitar jam setengah empat subuh lah itu. Pas di depan masjid kami kepergok geng motor itu," ucapnya. 

Ia mengaku, sempat mencoba menghindari kawanan geng motor itu dengan mencari jalan lain.

Nahas, ternyata gang di sekitar lokasi yang diharapkan bisa menjadi tempat pelarian terlihat tertutup portal. 

Akhirnya, pelarian mereka terhenti usai anggota geng motor yang diperkirakan berjumlah 50 orang itu menghentikan sepeda motornya.

Dari pengamatannya, ia mengaku jika anggota geng motor yang mengendarai sekitar 30 unit sepeda motor itu turut membawa sejumlah senjata tajam. 

"Saya enggak tau berapa orang yang memukuli dan membacok saya. Tapi yang saya lihat satu orang beberapa kali mengayunkan senjata tajamnya ke kaki saya. Sampai betis saya robek dan mengeluarkan darah, disitu mereka berhenti," katanya. 

Sambil mengingat ke belakang, ia mengaku anggota komplotan geng motor itu tiba-tiba saja langsung mengejar keduanya tanpa ada aba-aba.

Meskipun sudah minta ampun, namun pada jagoan jalanan itu masih terus menghujani keduanya dengan pukulan dan mengayunkan senjata tajam ke kaki Arif. 

Akibat kejadian ini, dirinya mengaku belum sempat membuat laporan ke pihak kepolisian karena masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Meskipun begitu, ia mengaku sejumlah personel kepolisian dari Polsek Medan Helvetia sudah menemuinya dan meminta keterangan. 

"Sudah ada datang polisi dari Helvetia ke sini menginterogasi. Kalau laporan resmi saya belum ada, masih fokus ini dulu karena enggak bisa pakai BPJS," ungkapnya. 

Menanggapi kasus ini, Kapolsek Helvetia Kompol Nelson JP Sipahutar membenarkan adanya aksi penyerangan anggota geng motor ini.

Dirinya mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap anggota geng motor pelaku penyerangan ini. 

"Benar, kemarin korban sudah kita temui dan kita masih lidik pelakunya. Memang korban belum buat laporan, tapi tetap kita lidik," pungkas Nelson. 

(mns/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved