Berita Medan

Viral Pelajar Menyeberang Pipa Berbahaya ke Sekolah, Wali Kota: Saya Dulu Juga Lewat Situ

Bahkan Rico Waas sendiri blak-blakan mengaku pernah mengalami juga, melintasi pipa bekas rel jalur kereta api KAI tersebut. 

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas segera berkoordinasi ke pihak KAI soal akses pipa bekas rel kereta api yang dijadikan akses alternatif murid ke sekolah di Kecamatan Medan Polonia, Kamis (16/4/2026) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberi perhatian khusus atas viralnya kondisi memprihatinkan sekaligus mengkhawatirkan sejumlah pelajar di kawasan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia.

Para siswa memotong akses, melintasi di atas pipa bekas rel untuk ke sekolah. 

Rico Waas mengungkapkan bahwa kondisi pelajar memotong jalan pintas tersebut sudah puluhan tahun silam.

Bahkan Rico Waas sendiri blak-blakan mengaku pernah mengalami juga, melintasi pipa bekas rel jalur kereta api KAI tersebut. 

"Soal pelajar itu, pasti jadi perhatian saya ke depan. Itu di belakang sekolah kami dulu. Sudah lama jadi akses jalan pintas. Dulu saya lewat situ juga pas masa sekolah, karena memang efisien jaraknya menjadi lebih dekat," kata Rico Waas usai melantik 76 pejabat di lantai IV Balai Kota Medan, Kamis (16/4/2026). 

Dijelaskan Rico Waas, langkah ke depan adalah koordiansi dengan pihak KAI terkait akses pipa merupakan bekas jalur rel kereta api.

Selain itu akan memikirkan infrastruktur seperti apa yang akan dibangun, hingga mencarikan jalur efektif untuk para pelajar ke sekolah. 

"Segera ini Pemko Medan akan koordiansi planing dengan KAI, karena kan ini lahan mereka, apakah bisa dibangun jembatan. Atau kita cari akses alternatif yang lebih perhatikan jaraknya ya. Pasti atensi ya," ujar Rico Waas

Diketahui beberapa pelajar, memilih berjalan di atas pipa besar (bekas rel KAI) milik Perumda Tirtanadi yang melintang di atas aliran Sungai Deli yang deras.

Pihak sekolah juga terus memperingatkan agar tidak melintasi akses jalan yang membahayakan. 

Diketahui ketinggian pipa tersebut mencapai sekitar 7 hingga 10 meter dari permukaan air sungai.

Di bawahnya, arus sungai deras, sementara di atasnya, para pelajar harus melangkah pelan dan extra hati-hati agar tidak jatuh ke arus deras. 

Diketahui, akses jembatan 'darurat' berupa pipa itu sebelumnya memang menghubungkan tiga wilayah yaitu Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Polonia, dan Kecamatan Medan Johor. Sebelumya di kawasan tersebut memang terdapat akses jembatan penyeberangan yang sebelumnya merupakan jalur lintasan rel kereta api.

Setelah perlintasan sejak jaman Belanda itu tak lagi dimanfaatkan untuk kereta api, sehingga dimanfaatkan untuk jembatan penyeberangan 'darurat warga sekitar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemko Medan, Andi Yudhistira menyampaikan, pihaknya sudah berulang kali berkoordinasi dengan pihak kepala sekolah agar mengingatkan peserta didik. Hanya saja di luar sekolah kerap tidak terkontrol aktivitasnya.

"Akses utamakan bukan dari situ, kita selalu arahkan untuk ke sekolah melalui akses jalan utama oleh pihak sekolah. Jadi setiap upacara terus diingatkan Kepsek ke murid-murid itu supaya gak lewati akses pipa alternatif itu," kata Andi Yudhistira. 

(Dyk/Tribun-Medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved